PANGKEP, BKM– Nahas menimpa sekeluarga yang menumpangi kapal motor penyeberangan ke Pulau Liukang, Kabupaten Pangkep, Minggu (16/6). Transportasi laut itu tiba-tiba saja diterjang ombak hingga tenggelam saat berada di tengah laut.
Ada empat orang yang menumpangi kapal tersebut. Yakni seorang kepala desa, imam desa, dan dua orang keluarganya. Beruntung, mereka berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan dari Pulau Lemari, Kelurahan Sapukka, Kecamatan Liukang Tangngayya yang sementara melintas.
Setelah mendengar suara minta tolong, nelayan itudi atas kapal langsung bergerak mencarinya. Alangkah kagetnya setelah melihat korban dalam kondisi terapung dan sudah lemas.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi, kemarin mengaku telah menerima informasi kapal tenggelam tersebut. Kata dia, Polres Pangkep telah melaporkannya. Empat korban kapal tenggelam tersebut dinyatakan selamat. Namun dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Sumbawa.
“Informasi yang kami terima dari Polres Pangkep, kapal tenggelam itu ditumpangi oleh empat orang penumpang. Masing-masing Kepala Desa Paleanro bernama Irwan, Imam Desa Poleanro Adam, dan dua orang keluarga Pak Kades merupakan adik ipar dan sepupunya, yaitu Sukir dan Sahril,” jelas Dicky.
Perwira tiga bunga melati di pundaknya itu melanjutkan, saat kejadian korban menggunakan kapal kayu. Mereka berlayar dari Pulau Sumbawa Nusa, Tenggara Barat ( NTB), menuju kampung halamannya di Pulau Poleonro, Kecamatan Liukang Tangngayya, Kabupaten Pangkep.
Saat kapal yang ditumpangi korban sudah berada di perairan 10 mil dari Pulau Medang, NTB tiba-tiba terjadi cuaca buruk. Ombak menerjang kapal dan seketika itu juga terbalik.
Selama dua jam korban terapung di laut. Tidak lama berselang nelayan yang melintas mendengar suara korban meminta tolong. Mereka kemudian memberikan pertolongan dan membawanya ke RS Sumbawa untuk mendapat perawatan medis. (ish/rus)
Kapal Berpenumpang Kades dan Imam Desa Tenggelam
×

