MISPERSEPSI antara orang tua dan operator pendaftaran siswa menjadi kendala dalam PPDB tahun ini. Beberapa kartu keluarga (KK) milik siswa yang mengalami perubahan data, menjadi kendala utama.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Abd Rahman Bando, mengatakan pihaknya telah memantau beberapa sekolah. Kendala yang dihadapi nyaris sama, yaitu mengenai KK yang berubah belum genap setahun.
PPDB tahun ini sendiri memverifikasi KK para calon siswa. KK yang terbitannya belum genap setahun, belum bisa diverifikasi lebih lanjut di sekolah terdaftar.
“Masalahnya ini ada mispersepsi antara operator dan orang tua. Orang tua mengimput di sistem, tapi tidak konek. Misal KK mereka ada perubahan, itu yang menjadi mispersepsinya,” kata Rahman.
Namun Rahman mengatakan, jika KK para siswa merupakan sambungan dari KK lama, walaupun terbitannya belum genap setahun, maka hal itu tetap bisa diterima.
“Misalnya anaknya baru dimasukkan di KK, tetapi tidak berubah alamatnya, ini yang kurang dipahami oleh operator. Dan hal ini tetap harus wajib diterima,” tegas Rahman.
Walaupun begitu, secara umum pelaksanaan PPDB berjalan lancar. Selain masalah KK, tak ada kendala lain yang ditemukannya.
“Zonasi sendiri baru akan berjalan pada 28 Juni nanti. Walaupun begitu, penerimaan saat ini juga harus verifikasi KK,” ungkapnya.
PPDB di SMPN 6 Makassar terpantau lancar. Pihak sekolah menempatkan lokasi pendaftaran di luar ruangan supaya area lebih lapang dan bisa terlihat oleh semua orang.
PPDB SMP sendiri pada Senin (24/6) membuka pendaftaran menggunakan sistem jalur prestasi. Sistem Zonasi baru akan dibuka pada Jumat (28/6). Makanya, pendaftaran hari pertama kemarin belum begitu menumpuk.
Jumlah yang mendaftar di SMPN 6 Makassar, kemarin ada 95 orang. Prestasi akademik sebayak 74 orang, prestasi non akademik sebanyak 9 orang, dan perpindahan sebanyak 12 orang.
Adapun kuota jumlah siswa baru yang akan diterima di SMPN 6 sebanyak 320 orang. Dengan persentase 85 persen untuk jalur zonasi, 10 persen prestasi, dan 5 persen jalur perpindahan.
Untuk mengantisipasi membludaknya pendaftaran saat sistem zonasi dibuka, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Makassar, Muhlis mengatakan akan menyiapkan panitia pendaftaran lebih banyak dibanding pendaftaran kemarin. Tujuannya agar pelayanan nantinya bisa semakin cepat.
Namun Muhlis sendiri mengatakan jika pihaknya tak begitu mengkhawatirkan banyaknya pendaftar. Karena lokasi SMPN 6 tidak berada di wilayah padat penduduk. Apalagi sistem zonasi ini dikatakannya telah diterapkan di sekolahnya sejak dua tahun terakhir.
“Untuk jalur zonasi ini kita sudah pengalaman dua tahun terakhir. Jadi tidak ada masalah, karena lokasi SMPN 6 juga bukan di wilayah padat penduduk,” katanya.
Untuk penerimaan siswa melalui sistem zonasi nanti, pihak SMPN 6 akan menggunakan Google Earth sebagai media untuk mengukur jarak sekolah dengan kediaman siswa.
Melalui peta di Google Earth, pihak sekolah dikatakan Muhlis akan menarik garis lurus jarak kediaman siswa dengan sekolah. Nantinya akan diranking berdasar jarak terdekat dari pengukuran tersebut.
“Sesuai alamat rumahnya, tarik garis lurus ke sekolah. Kita bisa pakai Google Eart. Patokan kami adalah pagar sekolah,” kata Muhlis.
Untuk lokasi kediaman siswa, pihak sekolah akan melihat dari Kartu Keluarga (KK) yang dimiliki. Namun jika KK yang dimiliki belum genap setahun, maka dipastikan hal tersebut tak bisa langsung diterima oleh sekolah.
“Sesuai juknis, KK harus satu tahun keatas. Jadi per Juni 2018. Kalau ada dibawah 1 tahun, tidak bisa. Itu sesuai Juknis,” ungkap Muhlis.
Zonasi SMP Gunakan Google Earth
×

