MAKASSAR, BKM — Aparat Polsek Panakkukang mengintensifkan perburuan terhadap dua orang terduga pelaku pembunuhan terhadap Edward Rianto (30). Korban menemui ajal setelah mendapat beberapa luka tusukan pada bagian tubuhnya. Seperti bagian belakang, dada serta perut.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Jalan Bilawaiyah 4, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Sabtu (27/7). Terduga pelaku merupakan dua orang yang dikenali oleh korban.
Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, mengaku telah mengantongi identitas kedua terduga pelaku. Mereka masih dalam pengejaran.
Sesaat setelah kejadian, Edward yang terluka sempat dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina guna mendapatkan perawatan. Namun Tuhan berkehendak lain. Korban meninggal setelah mengalami pendarahan akibat luka tusukan yang dideritanya.
“Terduga pelaku sudah dikantongi indentitasnya. Mereka adalah rekan korban,” ujar Kompol Ananda, Minggu (28/7).
Peristiwa berdarah itu terjadi di sebuah pesta miras resepsi pernikahan. Usai menenggak miras, korban bermaksud hendak pulang ke rumahnya. Namun ia dicegat oleh kedua terduga pelaku. Saat itulah Edward dibantai hingga akhirnya tewas.
Awalnya, menurut Kompol Ananda, terduga pelaku dan korban berkumpul untuk pesta miras jenis ballo. Terduga pelaku serta seorang saksi bernama Firdhoy Alim menyuruh Ikr untuk membeli minuman. Tidak lama berselang, Ikr dan rekannya Ib datang dengan menenteng ballo. Juga membawa senjata tajam.
Mereka kemudian pesta miras. Di tenga-tengah menenggak ballo, Edward sempat bertanya kepada rekannya kenapa membawa senjata tajam. Dijawab oleh terduga pelaku, ia melakukan itu karena pernah terlibat bentrok dengan lelaki bernama Berlin.
Edward meresponsnya dengan mengatakan, ia siap membantu jika musuhnya itu datang. Tapi ternyata hal itu membuat tersinggung terduga pelaku.
Tidak lama kemudian korban muntah akibat mabuk berat. Dia lalu pamit. Tak lupa menyampaikan permohonan maaf jika ada kata-katanya yang membuat rekannya tidak nyaman. Setelah itu Edward berlalu pergi.
Saat di tengah perjalanan, korban dicegat oleh terduga pelaku dan rekannya. Mereka yang telah gelap mata langsung menyerang korban dengan memukulinya. Senjata tajam yang dipegangnya kemudian dihunuskan ke tubuh korban.
Empat kali tikaman membuat korban sempoyongan, hingga akhirnya jatuh tersungkru. Saksi yang melihat kejadian tersebut langsung membawanya ke RS Ibnu Sina. Namun, kurang lebih setengah jam berada di RS, nyawa korban tak tertolong. (ish/rus)
Maut di Pesta Miras, Pemabuk Bunuh Teman
×

