MAKASSAR, BKM — Jamaah haji kelompok terbang (kloter) I Debarkasi Makassar tiba dengan selamat di Asrama Haji Suding Makassar, Minggu (18/8) sekitar pukul 18.00 wita.
Para tamu Allah itu bertolak dari Bandara Jeddah sekitar pukul 00.22 WAS menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 1201. Tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sekitar pukul 17.21 Wita.
Kedatangan mereka di Asrama Haji Sudiang Makassar disambut langsung Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah. Ia didampingi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulsel Anwar Abubakar selaku ketua PPIH Embarkasi Debarkasi Haji Makassar.
Anwar Abubakar menjelaskan, jamaah haji kloter 1 debarkasi Makassar sebanyak 450 orang, ditambah lima petugas. Semua jamaah pulang dengan selamat ke Tanah Air. Namun, ada sembilan jamaah yang tidak sempat berkumpul di aula Asrama Haji untuk diterima gubernur karena kondisinya kurang sehat.
Sembilan jamaah haji tersebut setibanya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin langsung dijemput ambulans. Selanjutnya diantar ke Poliklinik Mustasyfa, Asrama Haji Sudiang untuk mendapat perawatan. Mereka rerata berusia tua dan mengalami kelelahan.
Anwar melanjutkan, total jamaah haji yang diberangkatkan melalui embarkasi Makassar sebanyak 18.109 orang. Hingga saat ini, jumlah jamaah haji embarkasi Makassar yang meninggal di Tanah Suci sebanyak 17 orang. Masing-masing dari Sulawesi Selatan dua orang, Sulawesi Tenggara empat orang, Maluku Utara lima orang, Gorontalo tiga orang, Papua satu orang, Maluku satu orang, dan Papua Barat satu orang. “Semoga jumlahnya tidak bertambah lagi,” harap Anwar.
Dia menambahkan, proses pemulangan jamaah haji debarkasi Makassar akan berlangsung hingga 15 September 2019 mendatang.
Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah, bersyukur dan bangga hati bisa menerima langsung jamaah haji kloter 1 debarkasi Makassar.
“Alhamdulillah, kloter 1 tiba dengan selamat dan seluruh rombongan utuh. Selamat menyandang gelar haji dan hajja. Semoga menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Nurdin menyampaikan, di Tanah Suci mereka melaksanakan tahapan haji. Saat berangkat tidak saling mengenal dan kembali saling mengenal. Jalinan silaturahmi tetap harus dijaga.
Selaku ketua Ikatan Pengurus Haji Indonesia (IPHI), dirinya sekaligus datang untuk menerima anggota baru. “Jadi selain sebagai gubernur, juga datang sebagai ketuanya bapak/ibu. Saya harap kita semakin kompak,” ujarnya.
Gubernur juga meminta agar para jamaah sesegera mungkin untuk berkumpul bersama keluarga mereka masing-masing.
Persiapan kedatangan jamah haji kloter I asal Kota Makassar ini sudah tampak sejak pagi di Asrama Haji Sudiang Makassar. Utamanya di Aula Arafah yang menjadi lokasi utama penerimaan jamaah haji. Termasuk sejumlah fasilitas penunjang, seperti peralatan XRay dari Angkasa Pura Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Selain itu, sejak pukul 14.30 Wita, sejumlah panitia pendukung sudah melakukan simulasi awal. Di antaranya ujicoba jalur kedatangan bus damri Dinas Perhubungan yang akan mengangkut jamaah haji dari bandara menuju aula penerimaan di Asrama Haji Sudiang. Termasuk kendaraan truk pengangkut barang jamaah haji dari pihak Garuda.
Selain itu, personel dari petugas kesehatan yang berasal dari Dinas Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar, juga nampak siaga dengan sejumlah ambulans. Kendaraan tersebut menjadi angkutan khusus bilamana diperlukan jamaah yang sakit.
Personel kesehatan bersiap melakukan pengukuran suhu tubuh setiap jamaah haji sebelum turun dari pesawat dengan menggunakan alat thermometer infrared.
Begitu pun dengan petugas keamanan yang dikomandoi petugas kepolisian dari Dit Pam Orvit Polda Sulsel sebanyak 40 orang, dibantu oleh petugas keamanan dari Asrama Haji Sudiang dan Kanwil Kemenag Sulsel. (rhm/rus)
NA: Semoga Jadi Haji Mabrur
×

