MAKASSAR, BKM — Pengungsi asal Wamena, Papua terus mengalir ke Sulsel. Sebanyak 450-an orang kembali tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Rabu (16/10) subuh. Mereka menggunakan kapal Dobonsolo setelah seminggu berlayar.
Dari ratusan pengungsi yang dominan perempuan dan anak-anak itu, sekitar 200 lebih adalah pengungsi asal Sulawesi Selatan. Sementara sisanya, berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka transit di Makassar sambil menunggu kapal laut yang akan bertolak ke NTT.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel Imran Jausy menjelaskan, untuk pengungsi Wamena dari Sulsel, setelah tiba di Makassar, secara bergantian pulang ke daerah asal masing-masing. Ada yang dijemput oleh pemerintah kabupaten/kota setempat. Ada juga yang langsung dijemput oleh keluarganya.
Hingga kemarin sore, pengungsi Wamena asal Sulsel yang masih ditampung di posko pengungsi Dinsos Sulsel sekitar 20 orang.
“Tapi tidak lama lagi mereka akan dijemput oleh pemerintah daerah masing-masing. Kami terus berkoordinasi. Mereka kami tampung sementara di Gedung Karang Taruna. Dipisahkan dengan pengungsi NTT untuk memudahkan koordinasi,” ungkap Imran.
Hingga saat ini, tambahnya, sudah ada 1.636 pengungsi Wamena asal Sulsel yang tiba di Makassar. Angka itu diperkirakan baru sebagian kecil dari jumlah pengungsi asal Sulsel yang masih berada di Papua.
“Datanya, ada sekitar 17 ribu di Wamena. Dari angka itu, sekitar 70 persen asal Sulsel. Artinya, ada sekitar 10 ribuan warga Sulsel. Sementara yang sudah tiba di Makassar baru mencapai 1.636 orang,” katanya.
Dia menambahkan, pengungsi yang terdata sudah kembali ke Sulsel. Di antaranya berasal dari Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Timur, Luwu Utara, Gowa, Takalar, Enrekang, Bone, Palopo, Makassar, Maros, Bulukumba, Pangkep, Luwu, Barru, Sinjai, dan Jeneponto.
Dia menjelaskan, khusus para pengungsi NTT, selama berada di Makassar, semua kebutuhan hidupnya ditanggung. Mulai makanan, minuman, peralatan mandi, hingga tempat tidur.
Di dalam posko penampungan sementara itu, puluhan tempat tidur lipat disiapkan untuk mereka istirahat. Selain dipantau Dinas Sosial Sulsel dan sejumlah tenaga sukarela, mereka juga didampingi langsung pihak Dinas Sosial NTT.
Dari sekitar 250-an pengungsi NTT tersebut, kata Imran, sebanyak 87 pengungsi saat tiba di pelabuhan kemarin subuh, langsung melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Provinsi NTT Jose Nai Buti, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemprov Sulsel yang telah memfasilitasi tempat tinggal bagi para pengungsi asal NTT sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asalnya.
Dia mengatakan, kondisi pengungsi NTT secara fisik tetap sehat, walaupun ada satu dua orang yang mengalami kelelahan.
“Kami mengucapkan terima kasih karena sudah dibantu di sini,” ungkapnya.
Kemarin, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak secara khusus mengunjungi posko pengungsi untuk membagi-bagikan sejumlah kebutuhan. Mulai dari susu, perlengkapan mandi, biskuit, popok bayi, hingga mainan untuk anak-anak. (rhm/rus)
Pengungsi Wamena Terus Mengalir ke Sulsel
×

