MAKASSAR, BKM — Kendati belum disetujui anggota DPRD Sulsel, Pemprov Sulsel berencana akan merehabilitasi Stadion Mattoanging tahun depan. Anggaran yang disiapkan cukup besar sekitar Rp200 miliar.
Pos anggaran tersebut dimasukkan dalam Rincian Kegiatan Anggaran (RKA) Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Sulsel.
Selain itu, Pemprov Sulsel juga telah membentuk Tim Koordinasi Perencana Rehab Stadion Mattoanging.
Sejumlah stakeholder terkait masuk dalam tim tersebut. Mulai dari Dispora sebagai koordinator, Biro Aset, Inspektorat, Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, Inspektorat, hingga Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Tim tersebut dikordinatori langsung oleh Kepala Dispora Sulsel, Arwin Azis.
Tim tersebut sudah melaksanakan pertemuan-pertemuan dan konsultasi ke beberapa instansi terkait.
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulsel, Andi Arwin Azis mengemukakan
sebagai langkah persiapan, sudah dilakukan konsultasi ke dinas teknis seperti Dinas PSDA dan Cipta Karya Tata Ruang (terkait rehabilitasi gedung), Biro Pembangunan dan LKPP RI (terkait tenderisasi), dan Pengelola SUGBK (terkait pengelolaan stadion).
Dia melanjutkan, Dispora Sulsel juga telah membentuk tim khusus dan melakukan penyusunan RKA Rehabilitasi Stadion Mattoangin.
Dan, lanjut mantan Kepala Badan Pengelola Keuangangan Daerah (BPKD) itu, agar serapan anggaran Rp200 miliar dapat terpenuhi dalam satu tahun, maka akan diterapkan sistem Bangun-Rancang (Design and Build).
“Sistem pembangunan yang sama ketika GBK direnovasi. Pada Rapat Senin (25/11) disepakati bahwa Stadion Mattoangin akan direhabilitasi berat,” ungkap Andi Arwin.
Lebih jauh dikemukakan Desember 2019 mendatang, sudah akan dilaksanakan tender dini untuk mengefisienkan waktu. Adapun tender yang dimaksud dimulai dari Manajemen Kontruksi.
Selain itu, pada bulan yang sama akan dilakukan penyusunan DELH, Amdal, Amdalalin, dan Audit Forensik Fisik Stadion.
Sesuai RPJMD Sulsel 2018-2023, tercantum rehabilitasi sarana dan prasarana keolahragaan, dimana Stadion Mattoangin dapat termasuk dalam sarana dan prasarana keolahragaan yang dimaksud.
Pada kesempatan itu, dia juga meluruskan terkait estimasi renovasi stadion secara total yang disebut-sebut sebesar Rp900 miliar.
“Jadi itu hanyalah estimasi awal dan saat ini sedang dilaksanakan penghitungan detail oleh perencana dengan mempertimbangkan beberapa skenario pendanaan. Angka ini bukanlah jumlah resmi atau pasti dari Dispora Sulsel,” ungkap Andi Arwien.
Untuk mendukung pengembangan kawasan Stadion Mattoangin, Dispora Sulsel telah mengirim surat permohonan audiensi kepada Menteri PUPR dan Menteri Pemuda & Olahraga agar dapat membantu pembangunan Stadion Mattoangin agar lebih dirasakan manfaatnya dengan penambahan berbagai fasilitas dan sebagainya.
Pemprov Sulsel melalui Biro Aset, KPK, dan Kejaksaan, dengan tegas menerangkan bahwa Stadion Mattoangin merupakan aset Pemprov Sulsel melalui dasar Sertifikat Hak Pakai. Adapun yang digugat oleh YOSS ke PTUN adalah terkait pencabutan izin pengelolaan, bukan kepemilikan aset.
Sebelumnya, Sekretaris Tim Koordinasi Perencana Rehabilitasi Stadion Mattoanging, Muchlis Mallajareng menjelaskan, untuk menjadikannya sebagai stadion bertaraf internasional, dibutuhkan anggaran sebesar Rp900 miliar lebih.
Muchlis mengatakan, anggaran Rp900 miliar tersebut merupakan hitungan perencanaan awal konstruksi fisik. Yang menyesuaikan dengan stadion bertaraf internasional lainnya yang sudah ada di Indonesia.
“Ternyata, dari perencana memberikan gambaran bangunan itu sampai lantai empat gedungnya itu, dia butuh dana sampai 900 miliar lebih. Dan memang itu seperti standar di Eropa. Itu kalau mau standar AFC dan FIFA,” tutur Muhlis yang ditemui selepas rapat.
Kendati berbagai persiapan untuk rehabilitasi Stadion Mattoanging sudah dilakukan Pemprov Sulsel, namun sejauh ini, belum ada lampu hijau yang diberikan dewan.
Malah saat pembahasan di Komisi E DPRD, Selasa (26/11), sejumlah anggota dewan menyoroti rencana tersebut.
Salah seorang anggota Komisi E, Arum Spink mengatakan usulan sebesar Rp200 milar itu bukan anggaran sedikit. Walaupun disetujui, belum bisa memenuhi renovasi secara keseluruhan.
Sementara, lanjut Arum, ada Stadion Barombong yang juga butuh penyelesaian.
“Kalau Stadion Barombong dengan anggaran itu, mungkin sudah bisa selesai. Kenapa tidak memanfaatkan yang sudah ada. Katakanlah, Stadion Barombong dilanjutkan,” tandas Arum Spink. (rhm)
Pemprov Persiapkan Tender Stadion Mattoanging
×

