MAKASSAR, BKM — Pemprov Sulsel berencana akan merenovasi Stadion Andi Mattalatta alias Stadion Mattoanging. Pelaksanannya tahun 2020 mendatang.
Untuk kebutuhan itu, pemprov mengusulkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp200 miliar. Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk penyusunan detail enggineering design (DED), penyusunan DELH, amdal, amdalalin, audit forensik fisik stadion, dan sejumlah item kegiatan lainnya.
Namun, usulan Rp200 miliar tidak sepenuhnya direstui DPRD. Saat pembahasan anggaran di gedung wakil rakyat belum lama ini, dewan hanya menyetujui Rp150 miliar. Angka tersebut sudah masuk dalam bagian draft APBD Sulsel 2020 bersama item kegiatan lainnya yang sementara diajukan ke Kementerian Dalam Negeri.
Kendati kepastian anggaran belum ditetapkan nominalnya, Pemprov Sulsel sudah memperkenalkan ke publik desain Stadion Mattoanging yang baru melalui Instagram Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah @nurdin.abdullah.
Dalam keterangannya Nurdin mengatakan, pihaknya serius dalam menjalankan program ini. Saat ini, tim telah menyusun dan melengkapi berbagai dokumen persiapan renovasi stadion.
“Insyaallah dokumen persiapannya beres sebelum tutup tahun. Kita mulai renovasinya di tahun 2020. Stadion ini dirancang memenuhi standar AFC dan FIFA. Mulai dari lapangan hingga bangunan,” tuturnya.
Melalui video yang diposting, terlihat jika Stadion Mattoanging akan direnovasi menjadi stadion yang megah. Stadion yang berlokasi di tengah-tengah area sudah padat seperti pemukiman, toko hingga kantor, Mattoangin harus menjadi napas di lingkungan area tersebut. Bukan hanya sebagai stadion sepak bola, stadion ini juga menjadi paru-paru kota dan ruang publik yang menunjang kawasan sekitarnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Sulsel Andi Arwien Azis, menjelaskan selain bangunan utama Stadion Mattoanging, juga akan dibangun area olahraga lainnya dan ruang terbuka hijau.
Di sana juga akan disiapkan sejumlah fasilitas. Di antaranya kafe, food court, home away changing room, press area, VIP tribune, dan kelas I hingga kelas III. Akan dibangun berkapasitas 20.000 tempat duduk.
Stadion yang didirikan pada tahun 1955 dan digunakan sebagai tempat diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional pada tahun 1957, sebelumnya berkapasitas 15.000 pengunjung. Saat ini digunakan oleh PSM Makassar sebagai stadion kandang.
Rencananya, Stadion Mattoanging akan direnovasi dengan mengikuti
tipologi Phinisi yang membesar ke atas. Pemprov telah membentuk Tim Koordinasi Perencana Rehab Stadion Mattoanging.
Sejumlah stakeholder terkait masuk dalam tim tersebut. Mulai dari Dispora sebagai koordinator, Biro Aset, Inspektorat, Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, Inspektorat, hingga Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Tim tersebut dikordinatori langsung oleh Kepala Dispora Sulsel Arwien Azis.
Menurut mantan kepala Badan Pengelola Keuangangan Daerah (BPKD) itu, agar serapan anggaran Rp200 miliar dapat terpenuhi dalam satu tahun, maka akan diterapkan sistem bangun-rancang (design and build).
“Sistem pembangunan yang sama ketika GBK direnovasi. Pada Rapat Senin (25/11) disepakati bahwa Stadion Mattoangin akan direhabilitasi berat,” ungkap Andi Arwien.
Ia menambahkan, anggaran sebesar Rp150 miliar itu tidak mampu
mentransformasi keinginan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Niatnya, markas PSM itu akan dijadikan sebagai sport center. Anggaran yang bersumber dari APBD itu hanya bisa untuk rehabilitasi tahap awal.
Mengingat anggaran yang dibebankan pada APBD tidak mampu, Arwien berharap dukungan APBN pada perubahan nanti. “Alokasi anggaran APBD hanya untuk rehab awal saja mengingat APBD tidak mampu lagi. Kita mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat untuk bantuan pembangunan,” ujarnya di rumah jabatan Gubernur,
kemarin.
Biasanya, pemerintah pusat bisa mengucurkan bantuan anggaran jika pembangunan awal sudah dilakukan. Ia pun mendorong agar renovasi Mattoanging bisa jadi program strategis nasional pada 2021 nanti.
“Karena anggaran 2020 sudah disahkan, sudah tidak bisa masuk. Kita dorong supaya bisa jadi program strategis nasional tahun 2021. Dengan begitu Mattoanging bisa direnovasi total,” tegasnya.
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel Selle KS Dalle, mengatakan dewan menolak usulan untuk renovasi Stadion Mattoanging sebesar Rp200 miliar tahun depan. Pemprov hanya diberikan Rp150 miliar karena beberapa alasan.
“Badan Anggaran (Banggar) berkaca pada mimpi besar Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah yang tidak bisa terealisasi tahun ini. Contoh, rest area dan RS regional gagal direalisasikan, padahal anggaran besar sudah digelontorkan. Sehingga cukup banyak SILPA tahun ini,” ungkap Selle, Selasa (11/12).
”Ternyata, beberapa proyek strategis tidak bisa dijalankan karena tidak selesai DED-nya sehingga banggar meminta kepada TAPD selesaikan dulu itu,” tambahnya.
Legislator Demokrat itu mengaku pemangkasan anggaran tidak asal dilakukan. Dari Rp200 miliar yang diusulkan Dispora, Banggar hanya menyetujui Rp150 miliar. Dewan juga sepakat sudah saatnya Stadion Mattoanging direnovasi. Hanya saja, DED harus dituntaskan terlebih dahulu agar anggaran yang akan digelontorkan nantinya bisa dikalkulasi secara detail.
“Nanti kalau ada DED akan ketahuan sekian anggaran yang dibutuhkan untuk tuntaskan renovasi, sehingga kita bisa melakukan perencanaan dari tahun ke tahun. Kalau sekarang ini kan kita tidak tahu berapa anggaran yang dibutuhkan, masih perkiraan dari Rp700 sampai Rp900 miliar. Tapi kan kita berpikir penggunaan anggaran harus secara efektif. Rugi rakyat kalau kita alokasikan anggaran besar dan kemudian tidak terserap dengan baik,” tambahnya.
Ia menegaskan anggaran Rp150 miliar itupun sudah final. Tidak boleh lagi berubah, karena sudah ditetapkan pada paripurna dan dikonsultasikan ke Kemendagri. Pengusulan anggaran tambahan hanya bisa dilakukan pada perubahan nanti.
“Setelah hasil evaluasi Kemendagri, ada empat hal yang bisa terjadi. Bisa disarankan untuk ditambah anggarannya, bisa disarankan dikurangi anggarannya, bisa tetap, bahkan bisa hilang sama sekali. Kan itu bisa saja terjadi di Kemendagri. Tapi tahapannya tidak bisa diubah,” tukas ketua komisi A itu. (rhm/rus)
Anggaran Renovasi Mattoanging Tunggu Kemendagri
×

