pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

NA: Stadion Mattoanging Tetap Direnovasi

Enggan Lanjutkan Stadion Barombong

MAKASSAR, BKM — Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) kembali bereaksi usai beredarnya desain renovasi Stadion Mattoanging ke publik. Namun, Pemprov Sulsel bergeming dengan hal itu.
Ditemui di kantornya, Selasa (17/12), Gubernur HM Nurdin Abdullah menegaskan, YOSS tidak perlu mempertentangkan rencana pemprov untuk merenovasi stadion tersebut. Karena jika mempersoalkannya, YOSS akan berhadapan dengan masyarakat yang sudah lama memimpikan kehadiran sebuah stadion yang baik, representatif, dan menjadi kebanggaan.
Dia melanjutkan, sebenarnya tidak ada celah hukum bagi YOSS untuk mempersoalkan. Pemprov mengantongi sertifikatnya. Selain itu, pengelolaan terhadap Stadion Mattoanging sudah tidak ada lagi setelah Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel mencabut kewenangan YOSS.
“Jadi apalagi yang dipertentangkan. Kewenangan YOSS untuk mengelola Stadion Mattoanging sudah dicabut KONI. Dan KONI sudah memberikan ke pemprov,” tegas Nurdin.
Orang nomor satu Sulsel itu melanjutkan, walaupun saat ini YOSS mengajukan gugatan ke PTUN, tidak masalah. Rencana renovasi akan tetap berjalan.
“Tidak apa-apa bergulir (gugatannya). Kita renov aja. Tetap berjalan. Anggarannya kan sudah disiapin,” tandas Nurdin.
Usulan YOSS agar Pemprov Sulsel lebih mementingkan penyelesaian Stadion Barombong dibanding merenovasi Stadion Mattoanging, pun tidak terlalu menjadi persoalan. Nurdin tampaknya berpikir dua kali untuk melanjutkan pembangunan stadion Barombong.
Pasalnya, meski hasil audit Stadion Barombong nantinya keluar dan dinyatakan tidak memiliki masalah, Nurdin menjelaskan, persoalan proyek bukan hanya soal hasil audit. Tetapi juga persoalan akses menuju lokasi tersebut.
“Kelanjutan pembangunan Stadion Barombong itu bukan soal hasil audit, tapi juga akses” tandasnya.
Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mengaku enggan melanjutkan Stadion Barombong jika pada akhirnya hanya melahirkan kemacetan di dekat kawasan tersebut.
Oleh karena itu, Nurdin menyebut sebelum menyelesaikan pembangunan stadion Barombong, dirinya terlebih dahulu memperluas akses jalan dan membangun satu jembatan terlebih dahulu menuju stadion Barombong untuk menghindari kemacetan.
“Tidak ada lagi macet. Karena itu kita harus bangun jembatan, diperluas, atau bangun satu lagi jembatan menuju Stadion Barombong. Karena kita bikin juga tidak langsung fungsional. Jadi akses dulu kita perbaiki,” paparnya.
Nurdin menambahkan alasan lain tidak melanjutkan pembangunan stadion Barombong, karena pihak Gowa Makassar Tourism Development hanya menyerahkan aset lahan di kawasan Stadion Barombong itu sebagai fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Bukan dalam bentuk hibah lahan ke pemprov.
“Yang kedua, GMTD harus menyerahkan bukan sebagai fasum. Kemarin kan mereka mau serahkan sebagai fasum. Harusnya dihibah dong. Fasum tidak bisa, karena itu akan dibangun stadion,” jelasnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Andi Arwien Azis mengatakan, sebagai OPD terkait, pihaknya yang secara teknis tetap akan melaksanakan renovasi Stadion Mattoanging. Apalagi usulan renovasi itu sudah mendapat persetujuan dari DPRD Sulsel saat pembahasan APBD 2020.
Dia menekankan, rencana besar itu sudah menjadi salah satu program prioritas gubernur Sulsel tahun depan. Saat ini, Pemprov Sulsel juga telah membentuk Tim Koordinasi Perencana Rehab Stadion Mattoanging.
Sejumlah stakeholder terkait masuk dalam tim tersebut. Mulai dari Dispora sebagai koordinator, Biro Aset, Inspektorat, Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, Inspektorat, hingga Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Tim tersebut dikordinatori langsung oleh Arwien. (rhm/rus)



×


NA: Stadion Mattoanging Tetap Direnovasi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar