pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Anak dan Ibu Terluka Bakar

MAKASSAR, BKM — Jarum jam baru menunjukkan pukul 06.30 Wita, Senin (4/12). Tapi suasana di permukiman padat penduduk Jalan Baji Nyawa, RT D/RW 1 Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar sudah gaduh.
Mereka beramai-ramai keluar dari dalam rumah untuk mencari selamat. Saat itu api tengah berkobar di permukiman yang memiliki akses jalan sangat sempit.
Tercatat sedikitnya 11 unit rumah ludes dilalap si jago merah. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta.
Sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian, menuturkan api bermula dari rumah salah seorang warga bernama Budiman (50). Ia bersama istrinya Nurhumaidah (38) diketahui sebagai pemilik industri pembuatan tempe di wilayah ini. Api disebutkan berasal dari tabung gas ukuran 3 kg yang bocor lalu kemudian meledak.
Sebelum kebakaran terjadi, Nurhumaida tengah memasak air panas dengan menggunakan tabung gas ukuran tiga kilogram. Dia tidak memperhatikan adanya bau gas yang keluar dari tabung akibat karetnya yang tidak terpasang dengan baik.
Ketika kompor menyala, tiba-tiba saja langsung terdengar suara ledakan. Saat kejadian, Yuli Andriani (17), putri Budiman dan Nurhumaidah sementara mandi di dalam kamar mandi.
Diapun kaget dan langsung keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan busana. Wajahnyapun terkena semburan gas dan terbakar. Spontan Yuli berteriak. ”Tolong…tolongka…mukaku terbakar.”Ibunya yang sudah berada di luar rumah dan mendengar teriakan itu langsung datang menolong. Nurhumaidah memberikan sepotong kain untuk digunakan anaknya menutupi badannya. Akibat kejadian itu, wajah Yuli melepuh. Nurhumaidah juga mengalami luka terbakar di sekujur tubuhnya.
Warga sekitar beramai-ramai menolongnya dengan menyiram air menggunakan alat seadanya. Selanjutnya, anak dan ibu ini dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan.
Selain kedua korban terbakar, seorang warga di sekitar lokasi kebakaran bernama Sri Rahayu (56) meninggal dunia. Rumahnya berjarak sekitar 30 meter dari tempat kejadian. Selama ini ia memang sakit dan meninggal karena terserang penyakit jantung ketika mendengar suara warga yang panik dan berteriak kebakaran.
Budiman yang ditemui kemarin, mengatakan saat kebakaran terjadi, tetangganya sementara sibuk bersiap-siap hendak pergi bekerja. Ada juga yang mengurus anaknya untuk berangkat ke sekolah.
Banyaknya rumah penduduk yang terbakar disebabkan karena wilayah ini memang padat penduduk. Selain itu, petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi terkendala dengan akses jalan untuk masuk. Sebab lorongnya sempit, sehingga mobil pemadam tidak bisa sampai.
Untung selang pemadam sampai di lokasi. Setelah melakukan penyiraman selama hampir dua jam, 12 armada pemadam bersama warga sekitar berhasil menjinakkan api.
Camat Mamajang Fadli Wellang langsung datang ke lokasi kebakaran. Saat ditemui, Fadli mengatakan kebakaran diduga akibat ledakan tabung gas di rumah salah seorang warga bernama Budi. Ia membuka industri rumahan untuk pembuatan tempe di Jalan Baji Nyawa RT 4 RW 1 Kelurahan Karang Anyer.
”Dari hasil pendataan yang dilakukan pihak kelurahan, total ada 11 unit rumah yang rusak. Sembilan diantaranya rata dengan tanah akibat terbakar. sementara empat rumah dirusak agar api tidak meluas. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Fadli Wellang.
Kapolsek Mamajang AKP Mihardi bersama anggota yang turun di lokasi kebakaran langsung melakukan pengamanan dan memasang garis polisi. Warga atau pihak-pihak yang tidak berkempentingan dilarang diminta masuk ke lokasi.
Tercatat ada 16 kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal akibat kejadian ini. (jul-ish/rus/b)



×


Anak dan Ibu Terluka Bakar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar