JAUH sebelum peristiwa kebakaran hebat, Etti sering merasa khawatir dengan keamanan dan kenyamanan tinggal tepat di samping pemilik usaha bantal busa ini.
“Dari dulu ji memang saya khawatir kalau rawan terjadi kebakaran. Itu kan yang pemilik ruko di samping punya usaha bantal busa dan kasur, bahaya kalau ada yang lalai merokok dan main api. Karena bahan-bahan di situ mudah terbakar. Memang tidak ada tangga atau pintu darurat di ruko ini,” sebut Etti di depan rumahnya.
Pada saat terjadi kebakaran, Etti mengaku sedang ada dalam rukonya. Dia baru mengetahui terjadi kebakaran dari orang-orang yang sudah ramai di depan rumahnya.
Sontak, Etti bersama keluarganya dibuat panik. Barang berupa kendaraan yang terparkir di dalam rumahnya ia keluarkan. Dan berharap kebakaran tidak ikut menjilat tempatnya tinggal.
“Sempat mobil dan motor saya kasih keluar, namanya juga orang panik. Saya lihat sudah banyak asap hitam tebal keluar dari dalam ruko itu,” tambahnya.
Untuk penyebab kebakarannya, Etti juga mengaku sama sekali tidak tahu. Namun dari informasi yang beredar, banyak menyebut api muncul dari korsleting listrik. (arf)
Tetangga Sering Khawatir
×

