pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Appi Mau Bangun Tiga RS Tanpa Kelas

Juga Hapus Iuran Sampah

MAKASSAR, BKM — Bakal calon (balon) wali kota Makassar Munafri Arifuddin makin gencar bersoalisasi. Terakhir, ia menggelar acara silaturahmi dan pemaparan visi misi. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Menara Bosowa, Minggu (19/1). Digagas oleh Gerakan Tomas Pemenangan Munafri Arifuddin (Gasmar).
Sedikitnya 1.500-an orang hadir. Mereka adalah tokoh masyarakat serta perempuan dari delapan kecamatan di Makassar.
Dalam pemaparannya, pria yang karib disapa Appi itu menjelaskan konsep dalam membangun Makassar jika kelak mendapat amanah sebagai wali kota.
“Dari awal saya sampaikan, tanpa jadi wali kota pun hidup saya tidak akan susah. Tapi saya tidak mau kesejahteraan itu hanya milik saya. Melainkan juga untuk semua warga Kota Makassar. Itulah konsep kita, ingin Makassar jauh lebih baik dari hari ini,” ujar Appi disambut riuh sorak dan tepuk tangan.
“Saya minta ketulusan hati dan dukungan bapak ibu tokoh masyarakat kepada kami untuk maju sebagai calon wali kota Makassar di tahun 2020,” imbuhnya.
Di bagian lain penjelasannya, Appi berjanji akan membangun sebanyak tiga rumah sakit tanpa kelas. Rumah sakit tersebut nantinya akan menerapkan sistem pelayanan tanpa syarat yang saat ini banyak menyulitkan warga.
“Rumah sakit itu bakal ditunjang dengan fasilitas memadai. Walaupun statusnya kelas tiga, tapi pelayanan dan fasilitas yang baik akan kami utamakan nanti,” jelas Appi.
Selain itu, demi menciptakan kota yang bersih, iuran sampah tidak akan ada lagi. Warga dituntut untuk sadar kebersihan dengan tidak membebankan biaya sepeser pun.
“Nanti kita cuma minta warga untuk pilah sampahnya. Karena sampah bisa didaur ulang dengan memberdayakan ekonomi kreatif yang juga akan kita bina nanti,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Appi, nantinya guru-guru agama akan lebih diperhatikan lagi. Ini untuk membentuk karakter warga dengan akhlak yang baik.
Dan yang paling penting, menurut dia, adalah pemberdyaan ekonomi. UMKM di tengah masyarakat harus lebih diperhatikan. Jika perlu difasilitasi oleh pemerintah dalam pengembangannya, untuk menekan angka pengangguran di kalangan anak muda Makassar. Latihan keterampilan menjadi solusi yang ditawarkan Appi.
“UMKM kita butuh pendampingan. Pemuda-pemuda kita butuh kerja,” tegasnya.
Menantu HM Aksa Mahmud ini, juga memastikan tidak memutasi pejabat ASN di lingkungan pemkot jika terpilih di pilwali 2020 hanya karena urusan politik praktis.
“Saya pastikan, jika takdir mengantarkan saya menjadi wali kota, saya tidak akan melakukan mutasi pejabat karena masalah politik, hanya karena tidak mendukung saya di 2020. Misi saya adalah menciptakan sistem meritokrasi. Pengangkatan dan pemberhentian pejabat pemerintahan itu karena kinerjanya, bukan karena siapa yang dia dukung,” tandas Appi.

Apresiasi Ketua TGUPP

Dari sejumlah tokoh yang hadir di acara silaturahmi ini, semuanya memberikan apresiasi untuk Appi. “Beliau sangat memahami masalah Makassar. Bahkan masalah yang sering dianggap kecil oleh sebagian orang tapi sejatinya masalah yang mendesak. Dan bagusnya, Pak Appi juga memiliki solusi yang brilian untuk menyelesaikan masalah-masalah itu,” ujar Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulsel Prof Yusran Jusuf yang hadir.
Menurut Yusran, gagasan yang disampaikan Appi sangat kompatibel dengan visi misi pembangunan gubernur Sulsel.
Apresiasi juga datang dari Dewan Pembina Persatuan Muslimin Indonesia (PARMUSI) Dr Iqbal Parewangi. Kata dia, Appi memiliki karakter yang cocok membangun Makassar menjadi lebih baik dibanding karakter kepemimpinan wali kota sebelumnya. Karakter yang dimaksud adalah sportifitas dan spiritualitas.
“Manajemen yang paling susah adalah manajemen persepakbolaan. Sehingga orang yang bisa memenej persepakbolaan, maka pasti bisa memenej sebuah kota jauh lebih baik daripada dua kali tambah baik,” jelas Iqbal.
Mantan anggota DPD RI ini meminta Appi untuk tidak mengikuti jejak wali kota sebelumnya, yang gemar melakukan mutasi pejabat karena dianggap tidak mendukung kepentingan nafsu kekuasaan wali kota.
“Pak Appi kalau duduk nanti jangan dimutasi aparat yang tidak mendukung. Jangan keluarganya (pejabat yang tidak mendukung) dimutilasi kehidupannya,” cetusnya.
Aktivis antikorupsi yang juga tokoh perempuan Sulsel Husaimah Husain, menilai bahwa visi misi Appi menunjukkan bahwa negara hadir untuk mensejahterahkan warga dan memberikan perlindungan kepada semua warga. Termasuk di dalamnya hak-hak perempuan, anak, dan disabilitas.
Dosen komunikasi politik dari UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad juga berpandangan sama. Ia pun menyarankan Appi untuk tidak mengikuti kegagalan wali kota sebelumnya.
“Dalam menyusun program jangan seperti pendahulu. Terlalu banyak program disampaikan ketika visi misi, tapi ketika tiba saatnya eksekusi banyak program baru yang tidak pernah disampaikan sebelumnya. Sehingga kelihatan bahwa memang tiba masa tiba akal,” tandas Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINAM ini.
Apresiasi terakhir datang dari Ketua Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendekiawan Muda Indonesia (MASIKA ICMI) Sulsel drg Ardiansyah S Pawinru.
“Penyampaian visi misi Pak Appi seirama dengan anak-anak muda. Apalagi persoalan terbesar anak muda adalah pengangguran. Creative hub atau coworking space yang akan dibangun Pak Appi di setiap kelurahan itu bisa menggerakkan roda ekonomi kreatif,” imbuhnya. (rif)




×


Appi Mau Bangun Tiga RS Tanpa Kelas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar