MAKASSAR, BKM–Hingga, Kamis (30/1), RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo belum merawat satupun pasien yang terjangkit virus corona. Meski begitu, rumah sakit berplat merah tersebut tetap siaga jika sewaktu-waktu ditemukan pasien corona.
Bahkan kemarin, RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo telah menyediakan ruangan khusus. Ada dua ruangan yang disediakan dengan 18 tempat tidur.
Ruangan ini diperkenalkan oleh Dirut RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Dr Khalid Saleh. Dalam kesempatannya, Khalid sekaligus memperkenalkan Gedung Infection Center di rumah sakit tersebut.
Khalid menjelaskan, oleh Kementrian Kesehatan, pihak RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo mendapatkan bantuan pengadaan ruangan. Namun pihaknya malah diberikan gedung tiga lantai yang dikhususkan bagi para penderita penyakit kronis berbahaya.
Di gedung ini, khusus lantai 1 untuk penyakit seperti flu burung, sars, flu babi, dan corona. Untuk lantai 2 khusus penyakit tuberkulosis dan lantai 3 khusus pemderita HIV.
“Kalau sampai saat ini, Corona virus sampai sekarang belum ada kasus yang kita rawat. Memang kemarin ada kasus-kasus yang kita evaluasi, tapi tidak sampai mengarah ke kasus pemderita virus corona,” jelasnya.
Walaupun telah menyediakan ruangan khusus untuk corona, namun Khalid menyatakan pihaknya tetap berharap tidak ada masyarakat yang terinfeksi. Olehnya, ruangan ini hanya digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kita harapkan kasus corona ini tidak ada. Tapi kalau sampai ada, kita harus tingkatkan kewaspadaan. Ruangan ini siap menampung,” katanya.
Hingga saat ini sendiri pihaknya belum menemukan ada masyarakat yang terjangkit. Olehnya pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi maupun kota, dan juga KKP.
“Kita memang harus koordinasi dengan dinkes provinsi dan kota dan KKP. Dengan KKP menjadi penting karena disanalah pintu masuknya,” terangnya.
Pihak RSUP sendiri tambah Khalik, siap siaga 24 jam jika ada masyarakat yang terindikasi. Untuk biaya pengobatan, Khalid menegaskan semuanya ditanggung oleh negara.
“Selain itu telah pula disediakan tujuh dokter spesialis untuk penyakit paru-paru di gedung ini. Bukan hanya di paru, tapi penyakit dalam, ada anastesi, rehab dan sebagainya,” ungkapnya.
Pihak RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo pun telah membentuk tim untuk menangani khusus pasien yang terjangkit virus corona. Namanya Tim Kesiapsiagaan Pandemi.
Ketua Tim Kesiapsiagaan Pandemi RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Irawati Jaharuddin juga menjelaskan, penyakit yang disebabkan oleh virus seperti corona sebenarnya bisa sembuh sendiri dengan istrahat.
Tapi ia mengatakan, beberapa kasus justru makin memberat. Hal ini karena si penderita memiliki komplikasi penyakit yang banyak. Hal ini pula yang membuat pihaknya menyiapnyiagakan beberapa dokter spesialis di gedung tersebut.
“Beberapa kasus, datang dengan corona, tapi dia punya penyakit lain sebelumnya yang memang sudah berat. Misalnya dia punya komplikasi tentang jantung, diabetes, penyakit paru dan sebagainya,” ungkapnya.
Jika nantinya ada pasien yang seperti itu, maka cenderung terjadi komplikasi yang lebih besar. Jika sudah terjadi, barulah saat itu dilakukan pemeriksaan yang lebih canggih dari sebelumnya.
Munculnya Virus Corona tidak hanya berdampak terhadap kesehatan manusia. Meskipun belum ada korban di Indonesia, Virus Corona berdampak terhadap perekonomian.
Pakar Ekonomi Sutardjo Tui mengatakan, virus corona bisa mengancam perekonomian di Indonesia. Meski saat ini dari sektor riil belum terlihat.
Menurutnya, jika penyebaran virus terus meluas, tidak tertangani maka kekhawatiran akan semakin besar. Dampaknya tentu akan jauh lebih besar.
Kata dia, di sektor keuangan sudah mulai terasa, misalnya dengan pelemahan rupiah, harga komoditas yang tertahan lantaran harga minyak yang cenderung
turun. Selain itu, hal ini juga akan mempengaruhi kredit macet, apalagi jika banyak masyarakat yang sakit.
“Semisal banyak pekerja kita, coorporate kita yang di luar negeri kena, itu tentu bisa mempengaruhi kredit macet, karena berhubungan langsung dengan fisik. Kita tak bisa kerja kalau sakit,” ucapnya.
Ia memperkirakan sektor wisata Indonesia menjadi yang paling terancam dengan penyebaran virus mematikan itu saat ini. Apalagi, Indonesia dan China merupakan mitra di sektor wisata.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Selatan, Didi L Manaba mengatakan, kesehatan harus tetap menjadi poin utama. Meski tak ada penerbangan langsung dari China ke Makassar, masyarakat harus tetap waspada.
“Kita tak boleh terlalu mendorong wisatawan di tengah kondisi seperti saat ini. Apalagi sampai-sampai membuat kesehatan kita terancam,” ujarnya.
Apalagi saat ini pemerintah telah mengeluarkan larangan berkunjung ke China untuk sementara waktu. “Seharusnya untuk masuk juga demikian. Otoritas bandara di China dan negara lain harusnya mengantisipasi masyarakatnya yang ingin keluar,” jelas Didi.
Ia mengatakan pemerintah harus tetap menjaga kesehatan masyarakatnya. Jangan sampai hanya karena ingin mendorong pertumbuhan wisatawan, justru malah membuat Indonesia juga ikut terjangkit virus tersebut.
“Negara harus di protect, kementerian pariwisata juga harus memikirkan hal itu,” katanya.
Didi berharap, virus ini tidak terdampak ke Indonesia dan bisa segera berlalu. Sehingga wisatawan bisa kembali bergairah khususnya di tahun 2020.
“Destinasi tidak bisa dijual begitu saja. Bagi saya yang terpenting jangan hanya kuantitas, tapi kita bicara kualitas. Biar ada yang dibawa keluar wisatawan yang berkunjung,” pungkasnya.
Senada halnya yang diungkapkan Pengamat Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas) Hamid Paddu. Ia mengatakan Pemerintah harus berhati-hati dalam melakukan impor khususnya Pemerintah Provinsi Sulsel.
Hamid menegaskan telah diketahui Sulsel kegiatan impor didominasi dari China. Meskipun Wuhan China asal virus Corona. Ia menyebutkan Pemerintah China saat ini tengah memperketat ekspor barang.
“Saya liat, meskipun tidak berdampak secara signifikan. Adanya virus Corona impor asal China sedikit mengalami penurunan,” ungkap Hamid.
Adapun barang impor dari China yang perlu perhatian dari Pemprov Sulsel seperti produk makanan dan beberapa lainnya. Hamid menuturkan hal ini perlu dilakukan lantaran Virus Corona dapat menyebar dengan berbagai sumber seperti makanan.
“Pemerintah Indonesia saat ini sudah memperketat impor barang dari China. Hal ini saya juga berharap kepada Pemprov Sulsel untuk lebih ketat juga seleksi barang dari China. Karena Sulsel impor terbesar dari China,” tukasnya.(nug)
Bentuk Tim Dokter Spesialis Hingga Siaga 24 Jam
RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Siapkan Gedung Infection Center untuk Pasien Corona
×

