pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

NA Melunak Soal Mattoanging

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah akhirnya melunak terkait Stadion Mattoanging. Ia akan menyelesaikan kisruh yang tengah berlangsung selama ini secara kekeluargaan dengan pihak Yayasan Olahraga Sulsel (YOSS).
Nurdin mengatakan, pemerintah pusat akan membenahi stadion-stadion yang ada di Indonesia. Termasuk stadion yang ada di Makasar. Sehingga ia berharap polemik yang ada bisa segera dituntaskan.
Tak hanya itu, Nurdin juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD Sulsel yang membantu menangani masalah tersebut.
“Saya mengapresiasi rekan-rekan seluruh anggota DPRD, termasuk ketua yang terus melakukan lobi-lobi. Sehingga kita bisa mengambil jalan kekeluargaan tanpa harus melakukan tindakan yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Terkait keterlibatan YOSS terhadap pengelolaan Stadion Mattoanging, Nurdin tak mau berkomentar banyak. Fokusnya ke depan ialah mendapatkan aset itu terlebih dahulu sesuai instruksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Tinggi.
“Nantilah untuk pengelolaannya. Yang jelas aset harus dikembalikan terlebih dahulu,” tegasnya.
Mantan bupati Bantaeng dua periode ini berharap agar kisruh segera terselesaikan. Selanjutnya, anggaran senilai Rp200 miliar dari pusat bisa segera digunakan untuk revitalisasi stadion.
Sebelumnya, komisi E DPRD Sulsel sudah menegaskan agar tidak melakukan eksekusi jika belum ada pertemuan antara keduanya.
Namun Nurdin bergeming. Ia ngototo bahwa pemprov akan melalukan eksekusi dan segera merenovasi stadion tersebut.
“Tidak ada itu. Bagaimana caranya. Dewan sendiri yang mengesahkan anggarannya kok. Masak dia melarang lagi. Itu kan timpang namanya. Anggaran sudah disiapkan terus dilarang, jadi uangnya mau diapain,” cetusnya kala itu.
“Tetap eksekusi, jangan sampai anggaran disiapkan terus masyarakat tidak bisa menikmati. Masyarakat setuju itu kita rehab,” sambungnya.
Dirinya juga menekankan, jika pemprov yang harus menginisiasi pertemuan tersebut, maka tidak akan terlaksana. Sebagai pemilih tanah, pemprov ogah menemui YOSS duluan.
“Bukan saya yang harus ketemu. Masak kita ketemu sementara kita yang punya tanah. Tidak akan ketemu itu. Kita punya harga diri,” tegasnya.
Menyusul masih terjadinya kisruh, hingga saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sulsel juga belum merencanakan pelelangan revitalisasi Stadion Mattoanging. Pasalnya, aset tersebut masih menjadi rebutan antara Pemprov dan YOSS.
Kepala Dinas PUPR, Rudy Djamaluddin, mengatakan ada beberapa hal yang perlu diselesaikan sebelum memulai proses lelang stadion. Pertama, terkait YOSS yang masih terus menggungat. Kedua, terkait desain yang masih perlu dimatangkan, serta hal-hal yang bersifat administratif lainnya.
“Semua hal yang berpotensi menjadi ganjalan-ganjalan dalam pelaksanaan pembangunan harus diselesaikan,” ucap Rudy Djamaluddin.
Dijelaskan Rudy, bahwa fokus pembangunan pada tahun ini hanya ke proyek-proyek yang sifatnya jangka panjang dan anggarannya besar. Hal tersebut bertujuan agar proyek ini tidak dikerjakan dengan waktu yang mepet, dan bisa selesai sesuai target sebelum akhir tahun 2020. (nug/rus)



×


NA Melunak Soal Mattoanging

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar