pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sisa Lima Bulan, Proyek Tol Layang Masih 65 Persen

MAKASSAR, BKM — Progres pengerjaan tol Layang Andi Pangerang Petta Rani terkesan lambat. Hingga saat ini masih mencapai 65 persen. Sementara waktu pengerjaannya tersisa lima bulan lagi.
Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) Anwar Toha mengatakan, lambatnya pengerjaan tol tersebut lantaran cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini yang melanda Makassar. Meski begitu, ia optimistis proyek ini akan berakhir di tanggal 31 Juli 2020.
“Kita harap bisa selesai Juli. Namun tak bisa dipungkiri banyak halangan. Salah satunya musim hujan yang terjadi seperti saat ini. LG yang mengangkat boks tidak bisa berjalan kalau lagi hujan deras, jadi mandek-mandek,” ujarnya.
Anwar Toha juga mengaku, jika pihaknya sudah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian lalulintas untuk mengurai kemacetan di sana.
Apalagi, tingginya intensitas pengerjaan tol mengakibatkan macet berkepanjangan. Penyempitan jalan dan penutupan sejumlah u-turn sejak proyek tersebut mulai dikerjakan menjadi biangnya.
Hal tersebut juga diakibatkan oleh padatnya arus lalulintas yang melintas setiap harinya. Belum lagi, jalan yang berlubang dan bergelombang di sekitar lokasi pengerjaan.
“Memang agak susah, karena volume kendaraan yang melintas juga sangat banyak. Apalagi di pagi dan sore hari,” ujarnya.
Soal kemacetan ini, dikatakannya tidak bisa dialihkan begitu saja. Sudah di bawah koordinasi. Termasuk yang diperhitungkan juga soal yang membahayakan para pengendara.
“Kalau ada jatuh dari sembilan meter tentu membahayakan pengendara. Makanya kita protect dengan jaring-jaring yang di lantai dua. Selain itu, di bawah kita kasih cone agar pengendara tidak terlalu masuk ke bawah tol layang,” terangnya.
Kontraktor PT Wika, tambah Anwar, saat ini sedang melakukan pengaspalan di depan kantor Yamaha. Kondisi jalan di sini juga dinilai cukup parah.
“Jadi tidak ada lagi penyempitan jalan di daerah tersebut karena sebelumnya area tersebut ditutup. Sementara diaspal,” tuturnya.
Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel Arafah Palu, mengatakan pihaknya bersama Pemkot Makassar sudah melakukan rekayasa jalan untuk menekan kemacetan parah di Jalan AP Petta Rani. Rekayasa dilakukan di Jalan Pelita Raya, di mana kendaraan yang melaju dari Jalan Sungai Saddang Baru melewati Jalan Pelita Raya, kini tak bisa langsung terus ke Jalan AP Petta Rani.
Kendaraan harus membelok terlebih dahulu ke Jalan Nikel Raya, yang kemudian tembus di Jalan Pelita Raya samping Kantor KNPI Kota Makassar. Lalu kemudian ke AP Petta Rani.
“Kalau langsung dari Sungai Saddang ke Petta Rani titik ketemunya di sana jadi crowded. Makanya kita putar ke kanan, baru kembali lagi ke Jalan Pelita Raya,” ujarnya.
Arafah menambahkan, pihaknya akan terus mengkaji beberapa jalanan di sekitar Jalan AP Petta Rani. Jika ada solusi rekayasa, mereka akan mencari beberapa titik macet untuk direkayasa lagi.
“Ini efek dari pembangunan tol. Nanti kalau pembangunannya selesai, kita akan buka kembali. Jadi, selama di sana masih macet, kita akan tutup Jalan Pelita Raya yang dari Jalan Sungai Saddang Baru,” lanjutnya.
Sekretaris Dinas Perhubungan Sulsel Fahlevi, juga menyorot soal pengerjaan tol layang. Ia menyebutkan, selain polemik kemacetan di lokasi pengerjaan, salah satu persoalan krusial yang tidak diindahkan pekerja konstruksi yakni aspek keselamatan.
Katanya, di lokasi pengerjaan pengendara rawan tertimpa material bangunan. Dia menganggap, pekerja konstruksi lalai akan hal ini.
Tidak hanya itu, cor semen juga seringkali meluber hingga ke jalan. Bekas cor tersebut mengering dan mengganggu pengendara yang melewati jalan karena tidak dibersihkan dari awal. Rambu maupun lampu penerangan pun dianggap kurang.
“Ini bahaya, apalagi lampu penerangan jalan dan rambu-rambu kalau malam tidak ada. Mestinya ini harus dibahas baik, bukan sekadar bangun saja. Artinya, ini bahaya bagi pengendara,” tegasnya. (nug)




×


Sisa Lima Bulan, Proyek Tol Layang Masih 65 Persen

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar