SELAIN di Ajungan Pantai Losari dan Taman Macan, Kran Air Siap Minum (KASM) juga disediakan PDAM Kota Makassar di Lapangan Karebosi. Sayang, pemanfaatannya hampir sama dengan di dua lokasi lainnya.
Laporan: Arif Qadri-Yusuf-Ardhita
SEBENARNYA, KASM di Lapangan Karebosi dijaga oleh seseorang bernama Gimmin (60). Tapi dia bukanlah karyawan PDAM, melainkan seorang penjual air kemasan yang tempatnya tidak jauh dari KASM.
Meski dijaga, bukan berarti fasilitas untuk umum itu terbebas dari praktik-praktik yang tidak diinginkan. Banyak pengunjung Karebosi yang sering menggunakan air KASM untuk mencuci tangan.
”Hampir setiap hari saya harus menegur orang, khususnya anak sekolah yang menggunakan air kran itu untuk mencuci tangan atau cuci muka. Bahkan saya juga menegur orang dewasa karena melakukan hal yang sama dengan anak sekolah itu,” ujar Gimmin yang ditemui, kemarin.
Gimmin mengaku, sejak adanya KASM di Lapangan Karebosi, ia diberi amanah untuk menjaganya. Dia juga diminta menegur orang yang menggunakan air siap minum itu untuk cuci tangan dan cuci muka.
”Saya memang disuruh oleh orangnya PDAM untuk menjaga kran air itu. Kalau sehari-harinya saya menjual air mineral di sekitar lokasi kran air siap minum. Biasaji saya dikasih pembeli rokok sama pengelola yang mengaku dari PDAM. Lumayan juga, sambil jual air minum, jaga kran air siap minum,” ucapnya.
Meski keberadaan KASM hanya berjarak dua meter dari lapaknya berjualan air minum kemasan botol, Gimmin mengaki pendapatannya tidak terpengaruh.
“Orang pasti memilih dan saya tidak paksa. Kalau mereka mau beli minumanku, silakan. Kalau mereka mau minum dari kran air siap minum, silakan juga. Yang jelas jangan rusak itu kran, karena itu amanah saya untuk menjaga,” jelasnya.
Dari pantauan BKM di lokasi KASM yang ada di Lapangan Karebosi Makassar, kemarin terlihat kran dan pipanya masih terlihat bersih dan mengilap. Air yang mengalir dari kran juga lancar.
Sesekali, pengunjung Lapangan Karebosi yang melakukan aktivitas olahraga lari, singgah sejenak di depan kran air siap minum. Tapi bukan untuk beristirahat atau minum, melainkan singgah untuk cuci muka menggunakan air dari KASM. Setelah itu mereka melanjutkan joggingnya.
Reza (25), salah seorang pengunjung Lapangan Karebosi,
mengaku ragu untuk menikmati air dari KASM yang telah disediakan. Bukannya gengsi atau sok bersih, tapi ia tidak ingin mencoba meminum air KASM karena geli melihat orang yang biasa berlari singgah untuk mencuci tangan atau mencuci muka.
“Saya biasa lihat ada orang yang cuci tangan dan muka. Sebagian besar melakukan itu daripada meminumnya. Saya lebih baik mencegah saja,” tuturnya.
Ia berharap PDAM Kota Makassar menugaskan karyawan khusus yang lebih tegas untuk menjaga KASM. Termasuk memberlakukan denda terhadap warga yang menggunakan KASM tidak sesuai peruntukannya, seperti mencuci muka dan tangan.
”Mereka yang kedapatan cuci tangan bagusnya diberi sanksi. Karena kalau hanya kesadaran yang diminta, saya kira itu tidak efektif. Apalagi di zaman seperti sekarang. Saya saja mengaku masih kurang kesadaran, tapi masih sadar untuk tidak menggunakan air siap minum sebagai tempat cuci tangan,” jelasnya.
Masih banyaknya penyalahgunaan fasilitas KASM oleh masyarakat, dinilai anggota DPRD Kota Makassar disebabkan karena pengadaannya tidak didahului dengan sosialisasi.
Ketua Komisi B Amar Bustanul, mengatakan selama ini tidak adanya sosialisasi yang dilakukan terkait program yang menyasar masyarakat umum. Tidak heran jika higienitas air KASM dipertanyakan.
”Seharusnya, sebelum mengeluarkan program baru, PDAM terlebih dahulu dilakukan sosialisasi ke masyarakat. Agar mereka mengetahui manfaat serta bisa tidaknya air tersebut dikonsumsi,” kata legislator Fraksi Gerindra ini di gedung dewan, Senin (11/1).
Hal senada disampaikan Basdir, anggota Komisi B DPRD Makassar. Dia melihat, selama ini PDAM kurang melakukan sosialisasi, yang membuat pemahaman masyarakat terhadap KASM masih kurang.
Diapun mendorong PDAM untuk menyiapkan petugas khusus di KASM Taman Macan, Anjungan Pantai Losari dan Lapangan Karebosi.
”Kalau seperti sekarang modelnya, pasti masyarakat ragu untuk meminum airnya. Kalau ada petugas, kan dia juga bisa jadi contoh. Petugas itu selalu berada di lokasi, sehingga satu atau dua bulan ke depan masyarakat semakin percaya dan yakin bahwa ini air yang layak dikonsumsi,” sarannya.
Terpisah, Kepala Humas PDAM Kota Makassar Muh Idris Tahir, mengklaim jika KASM yang ada di tiga lokasi telah dimanfaatkan dengan baik oleh warga. Menurutnya, tidak ada kendala di lapangan. Hanya saja dia berharap agar warga bisa ikut menjaga fasilitas tersebut.
Idris menjamin, air siap minum yang dialirkan melalui KASM telah melalui proses uji laboratorium, sehingga higienitasnya tidak diragukan. Air siap minum itu melalui proses tujuh kali penyaringan dan terjamin kebersihannya.
“Warga tak perlu khawatir. Air itu senantiasa dipantau dengan baik. Bahkan rutin diperiksa oleh tim. Di dekat KASM itu juga dipasang stiker larangan, agar air siap minum itu digunakan hanya untuk diminum langsung. Bukan untuk keperluan lain,” tandasnya.
Di tiga titik yang terpasang fasilitas air siap minum diantaranya, di Anjungan Pantai Losari, Taman Macan dan Lapangan Karebosi dijaga oleh petugas, baik Satpol PP maupun security.
“Di Taman Macan dan Anjungan itu dijaga satpol. Sementara di Karebosi dijaga security. Kita juga ada tim yang setiap saat memantau fasilitas itu. Jadi tidak adaji yang memanfaatkan lain fasilitas air siap minum selain dikomsumsi. Masyarakat yang berolahraga di Taman Macan atau di Karebosi sudah memanfaatkan fasitas itu,” terangnya.
Ke depan, tambah Idris, PDAM akan melakukan penambahan fasilitas air siap minum di berbagai titik. Terutama di tempat keramaian atau sarana sosial, seperti masjid, sekolah dan taman. (*/rus/b)

