pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jangan Egois dan Merasa Kuat

MAKASSAR, BKM — Kota Makassar telah dinyatakan masuk zona merah penyebaran covid-19. Bahkan penularannya berlangsung secara local transmission (transmisi lokal) sesama warga kota.
Walau begitu, imbauan untuk di rumah saja belum sepenuhnya dipatuhi. Termasuk social dan physical distancing yang penerapannya tidak maksimal. Masih banyak masyarakat Makassar berkeliaran di luar dan tampak berkerumun tanpa menjaga jarak.
Kondisi ini menjadi keprihatinan bagi bakal calon wali kota Makassar. Samsu Rizal alias Deng Ical misalnya. Ia sangat berharap adanya perubahan perilaku masyarakat di tengah wabah saat ini.
“Intinya perilaku masyarakat harus berubah. Harus adaptif dengan situasi sekarang. Kita butuh kesadaran dan partisipasi masyarakat. Tidak boleh egois dan merasa kuat. Sebab banyak saudara dan keluarga kita yang bisa terkena,” ujarnya, kemarin.
Munafri Arifuddin alias Appi juga berharap sama. ”Kita pahami bahwa kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan covid-19 harus mengacu kepada kebijakan pemerintah pusat, sehingga daerah tak boleh mengambil tindakan di luar kebijakan gugus tugas covid-19 nasional,” ujarnya.
Karena itu, kata dia, Pemkot Makassar sebaiknya prioritas menjaga lingkungan pada klaster terjangkit. Artinya, lingkungan terkecil dari mereka harus dikarantina total minimal hingga satu RT.
”Dengan karantina total, pemerintah harus menyiapkan pangan bergizi dan juga multivitamin pada seluruh warga di area tersebut. Selain tentunya penyemprotan disinfektan di setiap rumah,” jelas Appi, kemarin.
Diakui pula oleh Appi, sumber daya kesehatan yang dimiliki Kota Makassar ini masih sangat terbatas, sehingga harus dijaga dengan baik. “Pemerintah harus menyiapkan APD (alat pelindung diri) yang memadai pada seluruh fasilitas kesehatan yang ada, baik milik pemerintah maupun swasta. Karena kita tidak pernah tahu mereka yang terpapar berobat ke tempat mana,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas sosial, pemerintah sebaiknya menyiapkan bantuan natura bagi masyarakat pekerja informal yang kehilangan pendapatan akibat wabah ini. Pemerintah harus melibatkan LPM dan RT/RW untuk terus mengedukasi publik tentang pentingnya memutus rantai penyebaran dengan tetap berdiam di rumah, rajin mencuci tangan. Kalaupun harus keluar rumah, selalu mengenakan masker dan menjaga jarak fisik.
“Terakhir, kami melalui teman-teman Appi Peduli akan turut memberi kontribusi kecil dalam menangani dampak sosial wabah ini. Beberapa program perlindungan sosial akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat,” tandasnya.
Balon wali kota Irman Yasin Limpo alias None berharap jika ada masyarakat kota yang ‘tuna taat’ terhadap kebijakan pemerintahnya saat ini, itu mungkin disebabkan oleh pemerintah kotanya dianggap tidak kompeten melaksanakan apa yang menjadi harapan masyarakatnya.
“Saran saya, karena ini kondisi yang luar biasa, harusnya penanganannya juga tidak biasa-biasa. Yang kedua karena ini krisis, maka pengambilan keputusan yang cepat serta mengandung risiko itu adalah konsekwensi pemimpin. Karena ini masalah kemanusiaan, sebaiknya informasi tidak dimanipulasi. Jangan diperlihatkan di medsos atau berita IG (Instagram) yang fokus pada pelaksanaan, tapi fokus pada edukasi dan apa yang harus dilakukan masyarakat,” ujar None.
Mantan Kadis Pendidikan Sulsel ini menambahkan bahwa kalau hanya mengimbau pasang masker, juga mengkapitalisasi seruan pemerintah pusat. “Tidak usah mengesankan seakan-akan itu inisiatif pemerintah lokal. Ruang komunikasi itu jangan diambil banyak oleh foto pejabat. Tapi yang terpenting adalah pesan edukasi,” tandasnya.
Ia berharap pemerintah lokal ini tidak bingung dan berputar-putar tidak tahu ke mana arah tujuan. Kelihatan sibuk mondar mandir tapi tidak efektif.
”Harus jelas sebenarnya, sebelum covid sudah ada planning di mana pekuburan di Makassar kalau korbannya massal,. Di mana isolasi kalau skalanya membesar, dan bagaimana memobilisasi potensi masyarakat untuk menangani safety net dan penanggulangan layanan medis. Bukan sudah bangga dan lebih fokus semprot jalan raya dengan disinfektan pakai mobil damkar. Karena jalan raya tidak pernah disentuh oleh banyak tangan masyarakat. Intinya, pemkot harus dibantu oleh masyarkat supaya bisa fokus,” pungkas None.
Balon wali kota lainnya Moh Ramdhan Pomanto, berharap warga atau pihak mana pun yang mempunyai kemampuan agar membantu rumah sakit dan tenaga medis, khususnya bantuan APD.
”Untuk aktivitas warga Makassar, harus ada konsistensi aparat pemerintah, polisi dan militer untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat. Saya berharap agar Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel dapat segera memenuhi persyaratan agar dapat diterapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar,” tandasnya. (rif)




×


Jangan Egois dan Merasa Kuat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar