pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Menangis Ceritakan jadi Muallaf

Duta Humas Polda Sulselbar

CANTIK, menarik dan humblle. Tiga kata ini cukup untuk menggambarkan sosok Yesenia Green. Gadis keturunan Inggris-Toraja ini telah didaulat sebagai Duta Humas Polda Sulselbar.
Di sela-sela menjadi seorang duta, Senia –sapaan akrabnya– juga kini masih disibukkkan dengan aktivitas sebagai mahasiswi di STIM Nitro Makassar. Ia kini duduk di semester 5 jurusan Manajemen Keuangan.
Awalnya, Senia merupakan wanita yang awam soal dunia kepolisian. Sejak kecil ia lebih banyak bergelut di dunia fashion. Bahkan, iklan Inez Cosmetic yang dibintanginya kini telah tayang di sejumlah TV swasta nasional.
Namun, sejak mengikuti pemilihan Duta Humas Polda 2015 lalu, wanita kelahiran Makassar 24 Maret 1995 ini mulai paham bagaimana kerja seorang polisi.
“Kini saya paham apa yang dilaksanakan dan dirasakan polisi yang sebenarnya. Semua yang dilakukan polisi semata-mata untuk menjaga dan melindungi masyarakat, bukan untuk menyusahkan masyarakat,” ujar Senia.
Senia juga menuturkan suka duka selama mengikuti pemilihan Duta Humas ini. Utamanya, soal kedisplinan yang mungkin jarang ia temukan di lingkungannya. “Banyak hal yang saya dapatkan selama karantina dan itu sangat berharga,” imbuhnya.
Di saat asyik memaparkan tentang suka dukanya menjadi Duta Humas Polda, tiba-tiba raut wajah Senia berubah menjadi sedih ketika ia ditanya tentang keyakinannya. “Saya muslim dan saya muallaf,” katanya mantap.
Anak pasangan Desmond Green (almarhum) dan Agustina Yohana ini pun menceritakan bagaimana perjalanan spiritualnya hingga ia memeluk Islam.
Senia menuturkan, pergulatan spiritualnya terjadi pada 2014 lalu. Sebelumnya, ia merupakan sosok yang aktif di gereja. Apalagi kedua orang tuanya adalah pemeluk agama Kristen yang taat.
Rasa penasarannya terhadap Islamlah yang mengantar Senia menemukan hidayah. Ini berawal ketika beberapa pihak melarang ia tahu tentang Islam. Tapi, rupanya ini yang menjadi cambuk baginya belajar Islam. Ia pun rutin membuka literatur tentang Islam di internet.
“Saya rajin googling mencari literatur tentang Islam. Saya membandingkan apa yang saya tahu dan pendapat agama lain tentang Islam, dan ternyata itu tidak benar,” kata Senia.
Di saat keseruan Senia menceritakan bagaimana upayanya mempelajari Islam, tiba-tiba air matanya mengalir pelan dari bening matanya. “Saya sedih karena harus berdebat panjang dengan orang tua. Mereka awalnya tidak setuju dengan keputusan saya masuk Islam. Tapi karena ini sudah hidayah, maka saya ngotot untuk masuk Islam,” kata Senia.
Ia semakin yakin memeluk agama Islam ketika suatu malam ia sedang tidur di kamarnya. Tiba-tiba, antara sadar dan tidak ia merasa didatangi seseorang yang menggunakan jubah putih. “Bayangan putih itu mendekatiku dan mengelus kepala dan punggungku. Ia lalu bilang untuk meneruskan usahaku karena itulah yang terbaik,” kata Senia sambil menangis saat berkunjung ke BKM, Selasa (19/1).
Keesokan harinya ia kembali minta izin ke orang tuanya untuk memeluk Islam. Setelah itu Senia pun menemui seorang ulama untuk di-Islam-kan.
“Setelah itu saya lalu masuk Islam membaca dua kalimat syahadat di Masjid Al Markaz Al Islami usai salat Jumat. Hari itu Juli 2014 saat bulan puasa,” kata saudari tiri mantan penjaga gawang Timnas Inggris ini.
Sejak saat itu, nama Senia berubah. Jika awalnya nama Senia adalah Yesenia Green, maka kini berubah menjadi Hanifa Senia.
Kini setelah beberapa tahun memeluk Islam, keluarga Senia sudah bisa menerima keputusan wanita berambut pirang ini. “Alhamdulillah, orang tua dan keluarga sudah bisa menerima keputusan saya,” kata Senia. (ish/rus/c)



×


Menangis Ceritakan jadi Muallaf

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar