pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

NA Kucur Bantaeng Rp16 Miliar

BANTAENG, BKM — Pascabanjir bandang yang melanda kawasan kota Bantaeng dan sekitarnya, dalam dua hari terakhir, Sabtu dan Minggu (13-14/6), pemkab bersama elemen masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan lumpur dan sampah yang terseret arus.
Bupati Bantaeng H Ilham Azikin usai memimpin apel, Sabtu (13/6), selain mengarahkan, dia juga terjun langsung ke lapangan mendampingi Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah. Sejumlah titik terdampak ditinjau gubernur bersama rombongan. Di antaranya kompleks Pasar Sentral Bantaeng yang terletak di Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu.
Juga pemukiman warga yang di Kelurahan Tappanjeng yang mengalami kerusakan cukup parah. Mapolsek Bantaeng dan asrama polisi di Jalan Manggis, Mal Pelayanan Publik (MPP) dan perbankan di Jalan Kartini, rujab bupati di Jalan Gagak dan kantor PDAM tidak luput dari genangan lumpur.
Analisa sementara, menurut bupati dan wakil bupati, penyebab bencana ini dikarenakan cekdam Balang Sikuyu sebagai pengendali banjir yang berlokasi di Kelurahan Karatuang, Kecamatan Bantaeng, jebol sepanjang 15 meter.
”Kita semua harus bersinergi untuk membantu masyarakat yang terdampak, melalui berbagai cara,” ujarnya.
Wakil Bupati Bantaeng Sahabuddin, bersama Sekkab Abdul Wahab, seluruh kepala OPD, serta ASN lingkup pemkab, melaksanakan kerja bakti di Jalan Mangga, Pasar Baru, serta wilayah-wilayah lainnya yang mengalami dampak parah dari banjir Jumat lalu.
Dalam peristiwa ini, satu warga Desa Bonto Tiro tewas terseret arus pada Jumat (12/6) malam pukul 18.30 Wita saat banjir bandang melanda. Remaja bernama Haerul (14) yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek, baru ditemukan di bawah gorong-gorong di depan SD Inpres Tala-tala (dekat Kantor Dinas Pemuda dan Olah Raga), Jalan TA Gani, Be’lang, pukul 20.30 Wita.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantaeng Irfan Fajar, yang dikonfirmasi Minggu (14/6), mengenai data kerusakan rumah, fasilitas umum, serta taksiran sementara kerugian, belum bisa memberikan keterangan.
Bantuan tenaga untuk pembersihan lumpur dan jalanan datang dari Satuan Brimob Polda Sulsel dan Batalyon Infanteri 726 Kodam XIV/Hasanuddin.
Gubernur Sulsel memberikan bantuan senilai Rp16 miliar. Dia menyatakan prihatin dan meminta warga agar bersabar menghadapi cobaan tersebut. ”Semoga bencana ini
Selain sibuk membersihkan rumah dan beberapa ruas jalan, sebagian besar warga terdampak banjir membutuhkan bantuan pakaian, obat-obatan dan makanan.
Ketua TP PKK Bantaeng Hj Sri Dewi Yanti, siang malam membawakan bantuan, terutama makanan. Sejumlah titik perkampungan yang didatangi berlokasi di Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng, Bonto Rita dan Bonto Sunggu (Kecamatan Bissappu).
Elemen masyarakat lainnya yang berpartisipasi langsung di antaranya tim relawan PMI, relawan PKS, relawan Muhammadiyah, serta KNPI.
Dari pantauan BKM, Minggu (14/6), Jalan Durian dalam kota ditutup karena ada kerja bakti. Di Jalan Bangau, jalanan diblokir karena warga memanfaatkannya untuk menjemur barang-barangnya yang basah akibat terendam banjir. (wam/b)




×


NA Kucur Bantaeng Rp16 Miliar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar