pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hijrah Demi Karir

HIDUP selalu penuh dengan pilihan. Butuh pertimbangan dan kecerdasan insting dalam menentukan pilihan terbaik yang akan diambil. Apalagi terkait karir dan masa depan.
Itulah yang dihadapi wanita cantik bernama lengkap Joanica Jones Tampubolon ini. Dia berani memutuskan berhijrah ke Makassar demi meraih karir yang lebih cemerlang.
Sejak duduk di bangku kuliah, tepatnya di Universitas Padjajaran, Bandung, Joanica sudah akrab dengan dunia kerja. Wanita kelahiran Bandung, 13 Oktober 1981 ini pernah berkarir di Fame Station Bandung, Bank Mandiri dan Anderson Consuling.
Usai menamatkan kuliah, tahun 2004, dia kerap bolak-balik Bandung-Makassar untuk berbisnis, karena dia punya clothing join dengan teman.
Tapi di Makassar, dia ditawari ibu dari temannya untuk bekerja di Hotel Sahid. Dia menerima tawaran itu dan memutuskan menetap di Makassar.
Delapan bulan bekerja di hotel berbintang itu, ada tawaran untuk bekerja di Hotel Quality tahun 2006. Ingin mencari pengalaman sebanyak-banyaknya, Joanica selalu menyambut tawaran yang datang. Lepas dari Hotel Quality, Joan pun bergabung di Santika Hotel pada Januari 2007.
Empat tahun lebih bekerja di hotel itu, dia memutuskan untuk berhenti berkarir dulu. Dia fokus untuk mengurus anak. Sebenarnya, bidang ilmu yang digeluti selama kuliah agak berbeda dengan dunia karir yang diretasnya karena berhubungan dengan bidang perhotelan.
Joanica merupakan jebolan D3 Editing Unpad. Editing itu lebih ke penyuntingan kata atau editan bahasa. Namun, pengalaman selalu menjadi guru terbaik.
Sempat cuti berkarir, dirinya kemudian ditawari untuk bergabung di The Level tahun lalu. Diapun dipercaya menduduki posisi Marketing Manager yang dilakoni hingga saat ini.
Dalam berkarir, dia selalu berpegang pada prinsip untuk selalu rendah hati dan berdoa. “Orang rendah hati pasti mau belajar, karena nggak mungkin semua bidang pintar dilakonin,” ujarnya memberi alasan.
Sebagai orang yang bertanggung jawab dalam bidang promosi dan penjualan, dia selalu bertemu banyak orang. Karena itu dia harus punya strategi jika mendapat komplain dan dimarahi oleh tamu. Namun itu tidak dianggap sebagai beban.
Bagianya, setiap pekerjaan yang dilakoni selalu ada risikonya. Intinya, dia berusaha berbuat yang terbaik untuk pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabnya.
Ke depan, dia berharap bisa lebih eksis lagi dalam berkarir. Namun, ditegaskan ibu dua anak ini, walaupun aktif bekerja, tetap mengutamakan keluarga. Baginya, keluarga tetap nomor satu. (rhm/rus/c)



×


Hijrah Demi Karir

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar