MAKASSAR, BKM — Laju penyebaran covid 19 di Kota Makassar masih fluktuatif atau naik turun. Hal ini terlihat melalui analisis angka reproduksi efektif (Rt).
Angka telah menyentuh 1,1. Pekan sebelumnya, tim gugus tugas melaporkan angka reproduksi covid-19 di Makassar berada di bawah satu, yakni 0,81.
Pakar Epidemiologi Universitas Hasanuddin, Ansariadi mengatakan, penambahan angka reproduksi efektif disebabkan adanya lonjakan kasus.
Data terakhir, terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 138 kasus. Sehingga, jumlah kumulatif kasus positif di wilayah Makassar sebanyak 7.241 kasus.
Dari jumlah tersebut, 5.046 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 260 orang meninggal dunia.
Ansariadi juga memperlihatkan data kurva mingguan. Dimana kasus positif virus corona di Makassar masih flutuaktif atau naik dan turun.
Tren saat ini, kasus positif naik drastis mendekati 100 kasus per harinya. Sebelumnya hanya dalam rentan 20 sampai 30 kasus.
“Makassar sekarang 1,1 jadi naik lagi. Dalam tiga hari terakhir pertambahan sudah berkisar 60 sampai 100 kasus per hari. Sebelumnya itukan posisi rt kita cuman 0,81,” ujarnya, kemarin.
Ia menyarankan pemeritah memberi perhatian khusus terhadap kondisi tersebut. Upaya pelacakan harus digencarkan, termasuk menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penularan covid-19.
“Kita sudah sampaikan ke wali kota diperketat kembali penegakan protokol kesehatan. Tambah pemeriksaan untuk menjaring mereka yang positif dan mencegah penularan,” tambahnya.
Ansariadi menilai intervensi yang dilakukan pemerintah untuk menekan penularan belum maksimal. Masih banyak kasus yang belum ditemukan. Tracking dibutuhkan melalui tes massal.
Diketahui, angka reproduksi merupakan potensi penularan penyakit oleh seseorang kepada orang yang lain.
Apabila angkanya kurang dari 1, maka penularan dianggap bisa dikendalikan karena berjalan lambat. Namun, jika jumlahnya lebih dari 1, maka penularan akan makin tinggi dan kian banyak pasien yang tertular.
Sementara itu, sejak pekan lalu, Pemerintah Kota Makassar mulai melunak dengan membolehkan digelarnya resepsi pernikahan di hotel, sepanjang menerapkan protokol pencegahan virus korona.
Sebelumnya, kegiatan mengundang kerumunan banyak di hotel dilarang lantaran masih tingginya angka kasus Covid-19 di kota setempat.
Asisten I Kota Makassar, M Sabri mengatakan regulasi yang mengatur teknis pelaksanaan resepsi pernikahan telah dirampungkan.
Pihaknya memberi gambaran pelaksanaan kegiatan yang diperbolehkan. Misalnya, dalam setiap pertemuan yang melibatkan lebih dari 30 orang, pihak hotel wajib menyiapkan petugas atau pengawas khusus.
Mereka harus bisa memastikan protokol kesehatan diterapkan selama kegiatan berlangsung.
Sabri menjelaskan selain protokol kesehatan dan tata cara resepsi pernikahan di hotel, Perwali juga mengatur sanksi. Jika sebelumnya hanya administrasi, nantinya berupa denda uang tunai.
Gubernur: Jangan Ada Klaster Baru
Sehari sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah juga berharap tidak ada klaster baru covid-19 pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, di 12 daerah.
Pasalnya, pada proses pendaftaran pilkada serentak belum lama ini, tidak sedikit calon kepala daerah baik pendatang baru maupun incumbent mendapatkan teguran dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) karena membawa massa dengan jumlah banyak pada saat masa pandemi covid-19 ini.
“Kami berharap, tidak ada claster baru dari proses pilkada ini. Tentu ini bisa kita cegah kalau kita semua menyadari, kita semua tingkatkan disiplin diri masing-masing, dan tentu sekali lagi saya tidak bosan-bosannya menyampaikan agar ikuti protokol kesehatan secara ketat, karena akan menentukan keberlangsungan pencegahan covid-19, kepada seluruh masyarakat Sulsel,” jelas Nurdin Abdullah.
Ia berharap, tahapan pilkada serentak selanjutnya, temasuk pengambilan nomor urut, beberapa sosialisasi dan sebagainya agar betul-betul memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.
“Kepada seluruh bupati, wali kota, mari kita sama-sama menjaga soliditas kita untuk mengawal pilkada serentak 2020 ini,” ungkap Nurdin.
Menurutnya, selama kondisi pandemi covid-19 ini berlangsung, dan selama belum ada vaksin serta obatnya, maka selama itu juga masih dalam kondisi sangat berbahaya bagi semuanya.
“Cukuplah kemarin beberapa deklarasi, maupun pendaftaran, ya mungkin ini adalah sesuatu di luar daripada kemampuan kita semua. Saya ingin menyampaikan rasa penyesalan atas kejadian pada saat proses pendaftaran tersebut, dimana semangat semuanya kami menghargai itu, tapi kami juga menyampaikan bahwa kita sekarang masih dalam kondisi sangat berbahaya bagi masyarakat kita,” ujarnya.
Nurdin juga berharap kepada seluruh penyelenggara pemilukada di 12 daerah di Sulsel ini, tidak bosan-bosannya mengingatkan pasangan calon agar memperhatikan protokol kesehatan secara ketat selama Pemilukada berlangsung.
“Mudah-mudahan kita semua diberikan kemudahan, kesehatan dalam menjalankan tugas-tugas kita. Dan sekali lagi saya titip kepada teman-teman penyelenggara Pemilu untuk tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada seluruh paslon, untuk betul-betul memperhatikan protokol kesehatan secara ketat,” tegasnya.
Menggunakan masker, sudah berhasil mencegah 70 persen untuk tidak terjangkit virus corona, apalagi kalau kita berhasil menghindari kerumunan, menjaga jarak, rajin mencuci tangan.
“Saya kira inilah upaya-upaya yang harus kita lakukan. Dan saya ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa Sulawesi Selatan sudah berada di puncak pandemi dan terus mengalami penurunan kasus,” tutupnya.(rhm-nug)

