MAKASSAR, BKM — Polisi dari Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes menggerebek sebuah rumah kontrakan di Kabupaten Gowa, Kamis (28/1) pukul 01.30 Wita. Hasilnya, dua pelaku kejahatan jalan raya alias begal yang dikenal sadis, dibekuk di tempat ini.
Bukan hanya kedua pembegal itu yang ditemukan di dalam kamar. Tapi juga ada tiga orang perempuan bersama mereka.
Saat penggerebekan berlangsung, lima orang di dalam kamar langsung terkejut dan panik. Mereka kalang kabut, karena kedua begal tersebut dalam keadaan tanpa busana alis bugil. Sementara tiga teman wanitanya masih mengenakan busana.
Dua begal yang dibekuk itu masing-masing Iqbal Saputra alias Toni (20), dan Triyadi Setiyabudi alias Adi Joker alias Adi Mul. Keduanya diketahui sebagai warga Jalan Rajawali yang berprofesi sebagai penjual ikan. Mereka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pembunuhan di Jalan Baji Gau pada bulan November 2015 lalu.
Dari informasi petugas, keduanya merupakan komplotan kriminal yang terkenal sadis saat beraksi. Sebelum melakukan aksinya, mereka terlebih dahulu mengonsumsi minuman keras (miras) dan obat daftar G. Biasanya mereka beraksi dengan bergerombol. Jumlahnya sembilan orang. Sasarannya tempat-tempat keramaian. Termasuk minimarket.
Kedua pelaku yang diringkus langsung digelandang ke Mapolrestabes Makassar. Dari hasil interogasi polisi, mereka mengaku sering melakukan aksi begal bersama rekannya. Setelah diperiksa lebih jauh, terkuak pula kalau mereka terlibat dalam kasus pembunuhan.
”Iya, Pak. Saya juga ikut dalam pembunuhan di Baji Gau karena persoalan kelompok. Saya juga sering menyerang Indomaret dan Alfamart. Juga merampas barang orang yang nongkrong di sana,” ujar Joker.
Kepada polisi, Joker menyebut satu orang yang ditemaninya beraksi, yakni Virginiawan alias Dion. ”Ada juga temanku namanya Dion, Pak,” akunya.
Mendengar pengakuan itu, Tim Jatanras langsung meluncur ke lokasi yang disebut Joker. Yang dituju BTN Gowa Sarana Indah, rumah Firginiawan alias Dion. Polisi berhasil meringkus Dion yang saat itu sedang tertidur.
Saat diinterogasi polisi, Dion membantah terlibat dalam kasus pembunuhan seperti yang disebutkan Joker. Ia mengaku hanya ikut bersama Joker.
“Bukan saya, Pak. Saya ikut-ikutja. Ada temanku yang lain,” kata Dion dengan nada memelas saat hendak dinaikkan ke atas mobil untuk dibawa ke Mapolrestabes.
Dari keterangan dan ‘nyanyian’ mereka yang ditangkap, Tim Jatanras kemudian melakukan pengembangan dan berhasil membekuk komplotan Joker Cs. Mereka adalah Muh Rahmat alias Ramma (18), Muh Randi alias Randi (16), Rifki Alfandi alias Iyang (19), Muh Aidil alias Babot (17), Arfandi Basir alias Fandi (20), Nur Ali alias Ali (17) dan Wahyu alias Wahyu (18).
Kepala Unit (Kanit) Jatanras Polrestabes Makassar AKP Edy Sabhara, mengkonfirmasi penangkapan komplotan begal ini. ”Pengungkapan kasus ini berawal saat kami menerima informasi dari warga. Setelah itu kami kembangkan dan berhasil menangkap basah dua pelaku saat asik di dalam kamar ditemani tiga orang wanita. Dari keduanya, kami kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menggulung komplotannya yang berjumlah sembilan orang,” jelas Edy.
Dalam penangkapan semua pelaku mengaku melakukan aksi begal di beberapa titik. Lokasi yang pertama di Jalan Cendrawasih pada 2 Januari lalu. Mereka melakukan aksi begal denagn cara memarangi korbannya.
Pelaku juga mengaku pernah menyerang sebuah minimarket di Jalan Mappanyuki dengan parang dan busur, serta di Jalan Cendrawasih, tepat di samping rujab Kapolrestabes. (ish/rus/b)
Dua Begal Bugil di Kamar Ditemani Tiga Wanita
×

