MAKASSAR, BKM — Kepolisian Sektor (Polsek) Tamalate mengamankan tujuh mahasiswa asal Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketujuh mahasiswa diamankan karena diduga terlibat penyerangan di Jalan Mamoa, Kecamatan Tamalate Makassar, Minggu (31/1) sekira pukul 21.00 Wita.
Dalam aksinya, para pelaku melengkapi diri dengan senjata tajam, berupa anak panah (busur), parang serta badik. Salah seorang warga yang menjadi saksi mata, Rahmatullah (40) mengaku melihat salah seorang mahasiswa asal Bima lari ke arah Jalan Manuruki. Berselang beberapa saat, mahasiwa tersebut kembali dengan sekelompok pemuda dan langsung menyerang pemuda di Jalan Mamoa.
“Saya dengar anak itu berteriak kalau ada yang mau menyerang. Tak lama dia kembali saa banyak temannya dan langsung menyerang ke Jalan Mamoa,” beber Rahmatullah.
Petugas yang menerima informasi dari warga setempat langsung meluncur ke TKP. Saat dilakukan penyisiran, petugas kemudian mengamnkan tujuh orang dari kelompok mahasiswa Bima. Tujuh orang tersebut, yakni Hatta (23), Odin (25), Ofan (22), Faisal (25), Irmansyah (23), Iwan priyono (19) dan Haerul Anas (21).
Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin yang dikonfirmasi terkait kasi tawuran tersebut mengaku, aksi saling serang dipicu masalah ketersinggungan.
“Jadi awalnya ada seorang mahasiswa Bima ditegur oleh seorang pemuda Jalan Mamoa. Mahasiswa ini indekos di Jalan Manuruki, tak jauh dari Jalan Mamoa. Marah karena ditegur, dia kemudian memanggil temannya dan mendatangi kelompok pemuda di Jalan Mamoa hingga akhirnya tauwan pecah,” ungkap Burhanuddin, Senin (1/2).
Selain mengamankan tujuh mahasiswa Bima, petugas juga menyita barang bukti berupa 2 bilah samurai, 3 bilah parang, 2 alat pelontar (busur), 2 buah anak panah, dam 1 unit sepeda motor Honda Supra Fit warna hitam EA 3773 XL yang dirusak saat aksi penyerangan. (ish-ril/c)
Tujuh Mahasiswa Bima Diamankan
×

