pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tak Mengungsi karena Khawatir Penularan Covid

Cerita Warga Korban Banjir di Biringkanaya

MAKASSAR, BKM — Banjir yang merendam sebagian wilayah di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya selalu menjadi cerita sedih setiap musim penghujan tiba. Walau sudah berlangsung beberapa tahun, belum ada upaya signifikan yang dilakukan guna mengatasi persoalan ini.
Hujan yang terus mengguyur dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya banjir pada tiga titik di Biringkanaya. Penyebabnya, selain volume air yang cukup besar, juga karena tidak berfungsinya saluran air dengan baik. Air pun meluap dan menggendani seluruh badan jalan serta permukiman warga.
Tiga lokasi yang menjadi langganan banjir, masing-masing Perumahan Mangga Tiga Blok H di Kelurahan Paccerakkang, Perumahan Kodam 3 Kelurahan Katimbang, serta Berua Raya, Kelurahan Berua. Bahkan warga yang bermukim di Perumahan Mangga tiga selalu terisolasi saat hujan lebat datang.

“Kami yang rumahnya berada di tengah-tengah selalu terisolasi karena musibah banjir. Hari ini (kemarin) saja, saya terpaksa harus minta izin tidak masuk kerja karena semua jalan yang biasa saya gunakan untuk ke kantor sudah tertutupi banjir. Khususnya di jalan menuju Daya dan BTP (perumahan Bumi Tamalanrea Permai) Permai,” ujar Pidii, salah seorang warga perumahan Magga 3 yang ada di lokasi banjir.

Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim relawan terus membantu dan melakukan evakuasi terhadap warga yang masih ada di rumahnya. Sudah banyak kepala rumah tangga bersama anggota keluarganya yang dievakuasi dan memilih mengungsi.
Meski begitu, masih ada beberapa di antaranya yang memilih menetap tinggal dirumahnya dengan berbagai alasan. Salah satunya takut barang-barangnya di rumah dibawa maling. Termasuk khawatir dengan potensi penularan covid-19.
”Kami masih tinggal di rumah, karena jangan sampai barang-barang ada yang ambil. Selain itu, kami juga khawatir di lokasi pengungsian orang saling berdesak-desakan dan bisa memicu terjadinya penularan covid,” kata Firman, salah seorang warga Katimbang.

Hingga kemarin, ketinggian banjir di Paccerakkang mencapai dua meter. Kemungkinan masih bisa bertambah karena hujan yang terus mengguyur.
Bagi warga yang dievakuasi, mereka ditampung sementara di Masjid Ar-Rahman. Tapi ada pula yang mengungsi ke rumah kerabat. (*/rus)




×


Tak Mengungsi karena Khawatir Penularan Covid

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar