MAKASSAR, BKM — Keluarga besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar kembali berduka. Tiga dokter wafat dalam sepekan terakhir. Mereka adalah dr Leonard Hasudungan (NPA IDI 91673), dr Robert Vincentius Philips (
NPA IDI 19368), dan dr Nasriyadi Nasir
(NPA IDI 153732).
Kabar duka ini menambah deratan dokter anggota IDI Makassar yang gugur sebagai pahlawan kemanusian covid-19.
Hingga saat ini, tercatat sudah sembilan dokter terbaik yang merupakan anggota IDI Kota Makassar yang berpulang akibat penyakit yang disebabkan virus corona tersebut.
Ketua IDI Kota Makassar DR dr Siswanto Wahab,Sp.KK (K), berharap bahwa
dengan kehilangan rekan sejawatnya itu semoga bisa menyadarkan masyarakat Makassar untuk tidak menganggap remeh pandemi covid-19. Apalagi saat ini tingkat penyebarannya lebih massif.
Untuk itu, IDI Kota Makassar mengimbau agar masyarakat tidak kendor menjaga diri dan keluarga dari virus tersebut.
“Tetap waspada serta disiplin memakai masker, jaga jarak, serta cuci tangan. Sebab Makassar kini masuk zona merah. Karena itu kebijakan pelonggaran aktivitas bisnis, kantor, sosial dan pendidikan perlu diketatkan kembali,” ungkap lelaki yang akrab disapa dokter Anto itu.
Dia melanjutkan, saat ini, tingkat penularan kembali melonjak dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak.
”Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah diatas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) di atas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah. Penularannya cukup tinggi,” terang dr
Anto.
Ia menjelaskan, tingginya angka penularan covid-19 di Indonesia juga bisa dilihat dari rasio kasus positif harian yang mencapai 24,2 persen. Sementara rasio kasus positif dalam sepekan 18,3 persen.
Rasio kasus positif ini jauh lebih tinggi dari ambang maksimal yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen.
Kasus aktif di Indonesia juga terus meningkat secara signifikan, yaitu 40 persen selama bulan Desember dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Saat ini jumlah kasus aktif sudah mencapai 103.000. Penularan covid-19 dikhawatirkan bakal semakin meningkat selama liburan Natal dan Tahun Baru.
”Karena itu, IDI Makassar mendukung pemerintah untuk melakukan pengetatan protokol kesehatan selama hari libur nanti,” pungkasnya
.
Ketua Tim Ahli Data dan Epidemiologi Gugus Tugas Sulsel Prof Ridwan Aminuddin, mengakui angka kematian tenaga medis di daerah ini memang cukup tinggi. Mereka yang berada di garda terdepan untuk melindungi masyarakat bahkan harus menjadi korban.
Ia kemudian menjelaskan di awal pandemi. Saat itu, kata Ridwan, APD sangat sulit di dapat. Bahkan harus diimpor. Tak sedikit dari para nakes memakai pelindung seadanya, seperti jas hujan.
“APD untuk para tenaga kesehatan pada saat itu setengah mati diperoleh. Tidak sebanding dengan jumlah kasus yang terus naik setiap harinya,” ujarnya.
Faktor kelelahan kini menjadi alasan lain. Banyak dari tenaga medis yang bekerja bahkan harus 24 jam, karena jumlah petugas medis dan korban timpang. Jika lelah, maka imun bisa turun. Virus dengan mudah bisa menyerang.
“Selain itu, jaga jarak di antara pasien dan dokter atau nakes sulit dihindari. Karena memang harus kontak langsung. Ya itu tadi, karena APD pada saat itu sangat minim,” terangnya.
Legislator ke Bali
Lima anggota DPRD Kota Makassar yang terkonfirmasi positif covid-19 kini menjalani isolasi mandiri. Mereka juga menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
Wakil Ketua DPRD Makassar Andi Suhada Sappaile, membenarkan hal itu. Dia mengaku sudah meminta kepada lima wakil rakyat tersebut untuk bekerja dari rumah dan melakukan isolasi mandiri. Sebab mereka terdiagnosa sebagai orang tanpa gejala (OTG).
“Kita sudah arahkan untuk tidak melakukan aktivitas dulu. Kalau bisa di rumah saja dulu. Begitu pula dengan staf yang positif kemarin. Setahu saya isolasi mereka mandiri. Untuk keluarganya, Dinkes langsung melakukan swab,” ujarnya, Selasa (29/12).
Cukup sulit untuk mengorek siapa-siapa saja lima anggota dewan yang terpapar tersebut. Mereka tak bersedia terbuka kepada publik.
Yang ironis, walau ada rekannya yang positif covid-19, sebanyak 30 anggota dewan lainnya tetap melakukan perjalanan dinas ke Provinsi Bali. Mereka melakukan kunjungan 26-29 Desember.
Hal itu diakui Andi Suhada. ”Memang ada yang berangkat. Padahal semestinya kita batasi. Sebaiknya kita memikirkan warga yang terdampak musibah banjir,” tandasnya.
Kepala Sub Bagian Humas DPRD Kota Makassar Andi Taufiq Natsir, menjelaskan bahwa anggota dewan yang positif covid-19 beserta keluarga telah menjalani isolasi mandiri. Bahkan jadwal bimbingan teknis (bimtek) yang seharusnya dilakukan oleh anggota dewan, kini telah dibatalkan.
“Ya, mereka (yang positif) tidak berangkat. Menjalani isolasi mandiri. Hari ini (kemarin), sesuai jadwal anggota dewan sudah pulang,” terangnya. (rhm-ita)

