pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Satu Jembatan Rubuh, 200 Rumah Terendam Banjir

MAROS, BKM — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Maros Kamis malam (11/2), membuat beberapa desa terendam banjir. Banjir bahkan merubuhkan satu jembatan yang menghubungkan Desa Rompegading dengan Desa Baji Pa’mai, Kecamatan Cenrana.
Jembatan penyeberangan sepanjang 60 meter di atas Sungai Camba itu menghubungkan antara Dusun Pattiro, Desa Rompegading ke Dusun Laniti Cenrana, Desa Baji Pa’mai. Akibat terputusnya jembatan itu, sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) atau 100 jiwa terisolir.
Menurut Kepala Desa Baji Pamai Ali Akbar, meski terisolir tapi warga tetap bisa melakukan aktifitasnya. Mereka harus melewati jembatan gantung Dusun madello, yang berjarak 2 km dari perkampungan mereka.
“Selain itu masih ada jalur alternatif lain yang lebih jauh, yakni jembatan gantung Kobae, Desa Rompegading yang berjarak 3 km dari Desa Laniti. Sehingga warga bisa memilih jalur mana yang akan ditempuh,” jelasnya.
Ali berharap, pascakunjungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maka akan ada solusi untuk warga yang berada di seberang jembatan gantung. Diapun berharap perbaikan jembatan itu bisa secepatnya dilakukan, karena meski warga bisa mengakses ke pusat kecamatan, tapi tetap saja mereka harus memutar.
“Kondisi terakhir ini sudah kami laporkan ke BPBD. Kami berharap secepatnya jembatan itu diperbaiki. Kami juga akan berusaha supaya anggaran perbaikan jembatan itu bisa dimasukkan di dalam APBDdes,” jelasnya.
Ali Akbar menjelaskan, runtuhnya penyangga jembatan gantung itu diperkirakan karena hantaman rumpun bambu yang terbawa derasnya air sungai, pascahujan deras yang melanda wilayah Camba sepanjang hari.
Bencana banjir ini tidak saja merusak jembatan. Tapi juga menggenangi tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Camba.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Maros, Muh Roem merinci, daerah yang dilanda banjir yakni Desa Pattirodeceng, Sawaru, Cenrana, serta Kelurahan Cempaniga. Berdasarkan data yang diterima BPD, banjir menggenangi 200 rumah. “Data yang kami himpun ada 200 rumah terendam banjir. 60 masuk kategori parah. Saat petugas akan mengevaluasi, warga menolak dan lebih memilih untuk tetap bertahan di rumahnya, sehingga petugas hanya memberikan logistik berupa makanan mie instan,” bebernya.
Selain itu, hujan juga sempat menyebabkan longsor di jalan poros Bone-Camba, tepatnya di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana. Longsor yang terjadi Kamis malam (11/2) sekitar pukul 19.00 Wita, berhasil diatasi oleh masyarakat setempat dengan menyingkirkan material longsoran secara manual. (ari/rus/b)



×


Satu Jembatan Rubuh, 200 Rumah Terendam Banjir

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar