MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah, menegaskan bahwa aquapond yang dibangun di halaman kantornya bukanlah untuk hujan yang ekstrem. Selama hujannya tidak ekstrem, maka dipastikan tidak ada genangan di jalanan depan kantor gubernur.
Nurdin mengatakan, aquapond tersebut murni hibah dari Jepang. Segala teknologi dan anggarannya berasal dari Negeri Sakura itu. Karenanya, ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mensyukuri aquapond ini bisa dimamfaatkan.
Ia menambahkan jika kondisi jalanan depan kantor gubernur, walaupun banjir saat hujan lalu, namun tidak separah tahun-tahun sebelumnya.
Aquapond tersebut akan berfungsi maksimal saat hujan yang tidak ekstrem. Jika cuaca ekstrem, kemungkinan akan terjadi genangan, namun dipastikan tidak akan lama.
“Tentu kita harus syukuri hibah ini bisa dimanfaatkan, selama hujan itu tidak ekstrem. Kalau hujan ekstrem, itu pun butuh waktu sedikit kalau ada genangan,” katanya, kemarin.
Walau begitu, Nurdin juga merasa heran dengan kondisi yang ada saat ini. Karena saat pembuatan aquapond tersebut, sudah ada kajiannya terlebih dahulu. Sebelum pembuatan, juga telah dipasang beberapa alat pendeteksi.
Karena itu ia menduga kemungkinan ada salurannya yang tersumbat, sehingga membuat arus air masuk ke aquapond menjadi lambat.
“Penyebabnya mungkin juga adalah saluran tersumbat. Untuk itu harus kita cek. Tapi kalau saya lihat, ini lebih mending dibanding sebelum-sebelumnya,” tutupnya. (nug)

