TAHUN baru Imlek 2572 Kongzili yang bertepatan 12 Februari 2021 segera dijelang. Berbagai persiapan kini telah dilakukan. Di tengah pandemi covid-19, perayaan ini tentu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
DI Klenteng Xian Ma di Jalan Sulawesi Nomor 112 Kota Makassar, Selasa (9/2). Pengelola tempat ibadah ini terus mempersiapkan penyambutan bagi umat yang akan beribadah.
Rumah ibadah yang disebut juga dengan Istana Naga Sakti ini telah ada sejak tahun 1864. Bangunannya dominan dengan tampilan arsitektur Tionghoa yang megah. Klenteng Xian Ma terdiri dari lima lantai. Setiap lantai memiliki fungsinya tersendiri. Warnanya didominasi krem dan merah yang merupakan salah satu ciri khas.
Oleh pengurus klenteng, dibuat peraturan khusus guna mencegah penyebaran virus corona. Kegiatan di malam tahun baru Imlek ditiadakan. Selain itu, jam operasional klenteng pada hari Kamis lusa juga dibatasi. Penutupan akan dilakukan pukul 17.00 Wita.
Walau begitu, umat yang hendak menyalakan lilin ketenteraman tetap bisa menyalakannya sendiri. Pegawai Klenteng Xian Ma akan tetap standby di lokasi saat perayaan nanti.
”Jadi untuk tahun ini kita kurangi kegiatan. Malam perayaan Imlek dan malam Cap Go Meh ditiadakan, karena kita tahu covid belum hilang. Tapi orang masih bisa sembahyang sampai jam 5 sore, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti, harus cuci tangan sebelum masuk dan wajib menggunakan masker. Setiap hari klenteng juga harus disemprot disinfektan,” kata Robby, pengurus Klenteng Xian Ma, kemarin.
Cap Go Meh sendiri adalah akhir dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang dilakukan tiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa. Perayaannya diawali dengan berdoa di wihara, kemudian dilanjutkan dengan iringan kenong dan simbal, serta pertunjukan barongsai dan kesenian tradisional Tionghoa.
Prosesi memandikan dewa dewi yang biasa dilakukan menjelang tahun baru Imlek, tahun ini juga ditiadakan. Sementara untuk ulang tahun Dewi Xian Ma pada 23 Februari akan disederhanakan dan tidak ada souvenir. Demikian pula acara pemilihan Lozhu juga ditiadakan, namun acara sembahyang Tai Sui tetap dilaksanakan. Namun penyelenggaraannya dibatasi dengan tetap menerapkan protol kesehatan.
Perayaan Imlek di tengah pandemi covid-19 berpengaruh besar terhadap penjualan pernak-perniknya. Anjloknya penjualan diakui pemilik Toko Ramlee Eka Sudarma ketika ditemui di tempat usahanya Jalan Sulawesi, Selasa (9/2).
Tak banyak yang datang berbelanja walau kini menjelang Imlek. Kalaupun ada, hanya satu atau dua orang. Kondisi ini jauh berbeda dengan sebelumnya. Penjualan biasanya melonjak drastis ketika Imlek tiba.
Di tempat ini dijual lampion, hiasan gantung, gantungan permen, lilin merah, serta patung-patung dewa. Gantungan dijual antara Rp85 ribu hingga Rp95 ribu. Lampion seharga Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.
Lalu bagaimana kondisi cuaca pada hari raya Imlek mendatang? Koordinator Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Nur Asiah Utami menyebut, pada umumnya berpotensi terjadi hujan tingan. Namun pada sore dan malam hari berpotensi hujan sedang.
”Untuk bulan Februari masih masuk musim hujan. Musim hujan di wilayah Makassar puncaknya Desember tahun lalu dan Januari 2021,” ujarnya.
Di bulan Februari ini masih masuk musim hujan, namun sudah melewati puncak. Intensitas hujan tidak selebat yang terjadi di bulan Januari. Bulan lalu hampir setiap hari berlangsung hujan. Sementara untuk tahun ini ada potensi hujan sedang 20 mm per hari.
(pkl)

