pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

15 Remaja Digerebek di Hotel, Prostitusi Daring Terkuak

MAKASSAR, BKM — Di sebuah hotel Jalan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Senin malam (8/3) pukul 19.00 Wita. Sejumlah pria bersenjata yang merupakan tim Resmob Polsek Panakkukang melakukan penyisiran. Mereka dipimpin Panit II Reskrim Ipda Fahrul.
Sebelumnya, petugas menerima informasi ada beberapa orang remaja yang membawa senjata tajam tengah berada di hotel tersebut. Setibanya di depan sebuah kamar, pintu langsung dibuka. Di dalamnya ada banyak lelaki muda bersama wanita. Mengetahui kedatangan petugas, mereka sontak melompat dari tempat tidur.
Proses penggeledahan pun dilakukan. Hasilnya, di dalam kamar ditemukan 19 batang anak panah rakitan yang terbuat dari besi, lengkap dengan satu alat pelontar yang menyerupai ketapel. Mereka yang ada di kamar itu kemudian digiring ke Mapolsek Panakkukang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Terdapat 11 orang remaja laki-laki dan empat wanita yang diamankan. Mereka adalah MA (18) warga Hartaco, MR (18) warga Jalan Mentimun, Sy (17) warga Pasar Terong, RD (20) warga Cilallang Raya, AA (17) warga Jalan Kesadaran Panaikang, Ic (18) warga Jalan Manggarupi Lorong I.

Selanjutnya Ry (18) warga Aspol Batang Kaluku, Ri (15) warga Jalan Swadaya 3, IW (19) warga Jalan Swadaya 3, Ys (17) warga Jalan Depasawi Dalam, serta DPA (17) warga Maccini Raya,

Sementara empat orang wanita, masing-masing Ft (19) warga Sungguminasa Kabupaten Gowa, NR (18) warga Jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala, AA (17) warga Jalan Landak Baru, dan Sf (17) warga Jalan Kerinci.

Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathur Rakhman, didampingi Kanit Reskrim Iptu Iqbal Usman dalam keterangan persnya, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima anggotanya.
“Awalnya, anggota Resmob Polsek Panakkukang menerima informasi yang menyebutkan bahwa di sebuah kamar hotel Jalan Pandang ada sekelompok remaja membawa senjata tajam. Tim Resmob dipimpin Panit II Reskrim Ipda Fahrul langsung ke lokasi. Ketika dilakukan penyisiran, sebuah kamar dicurigai menjadi tempat mereka berkumpul,” terang Kompol Fathur Rakhman, Selasa (9/3).
Saat itu juga kamar tersebut diblokade. Tak ada satupun yang bisa meloloskan diri. Hingga akhirnya ditemukan barang bukti anak panah, ketapel serta satu biji obat THD. Dari keterangan RD, salah seorang yang diamankan, barang bukti tersebut adalah miliknya.
Petugas kemudian mendalami keberadaan empat remaja perempuan di tempat tersebut. Ternyata, mereka masuk dalam jaringan bisnis prostitusi daring. Hal itu berdasarkan pengakuan dari salah seorang wanita yang diamankan.
Kepada polisi yang memeriksanya, dia mengaku terjun ke dunia hitam dengan melayani pria hidung belang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Dalam praktiknya, dirinya tidak memilih-milih calon pelanggan. Bahkan ada yang telah berkencan dengan pria lanjut usia (lansia). Malahan rela menyerahkan keperawanannya kepada lansia tersebut.
”Yang ambil perawanku bapak-bapak yang sudah tua. Waktu itu pertama kali lewat aplikasi. Saya dibayar Rp5 juta. Itu saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” terangnya.
Di usianya yang masih labil, melalui sebuah aplikasi, dirinya pun menawarkan diri di jagad maya. ”Orangtua laki-laki saya sudah meninggal. Saya sendiri di Makassar. Ibu ke kampung dan meninggalkan saya. Karena butuh biaya untuk hidup, saya terpaksa jual keperawanan ke kakek-kakek. Transaksinya lewat aplikasi,” jelasnya lagi.
Ia sudah melakoni praktik protistusi daring selama dua bulan lamanya. Sekali kencan, ia biasanya dibayar Rp300 ribu. (ish/b)



×


15 Remaja Digerebek di Hotel, Prostitusi Daring Terkuak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar