pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

An Nadzir Sudah Puasa Hari Kedua

GOWA, BKM — Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1442 Hijriah pada hari Selasa, 13 April 2021. Namun, jamaah An Nadzir di Kabupaten Gowa sudah menunaikannya sejak hari Ahad (11/4). Hingga hari ini, Senin (12/4), mereka telah memasuki puasa hari kedua.
Sudah menjadi tradisi setiap Ramadan, jamaah An Nadzir memang memulai ibadah puasanya sehari atau dua hari sebelum memasuki jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah.
Terkait penetapan 1 Ramadan, jamaah An Nadsir menggelar musyawarah di Masjid Baitul Muqaddis An Nadzir, Sabtu sore (10/4).

Musyawarah ini dihadiri Tim 9 yang merupakan tim pemantau bulan. Sembilan orang dalam tim ini masing-masing menyampaikan hasil pantauan mereka terkait tanda-tanda masuknya 1 Ramadan. 

Ketua Tim 9 Ustadz Samiruddin Pademmui mengatakan, dari musyawarah tersebut, pihaknya menetapkan 1 Ramadan pada 11 April 2021 atau hari Ahad.

“Alhamdulillah, kita telah mengambil satu kesimpulan dan mengambil satu ketetapan. Tanggal 11 April hari Ahad, An Nadzir puasa dengan niat menyambut datangnya Ramadan 1442 Hijriah,” kata Ustad Samiruddin usai musyawarah. 

Ustad Samiruddin menjelaskan, dalam penentuan penetapan 1 Ramadan ini, ada sejumlah parameter yang menjadi acuan. Di antaranya  tetap mengacu pada dalil-dalil, Al-Qur’an dan hadis, berdasarkan ilmu Al-Qur’an.

” Kemudian yang paling penting adalah kita dalam memantau bulan ini senantiasa terlebih dulu menentukan purnama 14, 15, 16. Di situlah kemudian kita melakukan star sampai kemudian menentukan tiga hari terakhir pada 27, 28, 29. Lalu dipadukan dengan fenomena alam, dan tanda terakhir itu biasanya pasang puncak air laut atau kondak sebagai tanda terakhir pergantian bulan,” jelas Ustadz Samiruddin yang kini adalah pimpinan jamaah An Nadzir Gowa.

Menurutnya, penentuan 1 Ramadan berdasarkan pantauan panitia 9 terkait sejumlah fenomena-fenomena alam. 

“Biasanya secara alami dan sunnatullah itu ketika hujan, angin kencang, ada guntur dan ada kilat. Yang terakhir itu adanya pasang puncak air laut. 

Mengapa terjadi? Karena pada saat itu antara bumi, matahari dan bulan berada pada garis horizontal sehingga terjadi gaya gravitasi yang menghasilkan pasang air laut atau kondak itu,” terang Ustas Samiruddin. (sar)



×


An Nadzir Sudah Puasa Hari Kedua

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar