pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

AstraZeneca Batal Digunakan Personel TNI

MASIH menunggu uji sterilitas dan toksisitas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pemerintah Pusat menghentikan penggunaanya vaksin AstraZeneca Batch CYMAV547.
Di Provinsi Sulsel sendiri, sebanyak 12.100 dosis atau 1.210 vial vaksin AstraZeneca Batch CYMAV547 dihentikan pendistribusiannya.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari, mengatakan, penghentian tersebut, sesuai instruksi dari Kemenkes RI.
“Alasan masih dalam tahap pengujian sterilitas dan toksisitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” ujar Ichsan, Senin (17/5).
Menurutnya, itu sudah menjadi hal yang wajar karena memang ada tahap-tahap yang mesti dilewati sebelum vaksin digunakan secara luas.
“Walaupun tidak didistribusikan, tetap saja itu pemeriksaan dilakukan terus. Itu adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk AstraZeneca, sehingga untuk sementara tidak didistribusikan,” tandas Ichsan.
Lebih jauh Ichsan mengatakan, langkah ini sudah cukup baik untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi. Kendati demikian. Ia mengatakan, belum ada instruksi penarikan vaksin.
“Untuk sementara perintahnya menyimpan dulu. Tidak menarik, menyimpan dulu. Kita menunggu,” imbuhnya.
Namun sebelumnya Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulsel, dr Nurul AR mengungkapkan, bahwa Vaksin AstraZeneca Batch CYMAV547 akan diprioritaskan bagi TNI yang rencananya digunakan Selasa, (18/5) hari ini.
Namun, karena ada instruksi dari pusat untuk menahan pendistribusiannya, maka penggunaan vaksin terlebih dahulu harus menunggu hasil pengujian.
“Masih terima (vaksin Sinovac, red). Selain sinovac juga AstraZeneca yang saat ini diperuntukkan untuk TNI,” ujar Nurul.
Sementara Vaksinologi/Ahli Vaksin Universitas Hasanuddin (Unhas) dr. Yenny Yusuf menyebutkan apa yang dilakukan Kementrian Kesehatan merupakan langkah kehati-hatian penggunaan vaksin Astrazeneca.
“Penggunaan vaksin Astrazeneca ini di luar sudah terindikasi ada beberapa kasus walaupun sangat jarang terjadi, yaitu pembekuan apakah kasus yang terjadi di Indonesia, karena kejadian ini setelah imunisasi maka tetap harus hati-hati,” tutupnya.(jun)



×


AstraZeneca Batal Digunakan Personel TNI

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar