MAKASSAR, BKM — Sedikitnya ada sembilan tokoh yang dinilai mampu mendapat tempat sebagai wakil gubernur (wagub) mendampingi Andi Sudirman Sulaiman (ASS) bila telah dilantik menjadi gubernur definitif. Jika keputusan hukum terhadap Nurdin Abdullah (NA) inkra, maka sembilan tokoh ini bisa dilirik oleh tiga partai pengusung NA-ASS yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Kesembilan tokoh itu yakni Andi Ansyari Mangkona dan Dr Alimuddin dari PDIP, Ashabul Kahfi dan Hatta Rahman dari PAN, serta Ariady Arsal dan Amri Arsyid dari PKS.
Tiga nama lain bisa juga diajukan oleh salah satu parpol pengusung. Masing-masing Adnan Purichta Ichsan yang juga bupati Gowa, Taufan Pawe yang saat ini menjabat wali kota Parepare serta mantan anggota DPD RI Aziz Qahhar Mudzakkar.
Pemerhati politik dari Nurani Strategic Dr Nurmal Idrus, menilai jika semua figur yang muncul layak untuk menjadi calon 02 Sulsel, jika nanti ASS benar-benar dilantik jadi gubernur. “Posisi wagub tidaklah terlalu strategis dalam pengambilan kebijakan. Apalagi dengan rentang waktu yang singkat karena masa jabatan hanya sampai 2023. Hanya diperlukan wagub yang punya kemampuan mobilitas tinggi untuk berbagi tugas dengan gubernur untuk mengelilingi Sulsel,” ujar Nurmal, Senin (24/5).
Menurut Nurmal, tiga partai politik pengusung adalah penentu karena merekalah yang berhak mengajukan calon. Petinggi ketiga parpol perlu duduk bersama, berembuk menentukan satu orang. Tentu saja dengan prinsip win-win solution. Apalagi karena ini proses politik, maka tentu faktor kepentingan sangat berperan. Untuk menyelesaikannya maka mereka perlu belajar dari penentuan wagub DKI Jakarta, di mana PKS dan Gerindra yang sebelumnya saling ngotot akhirnya bisa menentukan satu orang dengan prinsip win-win solution seperti itu.
Pengamat politik dari Unhas Dr Haris menyebut, yang berpeluang menjadi wagub pendamping ASS adalah calon yang memiliki kinerja yang bagus selama ini. “Bagaimana dia menyelesaikan sebuah persoalan, apakah calon itu kredibel atau tidak. Pokoknya, menenuhi kriteria. Kalau sudah terpenuhi maka itulah yang bisa mendampingi ASS,” terangnya.
Ditambahkan, bila rerata yang dipilih adalah yang bagus, yang terbaik dan tidak cacat selama ini serta dapat memperhatikan masyarakat.
Pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto berujar, tentang siapa yang dicalonkan untuk posisi wagub, kembali pada kesepakatan partai pengusung. Bisa kader, tapi bisa juga tokoh eksternal. Meskipun prospek elektoral jabatan wagub definitif, bagi beberapa politisi dan kepala daerah tidak cukup menjanjikan. “Saya kira sulit bagi mereka untuk membangun “investasi politik” dengan masa jabatan yang kurang dari dua tahun. Apalagi belum ada kepastian soal status hukum berhalangan tetap bagi NA,” pungkasnya. (rif)

