MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar berencana akan memasang pembatas semacam ‘garis polisi’ bagi keluarga yang terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19. Mereka tidak boleh keluar rumah sebelum satu keluarga ditesting.
Tim khusus bernama Covid-19 Hunter yang dibentuk Pemkot Makassar bertugas melacak warga yang sudah dinyatakan suspek atau terkonfirmasi positif virus corona. Mereka bekerja untuk mencari suspek mulai dari tingkat kelurahan.
Jika satu ditemukan, maka akan langsung ditelusuri. Penelusuran pertama akan dilakukan terhadap keluarganya yang tinggal serumah. “Kita buat seperti garis polisi. Jadi tidak boleh keluar rumah sebelum semua ditesting. Kalau 30 persen positif, maka rumah itu kita lockdown,” ujar Danny.
Danny juga akan menyempurnakan dengan tim tracing yang selama ini berbasis puskesmas, akan menjadi berbasis kelurahan. Opsi lain yang sedang diupayakan adalah mengaktifkan kembali tempat-tempat isolasi. Saat ini pemkot tengah menyiapkan surat untuk pembukaan tempat isolasi itu kepada Pemprov Sulsel.
“Saya lagi mau bersurat ke provinsi untuk tempat isolasi itu kita aktifkan kembali sampai betul-betul situasi terkendali,” imbuhnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Makassar Hadijah Iriani, memaparkan strategi tim covid hunter akan menandai rumah warga yang sudah dinyatakan suspek ataupun terkonfirmasi positif covid-19. Kemudian, dilakukan testing minimal 30 orang yang memiliki kontak erat. Seluruh tempat yang pernah dikunjungi menjadi catatan.
“Misalnya sehabis terkonfirmasi ternyata di warung kopi dia dapat, kita akan melakukan lockdown lokal di situ,” ujarnya.
Iriani mengingatkan seluruh kerabat dan tetangga yang pernah melakukan kontak dengan pasien baru tersebut. Langkah karantina wilayah atau lockdown lokal bisa diambil untuk mencegah penularan yang meluas.
“Modelnya seperti itulah. Jadi warga ini mau lebih baik atau begini-begini saja. Ini untuk kebaikan kita bersama,” tambahnya.
Libatkan 1.908 Mahasiswa
Sebanyak 1.908 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) akan turut berpartisipasi guna menyukseskan Makassar Recover. Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto, menyampaikan apresiasi atas kesiapan P2KKN Unhas dalam mensupport program ini.
Makassar Recover merupakan gebrakan baru, karena melibatkan semua orang. “Silakan adik-adik mahasiswa memilih akan mengambil peran di bagian yang sesuai,” ujar Danny.
Danny pun memaparkan beberapa hal terkait Makassar Recover, yakni terkait imunitas kesehatan, adaptasi sosial, dan pemulihan ekonomi.
Ketua P2KKN Unhas Muhammad Kurnia, menyampaikan hal senada terkait kesediaan 1.908 mahasiswa yang akan melakukan pengabdian di Kota Makassar guna menyukseskan Makassar Recover. “KKN merupakan proses pengabdian yang wajib dijalani mahasiswa sebagai salah satu syarat kelulusan,” ujarnya.
1.908 Mahasiswa tersebut akan bertugas di kecamatan se-Kota Makassar. Mereka memberikan sosialisasi terkait Makassar Recover di sekitar kediaman masing-masing. Mahasiswa menjadi potensi besar dengan adanya sinergi dengan Pemkot Makassar.
“Akan diatur secara teknis terkait pelaksanaannya, program kerja, dan lainnya. Saat ini memasuki tahap pemantapan, dan pelaksanaannya akan running di minggu ke-3 Juni,” lanjutnya.
1.908 mahasiswa itu didampingi oleh 60 dosen pendamping, dengan memperhatikan lokasi domisili masing-masing mahasiswa, guna mengurangi mobilitas sehingga protokol kesehatan pun dapat diterapkan.
Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Indira Yusuf Ismail juga menyampaikan kesiapan untuk turut bersinergi dengan Pemkot Makassar serta adik mahasiswa demi kelancaran dan kesuksesan program Makassar Recover.
“Terima kasih kepada P2KKN Unhas yang bersedia berkolaborasi dengan pemerintah, PKK, dan Dharma Wanita. Semoga penanggulangan covid-19 dapat segera terdeteksi dan teratasi dengan baik,” tandasnya. (rhm)

