GOWA, BKM — Senin malam (31/5) pukul 20.40 Wita. Rumah Makan Cangkuning di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa ramai dikunjungi pelanggan.
Tetiba sebuah ledakan terdengar dari dalam toilet tempat makan yang berlokasi di jalan poros Gowa-Makassar ini. Satu orang meregang nyawa dan meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka serius. Mereka adalah karyawan rumah makan. Ledakan memicu terjadinya kebakaran, namun tidak sampai melalap bangunan.
Karyawan yang tewas di tempat adalah Kamaruddin (36), warga Jalan Pallantikang, Kelurahan Kalegowa, Kecamatan Somba Opu. Sedang tiga lainnya yang kritis, yakni Sopyan (21) beralamat di Pallangga, serta Edy (23) dan Sanusi Baco (30), warga Jalan Manuruki II Makassar. Ketiganya langsung dilarikan ke RSUD Syekh Yusuf guna mendapatkan penanganan medis. Keempat korban dievakuasi tim Inafis Polres Gowa usai petugas dari Dinas Damkar Gowa melakukan pemadaman pada ruangan terbakar.
Sejumlah saksi menuturkan, sumber api berasal dari semburan gas salah satu tabung gas yang digunakan memasak di dapur rumah makan. Tabung isi 5 kg tersebut mengalami bocor dan menyemburkan gas hingga membuat panik karyawan.
Karena bingung dan panik, seluruh karyawan rumah makan yang tengah sibuk melayani pelanggan yang datang makan malam, langsung berhamburan.
Namun, salah seorang karyawan bernama Kamaruddin, di antara kepanikan itu langsung mengambil tabung bocor. Ia kemudian melarikannya masuk ke dalam toilet yang berada di dekat dapur. Tujuannya untuk menghentikan semburan gas dengan memasukkan tabung ke dalam bak air kamar kecil yang hanya berupa ember kecil.
Nahas bagi Kamaruddin, tabung gas tersebut tetiba meledak yang di dalamnya adaa saklar listrik aktif dalam kamar kecil tersebut. Akibat ledakan itu, Kamaruddin mengembuskan napas terakhir. Tiga karyawan lainnya terimbas ledakan bercampur semburan api yang membesar.
Karyawan lain langsung berlarian keluar menyelamatkan diri.
Pukul 21.00 Wita, 15 personel Damkar bersama dua unit mobil kebakaran berhasil memadamkan api di dapur dan mendinginkan ruangan.
Petugas dari Polres Gowa bersama tim Inafis pun tiba pukul 21.30 Wita dan lalu mengevakuasi para korban ke RSUD Syekh Yusuf.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, Selasa pagi (1/6) menjelaskan bahwa sumber api dan ledakan berasal dari tabung gas yang mengalami kebocoran saat penggantian yang dilakukan oleh korban Kamaruddin.
“Diduga ada kelalaian saat proses penggantian tabung gas oleh seorang karyawan, yakni Kamaruddin yang akhirnya jadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Menurut saksi, saat itu korban Kamaruddin sementara mengganti tabung gas namun isi gas keluar,” jelas AKP Mangatas Tambunan.
Seperti disampaikan saksi bernama Zul Fahmi (25) dan Bahtiar (36). Menurut Zul Fahmi, sesaat sebelum kejadian dia sempat melihat korban berupaya mengganti tabung gas kosong dengan tabung baru. Sedang Bahtiar yang saat itu sedang makan, mengaku sempat menegur korban agar segera menutup tabung gas yang bocor dengan kain.
Namun, teguran saksi tak dihiraukan. Korban yang sangat panik karena gas terus menyembur keluar, kemudian membawa lari tabung gas ke dalam kamar kecil lalu menyimpannya di dalam ember yang berisi air dengan posisi tabung menghadap ke bawah. Setelah itu korban terlihat mengunci diri dalam kamar kecil tersebut.
Zul Fahmi menuturkan, saat kejadian dirinya sementara menggoreng ikan. Tak lama kemudian terdengar tabung meledak dalam kamar kecil, lalu api mulai menjalar ke dinding dapur.
Karena panik, kedua saksi berlari keluar menyelamatkan diri. Selanjutnya kembali lagi ke dapur untuk memadamkan api menggunakan tabung pemadam, sekaligus mencabut regulator tabung gas yang masih terpasang di semua kompor yang ada
.
Pascakejadian, personel Polres Gowa, baik dari Satuan Sabhara dan Tim Inafis melakukan pengamanan di lokasi dan olah TKP. Jasad Kamaruddin yang berada di dalam toilet, seluruh tubuhnya tampak melepuh. Baju kaus warna kuning yang dipakainya robek tapi tidak terbakar.
Selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong mayat dan dibawa ke RSU Bhayangkara Makassar untuk keperluan proses pemeriksaan detil kepolisian. Sedang tiga korban lainnya dilarikan ke RSUD Syekh Yusuf untuk penanganan medis.
Awalnya mayat Kamaruddin hendak diotopsi di RS Bhayangkara. Namun, pihak keluarga menolak. Mereka kemudian membawanya ke rumah duka di Jalan Pallantikang, untuk selanjutnya disemayamkan dan dimakamkan. (sar)

