pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ikut Prala, Taruna Polimarim AMI Diasuransikan

Penjual Gorengan Asal NTT Sedekahkan Santunan untuk Anaknya

MAKASSAR, BKM — Taruna dan taruni Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar yang mengikuti praktik laut (prala) mendapatkan asuransi kecelakaan diri. Asuransi tersebut berlaku selama dua tahun. Program ini sudah berlangsung selama tiga tahun, bekerja sama dengan PT Asuransi Binagriya Upakara.
Sebanyak 43 taruna taruni yang akan melaksanakan prala periode enam tahun ini mendapatkan asuransi tersebut. Masing-masing 23 orang dari jurusan nautika dan 20 orang jurusan mesin. Penyerahan sertifikat dan kartu berlangsung di kampus Polimarim AMI, Selasa (22/6). Dilakukan oleh Direktur Polimarim Amrin A Rani, disaksikan Kepala Cabang PT Asuransi Binagriya Upakara Achmad Hasanuddin, para wakil direktur dan dosen serta karyawan Polimarim AMI.

Sebagai bukti dari kerja sama tersebut, diserahkan pula santunan kepada orang tua seorang taruna yang meninggal dunia karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Firman Sanjaya yang berpulang tiga hari menjelang bulan Ramadan lalu baru saja menyelesaikan prala di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rencananya ia sudah hendak pulang ke Makassar usai prala. Namun Tuhan berkehendak lagi. Bungsu dari dua bersaudara ini mengembuskan napas terakhirnya usai kecelakaan tunggal.
Santunan sebesar Rp50 juta diterima oleh Juati, ayah Firman. Pria usia 48 tahun yang tinggal di Kampung Songket, Desa Sukarara, Lombok Tengah, Lombok ini bertemu langsung dengan Direktur Polimarim AMI dan pihak asuransi.

”Ini menjadi bukti kalau pihak asuransi benar-benar mememuhi janjinya, membayar asuransi untuk taruna kami. Semoga kerja sama ini bisa lebih dikembangkan ke depan. Bukan hanya pada pertanggungan kecelakaan diri, tapi juga yang lainnya,” ujar Amrin sesaat setelah penyarahan santunan.
Lalu akan dipakai untuk apa santunan yang diterima oleh Juati? Suami dari Miyatri itu mengaku akan menyedekahkannya. ”Saya mau sedekahkan. Buat apa lagi saya punya uang, sementara anak yang saya biaya sudah tidak ada,” tuturnya tak mampu menahan air mata.
Pasangan suami istri Juati dan Miyatri memiliki dua orang anak. Kakak Firman seorang perempuan telah berkeluarga. Firman berpulang di usia ke 23 tahun.
”Dulu saya berjualan bakso di kampung. Dalam lima tahun terakhir beralih menjual gorengan. Dari pekerjaan itulah saya biayai (Firman) untuk kuliah. Tapi sekarang dia sudah tidak ada,” kata lelaki sederhana ini.

Dalam pertemuan dengan orang tua Firman, Direktur Polimarim Amrin Rani berjanji untuk memberikan beasiswa jika ada adik dari almarhum yang hendak melanjutkan kuliah di kampus ini. Termasuk potongan sebesar 50 persen uang SPP. Amrin juga menyatakan kesiapan pihak kampus membayar seluruh tiket perjalanan Juati yang akan pulang ke Lombok.
Amrin yang melepas taruna taruni yang akan melaksanakan prala selama satu tahun, baik di dalam maupun luar negeri, berharap mereka bisa menjaga nama baik almamater. (*/rus)



×


Ikut Prala, Taruna Polimarim AMI Diasuransikan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar