MAKASSAR, BKM — Sebanyak 10 ribu tim detektor, 5.000 nakes dan 306 dokter mulai terjun ke masyarakat, Sabtu (10/7). Selain memantau kondisi kesehatan warga, mereka juga melakukan pendataan penduduk yang akan dimasukkan dalam database. Warga yang sudah didata nantinya akan memiliki barcode yang akan menjadi acuan Pemerintah Kota Makassar jika membutuhkan informasi.
Kehadiran detektor yang mengunjungi warga door to door menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat. Bahkan menjadi bahan diskusi yang hangat, khususnya di media sosial.
Dirut RS Unhas Prof Syafri Kamsul dalam pesan yang beredar di whatsapp menulis begini; Terus terang pihaknya tidak terlibat pada perencanaan covid hunter. Pemerintah sudah mencanangkan PPKM yang tujuannya mengurangi mobilitas masyarakat dan kontak antar personal yang bisa mentrigger penularan dari apa yang dilakukan Covid Hunter (maksudnya detektor). Ini sangat berisiko, baik untuk personal Covid Hunter maupun transmisi kepada warga mengingat mereka door to door masuk ke rumah-rumah warga. Dengan melakukan pemeriksaan tensi, pengukuran suhu tubuh pasti tidak akan ada jarak. Belum lagi APD yang tidak memadai yang mereka gunakan. Seyogyanya mereka memakai APD dengan proteksi maksimum (masker N95, hazmat proteksi tertinggi). Namun kenyataannya, mereka hanya dengan masker medis biasa, sangat berisiko bagi personil Covid Hunter dan selanjutnya resiko pada warga yg didatangi berikutnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makasaar Moh Ramdhan Pomanto menekankan bahwa tim detektor hadir untuk melakukan pengecekan kondisi warga dan menilai status wilayah tersebut. “Semua tim detektor sudah turun mendeteksi warga. Ini adalah panggilan kemanusiaan. Sudah dipersiapkan dengan matang semua keperluan di lapangan dan memahami tupoksi masing-masing. Ini untuk mengecek kondisi warga dan menilai status wilayah per RT/RW,” ucap Danny, kemarin.
Dia melanjutkan, kehadiran tim detektor ini sesuai ekspektasi. Manfaatnya banyak buat warga. Data kesehatannya bisa dipantau di masa pandemi ini. Bila ada yang sakit atau bergejala bisa terpantau dan tim covid hunter bisa menangani dan membawanya ke rumah sakit. ”Bisa juga isolasi mandiri tergantung seberapa parah,” jelas Danny.
Wali kota pun memohon kerja sama kepada masyarakat Kota Makassar untuk menerima dengan baik kedatangan tim detektor Makassar recover agar laju virus covid-19 Kota Makassar dapat terkendali dan dapat cepat terputus penyebarannya. Dia menyadari jika program yang digagas tidak sepenuhnya bisa memuaskan semua orang sehingga masukan dari berbagai pihak sangat diharapkan.
“Bagi yang punya ide, gagasan, dan metode yang bisa menyempurnakan program yang kami lakukan. Ayo kita kerja sama-sama,” tambah Danny.
Sementara itu, meski mendapat perundungan dan beragam komentar negatif di media sosial, hal itu tak menyurutkan semangat Satgas Detektor Covid Makassar Recover untuk turun ke masyarakat. Mereka tetap mendatangi rumah warga satu persatu demi memeriksa kesehatan, guna memutus mata rantai covid-19.Bahkan Satgas Detector Covid-19 ini turun melakukan pelayanan pemeriksaan kesehatan disambut baik oleh warga.
Satgas Detektor ini turun dengan penerapan protokol kesehatan. Sebelum turun dilakukan penyemprotan disinfektan ke pakaian yang digunakan satgas detector covid. Terlihat hari kedua satgas ini bekerja, Minggu (11/7), secara massif bergerak hingga tingkat RT melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Meski hari ini libur, tapi Satgas Detector Covid tetap turun melakukan pendataan kesehatan warga. Tentu ini untuk upaya mempercepat mencegah dan memutus mata rantai Covid,” ujar Juru Bicara Tim Makassar Recover Henny Handayani.
Satgas Detektor Covid mendatangi rumah rumah warga untuk melakukan deteksi atas status kesehatan masing-masing. Para detektor dibekali alat kesehatan yakni pengecek suhu tubuh, saturasi oksigen, dan tekanan darah juga alat tes covid-19. dalam pelaksanaan screening umum ini, semua data terkait status kesehatan warga juga diinput kedalam aplikasi Makassar Recover.
“Data primer yang telah dikumpulkan di lapangan akan dikirim ke command center yang selanjutnya akan ditabulasi untuk menentukan status penilaian kesehatan warga kota Makassar secara real time,” ujar Henny.
Selain mengecek kondisi umum kesehatan warga, lanjutnya, para detektor juga melakukan upaya upaya edukasi perihal berbagai langkah tepat dalam menghadapi covid19. seperti prosedur isolasi mandiri di rumah jika ada yang terpapar dengan gejala ringan, hingga alur tindakan medis diberikan kepada warga dengan gejala berat.
“Selama perjalanannya, Satgas Detektor ini sangat ditekankan untuk bekerja sesuai standar operasional prosedur, menaati protokol kesehatan dan menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat,” tambah Henny
Satgas Detektor covid tersebut akan bertugas seterusnya hingga data status kesehatan warga betul betul terpenuhi sesuai target yang ditetapkan. (rhm)

