pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kalah, Dua Rival Prof Husain tak Kecewa

Rektor UNM Terpilih Dilantik 13 Mei

MAKASSAR, BKM — Prof Dr Husain Syam akhirnya terpilih untuk memimpin Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2016-2020. Ia berhasil menyingkirkan dua rivalnya, Prof Wasir Thalib dan Prof Heri Tahir.
Dalam pemilihan rektor yang berlangsung di lantai 14 Gedung Phinisi UNM, Kamis (3/3), Prof Husain Syam menang telak dengan perolehan 69 suara. Disusul Prof Wasir Thalib 47 suara, dan Prof Heri Tahir 35 suara.
”Kemenangan yang diraih hari ini adalah kemenangan seluruh warga UNM. Kita semua patut berbangga, karena pelaksanaan pemilihan berjalan lancar tanpa ada yang perlu dipermasalahkan,” kata Prof Husain sesaat setelah terpilih, kemarin.
Menurut Dekan Fakultas Teknik UNM ini, tugas dan tantangan ke depan akan semakin berat. Karena itu dia berharap bantuan dari seluruh elemen di kampus UNM. Tak terkecuali dua mantan rivalnya dalam pemilihan.
”Kita patut mensyukuri dan bahagia. Tapi bukan hari ini yang kita pikirkan. Karena tugas ke depan akan lebih berat lagi tantangannya. Kita semua akan bersama-sama dan bersatu membangun UNM,” ujar Prof Husain lagi.
Dalam menjalankan tugas-tugasnya selama periode kepemimpinannya di UNM, Prof Husain akan melaksanakan visi dan misinya untuk mengembangkan infrastruktur sarana dan prasarana belajar yang berstandar internasional. Dekan Fakultas Teknik ini juga akan mengembangkan daya saing mahasiswa yang mempunya jiwa entrepreneur wirausaha.
”Yang paling utama dari visi misi saya adalah infrakstruktur kampus dan tempat belajar yang berdaya saing. Juga pengembangan wirausaha bagi mahasiswa, agar setelah selesai mereka tidak menganggur. Mereka akan punya usaha untuk meniti karirnya nanti,” terangnya.
Setelah terpilih, Prof Husain masih harus menunggu sekitar dua bulan lamanya untuk menduduki jabatan rektor. Diapun berjanji tidak akan meninggalkan dua mantan rivalnya dalam pilrek, yakni Prof Wasir Thalib dan Prof Heri Tahir.
Prof Husain memang sejak awal diprediksi akan menjadi suksesor Prof Arismunandar menduduki kursi tertinggi di Kampus Oranye. Di putaran pertama, Prof Husain Syam juga menjadi yang tertinggi mendapatkan suara senat UNM dengan 35 suara. Sementara Prof Wasir 24 suara dan Prof Heri 16 suara.
Dua calon yang gagal meraih kursi rektor, Prof Wasir dan Prof Heri yang ditemui usai pemilihan, sama-sama menegaskan bahwa mereka sudah mempersiapkan diri untuk menerima kemenangan dan kekalahan.
”Proses pemilihan sudah berlangsung. Kita harus terima apapun hasilnya, karena dari awal saya katakan kita siap menang dan siap kalah. Itu hal biasa,” ujar Prof Wasir.
Diakui Ketua Dewan Riset Sulsel ini, tidak ada sama sekali terbersit rasa kecewa dalam dirinya setelah tidak terpilih menjadi rektor. Ia bahkan sudah mendapat firasat tidak akan menang di pilrek putaran kedua.
”Saya sama sekali tidak kecewa. Kita siap menang dan kalah. itu wajib. Saya hanya berharap UNM tambah bersatu,” imbuhnya.
Prof Heri Tahir juga menuturkan turut berbahagia dengan kemenangan lawan, dan akan terus mendukung siapa saja yang menang. Pembantu Rektor (PR) III UNM ini punya komitmen, lawan yang menang harus diberikan selamat. Meskipun pada hakikatnya dia tidak menang, namun dirinya cukup puas.
“Saya dukung dan memberikan selamat kepada pemenang. Meskipun kalah, saya sudah merasa puas dibanding yang kemarin,” tandasnya.
Pilrek UNM kemarin tidak dihadiri Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek dan Dikti). Ia diwakili Sekretaris Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dr Ir Agus Indarjo,MPh. Menristek Dikti punya 53 persen dalam pemilihan ini. Sementara senat yang menyalurkan hak suaranya sebanyak 98 orang.
Selain dihadiri wakil dari Kemenristek Dikti serta para guru besar pemegang hak suara, pilrek UNM juga dihadiri enam orang pemantau, yang terdiri dari dua mantan rektor, dua staf biro dan dua perwakilan serta 15 orang pengawas.
Pilrek UNM ini mendapat apresiasi dari Agus Indarjo. ”UNM adalah pusat produsen para guru. Nasib anak bangsa ditentukan oleh perguruan tinggi seperti UNM ini. Untuk itu harus ada komitmen ikrar demi UNM. Sebab kita ingin UNM setara dengan perguruan tinggi lain di Indonesia,” ujarnya.
Rektor UNM, prof Dr Arismunandar berharap semua pihak menerima hasil pemilihan. ”Semua proses telah dilalui dengan profesional dan tidak ada halangan serta kendala. Karena itu, saya berharap kita semua bisa menerima hasil akhir ini. Siapapun yang terpilih mari kita dukung bersama-sama. Satu untuk UNM. Demi kejayaan UNM ke depan,” ujarnya.
Selama berlangsungnya proses pemilihan, suasana tampak terkendali. Ketegangan kemudian berubah menjadi eforia di kalangan pendukung ketika Prof Husain Syam dinyatakan sebagai pemenang. Mereka langsung menggelar sujud syukur.
KetuaPanitia Pilrek UNM, Prof Amin Rasyid menjelaskan, setelah tahap penyaringan, pemaparan dan pemilihan, kini tinggal menunggu proses pelantikan yang dijadwalkan 13 Mei 2016, setelah masa jabatan Prof Arismunandar berakhir.
”Kita akan melanjutkan proses ini dengan pelantikan rektor terpilih pada 13 Mei 2016, bertepatan dengan hari Jumat,” kata Amin Rasyid. (ita/rus)



×


Kalah, Dua Rival Prof Husain tak Kecewa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar