pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ribuan Warga Tertipu Pencatut Program Bank Dunia

SIDRAP, BKM — Ribuan warga di Kabupaten Sidrap diduga telah menjadi korban penipuan gaya baru. Modusnya, pelaku yang mengatasnamakan salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) di daerah ini menarik uang dari masyarakat setelah mengiming-iminginya bantuan dana dari Bank Dunia.
Oknum LSM ini juga memanfaatkan aparat pemerintah desa/kelurahan seperti kepala dusun dan kepala lingkungan untuk memudahkan pendataan administrasi warga. Namun, sejauh ini bantuan yang dimaksud tidak pernah diketahui oleh pemerintah kabupaten.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sidrap, menyebutkan edaran formulir bantuan itu sudah menyasar beberapa kelurahan. Salah satunya di Kelurahan Kanyuara, kecamatan Watang Sidenreng.
Tercatat sudah ada 2.622 warga Sidrap yang diduga telah menjadi korbannya. Mereka menyerahkan uang kepada pelaku dalam jumlah bervariasi, mulai Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per orang.
Dari 2.622 warga itu, 1.087 orang diantaranya menyerahkan uang ke pelaku sebesar Rp10 ribu, sisanya sebanyak 1.535 orang lagi menyetor uang sebesar Rp15 ribu per orang. Sehingga jumlahnya mencapai 2.622 orang.
“Jika dihitung-hitung, jumlah uang yang telah ditarik dari masyarakat mencapai Rp43 juta lebih. Itu baru pengakuan oknum LSM. Belum ditelusuri di lapangan,” ujar Kepala Badan Kesbangpol Sidrap, Makmur, Jumat (4/3).
Kapolres Sidrap, AKBP Anggi Naulifar Siregar, melalui Kasat Intelkam, AKP Fantry Taherong mengaku telah memonitor aktivitas tersebut. Hanya saja, kata AKP Fantry, belum seorangpun warga yang datang melaporkan hal itu.
Kepolisian, kata AKP Fantry, tetap akan menyikapi aktivitas pencatut program Bank Dunia tersebut. “Sebelumnya, kami akan berkoordinasi dulu dengan Badan Kesbangpol Sidrap, setelah itu menentukan langkah berikutnya,” janjinya.
Sementara Wakil Bupati Sidrap, Dollah Mando mengimbau seluruh camat, kepala desa dan lurah, agar mengawasi setiap aktivitas yang mencurigakan di tengah-tengah masyarakat. Termasuk pencatut program Bank Dunia.
Guna menghindari bertambahnya jumlah korban di masyarakat, Dollah mengaku telah menghentikan paksa aktivitas para pelaku, “Terpaksa kami hentikan karena setelah kita panggil, mereka tak bisa tunjukkan izinnya,” tegas Dollah. (ady/rus/b)



×


Ribuan Warga Tertipu Pencatut Program Bank Dunia

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar