MAKASSAR, BKM — Hari ini, Senin (23/8), perpanjangan Pemberlakuan Penerapan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV berakhir. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto pun mempersiapkan perpanjangan kembali pembatasan aktivitas bagi warga ini.
Namun, berbeda dengan sebelumnya, pada perpanjangan PPKM Level IV nantinya, bakal ada relaksasi yang lebih besar diberikan kepada pelaku usaha, khususnya bagi pengelola mal. Danny menjelaskan, pihaknya berencana untuk memanggil para pengelola mal hari ini, Senin (23/8) untuk membicarakan soal relaksasi yang akan diberikan tersebut.
“Kalau perintah (pusat) kemarin, diperpanjang (PPKM). Tapi menariknya, relaksasi lebih diperbesar. Misalnya mal bisa buka. Jadi besok (hari ini) saya kumpulkan pengelola mal,” ungkap Danny, Minggu (23/8).
Danny menambahkan, jika mal kembali buka, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat agar protokol kesehatan tetap dipatuhi dengan baik. Caranya, dengan membuat zoom monitoring dan memasang kamera di mal-mal untuk memantau kapasitas pengunjung. Kamera tersebut nantinya terkoneksi dengan tim Makassar Recovery.
Jumlah pengunjung yang bisa masuk ke mal maksimal 50 persen dari kapasitas maksimal yang bisa ditampung. Pengunjung mal nantinya akan dihitung di pintu masuk. Jika sudah mencapai 50 persen, maka mal tidak bisa memasukkan pengunjung lagi sampai ada yang keluar. Sistemnya buka tutup.
“Jadi kita akan membuat zoom monitoring. Sama seperti yang dipraktikkan di Mal Panakkukang kemarin. Ada kapasitas maksimal 50 persen, harus ditutup dulu,” jelas Danny.
Dia melanjutkan, PPKM yang dilaksanakan beberapa tahap ini sudah menunjukkan hasil dengan menurunnya kasus covid-19 di Kota Makassar. Jika sebelum-sebelumnya berada pada angka 200 lebih orang terpapar setiap hari, maka saat ini kasus menurun di bawah angka 200.
Sebenarnya, kata Danny, sesuai acuan, jika angka terkonfirmasi positif sebanyak 200 orang per hari, status pandemi Kota Makassar adalah zona kuning. Sementara untuk status zona merah, jumlah yang terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 3.000 dalam sepekan.
“Nah, kalau rata-rata 200 terkonfirmasi positif setiap hari, berarti satu pekan 1.400. Sementara syarat zona merah itu kan 3.000 sebenarnya,” jelas Danny. Namun hingga saat ini, pemerintah pusat masih menetapkan Makassar berada pada zona merah.
Terlepas dari persoalan tersebut, Danny tetap menargetkan dalam dua pekan mendatang, Makassar sudah harus keluar dari zona merah. “Intinya, dalam dua minggu ini, kita sudah harus lepas dari zona merah. Saya dan Forkopimda berharap agar Insyaallah kita keluar dari zona merah dua ninggu ini,” tandasnya.
Swab on The Road
Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan TNI-Polri telah melakukan swab on the road selama sembilan hari, sejak Kamis 12 Agustus lalu. Berdasarkan data yang direkap tim Makassar Recover, sebanyak 2.089 orang telah dilakukan swab antigen. Dia ntara yang dites, sebanyak 55 orang ditemukan positif covid-19.
Pemeriksaan antigen dilakukan di empat titik, yakni Jalan Penghibur, Jalan Aroepala, Sudiang depan BPS, dan Jalan Sultan Alauddin (Terminal Malengkeri) Makassar.
“Sejak sembilan hari kami lakukan swab on the road, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan total yang diperiksa sebanyak 2.089 orang. Setelah dilakukan pemeriksaan antigen pada sejumlah titik di perbatasan, 55 di antaranya positif,” kata Juru bicara Makassar Recover Dr Natsir “Aloq” Desi, akhir pekan lalu.
Dijelaskan Aloq, mereka yang terkonfirmasi covid akan dilakukan penelusuran kontak erat oleh tim Covid Hunter. “Yang ditemukan positif ada sebagian dari luar kota Makassar. Mereka yang positif ditindaklanjuti oleh Covid Hunter tentunya. Kemudian dilakukan tes swab PCR. Kalau nanti positif, baru kita arahkan isolasi mandiri di rumah atau ke isolasi apung,” jelasnya.
Ditegaskan Natsir, untuk memutus mata rantai covid-19, tim Makassar Recover akan terus turun melakukan swab on the road. “Kita tidak boleh lengah, masyarakat harus terus protokol kesehatan 5M. Untuk memutus mata rantai covid, Tim Makassar Recover akan terus turun melakukan swab on the road,” tandas Aloq.
Kematian Pasien Meningkat
Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sulawesi Selatan mencatat adanya peningkatan persentase angka kematian pasien di daerahnya belakangan ini. Per 19 Agustus 2021, persentase kematian pasien covid-19 di Sulsel di angka 1,81 persen. Trennya naik dibandingkan sepekan sebelumnya yang berada pada angka 1,77 persen.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Husny Thamrin mengatakan, pada Kamis (19/8) ada 26 orang orang meninggal karena covid-19. Dan Kota Makassar masih menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni empat orang. Secara total, selama pandemik, pasien covid-19 yang meninggal di Sulsel sebanyak 1.807 orang.
“Kita usahakan situasi ini akan dikendalikan, karena kematian akibat covid-19 di Sulsel juga masih fluktuatif,” kata Husny, Sabtu (21/8).
Bukan hanya pada kasus kematian, terkonfirmasi positif covid-19 juga kian bertambah di tiga hari terakhir. Bahkan pada tanggal 19 Agustus, kasus positif bertambah dua kali lipat, yakni sebanyak 892 orang. Sedangkan sehari sebelumnya, yakni 493 kasus dari 2.690 spesimen yang diperiksa.
Husny Thamrin menyebut, kenaikan kasus itu juga karena jumlah spesimen yang diperiksa lebih banyak, yakni 5.777 spesimen. Meski demikian, positif aktif Sulsel melampaui nasional yang hanya 8,5 persen tingkat nasional, sedangkan Sulsel 11,63 persen.
“Kalau jumlah yang sembuh ada 241 orang, sehingga totalnya keseluruhan sebanyak 86.349 orang,” ujar Husny.
Ketua Tim Konsultan Covid-19 Sulsel Prof Ridwan Amiruddin, menyampaikan prinsip dasar dalam menekan penyebaran covid ialah dengan memperbanyak tes untuk memisahkan yang sehat dan sakit, untuk kemudian dilaksanakan isolasi secara maksimal atau karantina yang baik.
“Sehingga pemutusan mata rantai pertumbuhan kasus dapat dilaksanakan. Kedua, pemerintah harus lebih lagi menggenjot vaksin,” kata dia.
Ia menilai, banyak daerah yang telah mau melaksanakan vaksin tetapi stok vaksin yang kian terbatas. Selain itu ialah ketaatan terhadap protokol kesehatan yang masih belum memberikan hasil terbaik, karena tingkat partisipasi prokes masih 70-80 persen. (rhm-jun)

