MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar mulai memberi kelonggaran ke para pelaku usaha dan aktivitas masyarakat, meski pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level IV kembali diperpanjang. Ada dua aktivitas kembali diizinkan untuk dibuka yakni tempat hiburan malam (THM) dan resepsi pernikahan.
Langkah ini juga menindaklanjuti instruksi menteri dalam negeri tentang pemberlakukaan PPKM level 4 di masa pandemi covid -19. Perpanjangan itu tertuang dalam surat edaran wali kota Makassar nomor 443.01/413/S.Edar/Kesbangpol/VIII/2021.
Perpanjangan mulai berlaku mulai Selasa (24/8) hingga 6 September 2021 mendatang.
Berbeda dengan perpanjangan PPKM sebelumnya, aturan pada perpanjangan kali ini mulai memberikan relaksasi terhadap sejumlah aktifitas masyarakat.
“Iya, betul hari (kemarin), Pemkot Makassar resmi memperpanjang PPKM level 4. Ini menindak lanjuti Instruksi Menteri dalam negeri tentang pemberlakukaan PPKM level 4 hingga tanggal 6 september,” kata Juru bicara Makassar Recover, Henni Handayani, Selasa (24/8).
Hanya saja perpanjangan PPKM ini berbeda dari sebelumnya, pemkot Makassar memberikan beberapa kelonggaran. Diantaranya dengan diberikannya izin bagi mal beroperasi kembali hingga pukul 20.00 Wita dan aktifitas di tempat ibadah juga diperbolehkan dengan pengaturan kapasitas 25 persen.
Kegiatan resepsi pernikahan, hajatan kemasyarakatan, tempat karaoke, rumah bernyanyi, klub malam, diskotik, live musik dan semacamnya juga telah diizinkan dengan protokol kesehatan dan kapasitas pengunjung sebanyak 25 persen.
Menurut Henni, kelonggaran itu diberikan lantaran kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Makassar mulai menurun. Jika sebelumnya kasus harian mencapai 500 sampai 700 kasus baru, saat ini berada di kisaran 160.
“Saat ini kasus warga terkonfirmasi covid19 mulai menurun, 160 sampai 200 dari sebelumnya 500 sampai 700 kasus perhari” beber Henni.
Meski terjadi penurunan kasus covid19, Henni meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan prokes kesehatan.
“Kita jangan lengah dengan angka penurunan ini. Kita harus terus meningkatkan kewaspadaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan agar mata rantai penularan dapat ditekan seminim mungkin,” harap Henni.
Karena adanya pembatasan aktifitas, mobilitas warga selama ini menjadi berkurang. Hal itu memberi pengaruh yang cukup besar terhadap penularan covid-19 yang cukup terkendali.
Melihat kondisi yang ada, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto memasang target Makassar keluar dari zona merah covid 19 dalam tempo dua pekan.
Danny mengakui mobilitas warga yang berkurang selama PPKM level 4. Jika sebelumnya berada pada minus 8 (hitam), sekarang minus 28 (kuning).
Dia mengatakan, kriteria untuk keluar dari zona tersebut hampir terpenuhi yang dilihat dari sejumlah indikator.
“Pertama jumlah konfirmasi, biasanya 600 per hari, sekarang di bawah 200 (yakni) 170. Paling banyak 205 kemarin dulu. Dua persen lagi kita sudah hijau,” tambah Danny.
Selain itu, Danny menuturkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) juga mengalami penurunan. Sebelumnya, BOR rumah sakit mencapai 59 persen.
“Sekarang sudah di bawah 50, 49 BOR-nya. Kalau bisa kita keluar dari zona merah,” ucapnya.
Kendati begitu, data pemerintah pusat soal status kota Makassar masih berada di zona merah. Danny mengatakan pemerintah kota bersabar menunggu perubahan status tersebut.
“Yang bikin status pusat, kita sabar saja. Target bisa keluar dari zona merah,” tutupnya. (rhm)

