pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jenazah Anak Kades Tertimbun Longsor

Tiga Orang Belum Ditemukan

LUWU, BKM — Banjir dan tana longsor yang melanda wilayah Kabupaten Luwu, Minggu (3/10) sore menjelang petang menelan korban jiwa. Satu jenazah anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Sofyan ditemukan tertimbun longsor, Senin (4/10).
Korban merupakan anak kepala Desa Ilanbatu, Kecamatan Walenrang Barat. Kapolres Luwu AKBP Fajar Dani Susanto memimpin 112 personelnya turun langsung ke lokasi bencana dan berhasil menemukan jasad korban. Sementara tiga anak kades Ilanbatu lainnya yang dikabarkan hilang, hingga kemarin belum ditemukan.
Banjir yang melanda Kecamatan Walenrang Barat sampai Walenrang Timur, Lamasi serta Lamasi Timur disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan yang melanda Walenrang Barat dan Walenrang. Akibatnya, air sungai Lamasi meluap dan menghanyutkan bangunan serta menggenangi rumah warga yang ada di sepanjang daerah bantaran sungai, yang terbentang dari Kecamatan Walenrang Barat sampai Walenrang Timur.
Cuaca ektrem juga menyebabkan terjadinya tanah longsor di Desa Ilanbatu, Kecamatan Walenrang Barat. Sejumlah rumah rumah mengalami kerusakan.
Daerah yang terdampak banjir masing-masing Desa Ilanbatu, Kecamatan Walenrang Barat, Desa Walenrang dan Padang Sangtandung di Kecamatan Walenrang, Desa To’lemo Pelalan dan Seriti di Kecamatan Lamasi Timur, serta Desa Kendekan di Kecamatan Walenrang Timur.
Menurut Kapolres Luwu AKBP Fajar Dani Susanto, ia bersama personel lainnya datang ke lokasi banjir dan tanah longsor. Sebagian ada yang melakukan evakuasi dan membantu warga. Ada pula yang mengatur arus lalu lintas.
”Proses evakuasi dilaksanakan dari awal terjadinya bencana banjir dan tanah longsor dengan alat berat eskavator sampai hari ini (kemarin). Ada empat orang anak kepala Desa Ilanbatu yang diinformasikan hilang. Satu di antaranya telah ditemukan jenazahnya. Korban bernama Sofyan, berusia 11 tahun. Sementara tiga orang belum ditemukan sampai saat ini. Lokasi yang longsor belum bisa ditembus, baik dengan menggunakan roda dua maupun roda empat,” jelas AKBP Fajar, Senin (4/10).
Fajar melanjutkan, pihaknya sudah berkordinasi dengan pemerintah kecamatan guna membantu masyarakat yang terdampak banjir. Termasuk dengan BPBD Luwu untuk segera melaksanakan penanggulangan bencana. .

“Hingga saat ini penanggulangan bencana alam banjir dan tanah longsor telah diback up oleh personel TNI-Polri BKO Brimob Baebunta, Tagana Luwu Utara dan BPBD Luwu, serta para relawan dari berbagai ormas se-Luwu Raya. Terima kasih sudah bahu membahu melakukan evakuasi dari awal terjadinya bencana hingga saat ini,” terang Fajar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan memastikan jajaran Polda Sulsel turun tangan membantu korban banjir serta tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Luwu. Aparat Polri membantu warga membersihkan material longsor, serta menyalurkan bantuan makanan ke para korban.

Selain itu kata E Zulpan, jajaran Polres Luwu juga terus melakukan konsolidasi dengan TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan para relawan. Hal ini untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada para korban bencana alam di wilayah hukumnya.

Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak telah menurunkan satu unit alat berat eskavator untuk penanganan tanah longsor di Walenrang Barat.

Sejumlah tempat juga telah disiapkan bagi warga yang mengungsi, seperti masjid, aula gereja, puskesmas yang dianggap aman dan terjangkau oleh masyarakat.

Informasi terakhir yang diperoleh, ada delapan desa terdampak banjir bandang. Ada 20 orang dirawat di puskesmas.
Evakuasi terus dilakukan guna menyelamatkan warga dan menghindari banjir susulan. Sedikitnya ada 100-an rumah yang terdampak banjir dengan ketinggian 1-3 meter.

Bantuan Logistik Tambahan

Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan menurunkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dalam membantu proses evakuasi bencana yang terjadi di Kabupaten Luwu. Kepala Bidang Linjamsos Dinsos Sulsel Herman mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinsos Luwu. Apalagi buffer stok logistik Dinsos Provinsi Sulsel pun telah didrop jauh hari sebelumnya ke kabupaten.
“Kami sudah koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Luwu, agar segera ada tindakan di sana. Semalam (Minggu malam) sudah berada di lokasi (korban terdampak) membagikan bantuan,” ujarnya, Senin (4/10).
Atas instruksi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, kata dia, Dinsos Provinsi tengah menyiapkan bantuan logistik tambahan untuk korban bencana di Luwu. Bahkan selama beberapa bulan terakhir ini, atau sejak Agustus 2021, bantuan Dinsos Provinsi untuk Luwu sudah keempat kalinya.
“Atas arahan dari bapak Plt Gubernur, hari ini (kemarin) tim Tagana Dinsos Sulsel diturunkan ke lokasi sekaligus membawakan bantuan,” terangnya.
Tak hanya dari Tagana Dinsos Provinsi Sulsel, kata dia, pihaknya juga meminta dukungan bantuan dari tim Tagana daerah sekitar bencana, seperti Toraja Utara, Palopo dan Luwu Utara.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memastikan bantuan dari Pemprov Sulsel untuk para korban terdampak. “Mari kita semua mendoakan dan bergotong royong untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah di Kabupaten Luwu,” ujarnya.
Kepala BPBD Sulsel Muhammad Firda menyampaikan, bahwa atas instruksi langsung dari Plt Gubernur, diturunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke Luwu. “Tadi malam (Minggu malam), tim TRC BPBD provinsi sudah diturunkan untuk membantu proses evakuasi, sekaligus membawakan bantuan logistik,” kata Firda, Senin (4/10). Adapun bantuan yang dibawa berupa logistik pangan, family kit, shelter kit dan perlengkapan bayi.

Tim Rescue Pemkot

Bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Luwu menjadi duka semua orang. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto turut merasakannya. Ia bersama Dinas Pemadam Kebakaran berinisiatif untuk turut serta membantu menyelamatkan warga yang tertimpa musibah.
Bertempat di kediaman pribadinya Jalan Amirullah, Senin (4/10), Danny Pomanto didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Hasanuddin melepas satu regu tim rescue yang akan berangkat ke Luwu.
“Duka Luwu duka kita semua. Pemerintah Kota Makassar lewat Damkar turut prihatin atas musibah tersebut. Olehnya itu, dengan melihat kondisi di sana, maka tim rescue kami turunkan untuk bersama-sama dengan tim lainnya membantu warga,” ungkap Danny.
Satu regu yang terdiri dari 10 orang personel itu menuju Kabupaten Luwu, dan selanjutnya akan menyusul regu lainnya dengan melihat kebutuhan serta kondisi yang ada.
“Panggilan kemanusiaan hari ini melihat duka yang sedang menimpa saudara kita di Luwu. Satu regu tanpa batas waktu kami lepas hari ini. Jika masih dibutuhkan akan kami kirim lagi regu lainnya untuk bergabung,” jelas Hasanuddin. (*-jun-rhm)

JUDUL KEDUA

BMKG: Masih Ada
Potensi Banjir Kembali

BADAN Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengingatkan kepada masyarakat Luwu untuk tetap siaga. Sebab potensi kembalinya terjadi banjir masih ada.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Farid, mengatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan masih ada potensi terjadinya hujan di wilayah tersebut. Bahkan dalam seminggu ke depan diperkirakan hujan masih turun.

“Dalam beberapa hari ke depan masih ada potensi hujan di wilayah Sulsel bagian utara. Bahkan satu minggu ke depan masih berpotensi hujan di wilayah tersebut,” katanya, kemarin.

Farid menambahkan, potensi terjadinya banjir masih bisa berlanjut di sana. Hal ini mengigat Luwu Raya merupakan daerah yang curah hujannya sepanjang tahun. Atau bisa dikatakan, tidak dapat ditentukan antara musim kemarau dan musim hujannya.

Farid mengungkapkan jika sebelumnya pihak BMKG sebenarnya telah memberi peringatan dini mulai 3 oktober 2021 pukul 15.30 sampai 19.30 Wita lalu terkait potensi bencana hidrometeorologi ini.

Pihaknya pun menyampaikan prihatin akan bencana banjir yang terjadi di Luwu.

“Kami berharap informasi BMKG bisa menjadi informasi tervalid, sekaligus kami berharap beberapa bulan ke depan masyarakat Sulsel lebih meningkatkan lagi kewaspadaannya terhadap potensi hidrometeorologi, mengingat sebagian wilayah Sulsel pada periode bulan Oktober dan November akan memasuki musim penghujan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau agar dalam beberapa bulan ke depan masyarakat Sulsel lebih meningkatkan lagi kewaspadaannya terhadap potensi hidrometeorologi. Seperti banjir dan longsor, terutama untuk wilayah Luwu Raya.
Forcaster BMKG Wilayah IV Makassar Asriani Idrus mengatakan, jika dilihat dari curah hujan, kontribusinya tidak begitu signifikan. Sebab, debet air yang diturunkan tidak begitu besar.

Hanya saja, karena kondisi sungai dan serapan air di daerah Luwu cenderung kurang stabil akibat banjir sebelumnya, maka hal itu diduga menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir.

”Hujannya ringan, tidak seperti sebelumnya yang debet airnya sampai 300. Ada indikasi, kondisi sungai di sana masih dangkal akibat banjir sebelumnya, makanya airnya meluap lagi,” ujarnya, Senin (4/10).

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk beberapa hari ke depan hujan masih akan turun di daerah tersebut. Terlebih lagi, Oktober ini Sulsel sudah memasuki musim penghujan.

Untuk daerah Luwu sendiri, potensi hujan sedang hingga lebat diiringi kilat dan petir masih berpotensi terjadi. Wilayah yang masuk cakupan meliputi Luwu Raya, mulai dari Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kabupaten Luwu.

Untuk Luwu Utara, masyarakat yang ada di daerah Seko, Rongkong, Sabbang, Malangke, Malangke Barat, dan sekitarnya harus waspada. Untuk Luwu Timur, daerah Burau, Wotu, Nuha, Towuti dan sekitarnya juga perlu siaga.

Sementara untuk Kabupaten Luwu, warga yang ada di daerah Walenrang, Lamasi, dan sekitarnya juga harus waspada terjadinya curah hujan tersebut.

Bahkan, potensi cuaca ekstrem tersebut bisa meluas hingga Masamba bagian Utara, Tanalili, Wasuponda, Angkona, Malili, Kota Palopo dan sekitarnya.

”Ini juga berpeluang meluas ke Kabupaten Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, dan wilayah sekitarnya,” lanjutnya.

Sementara untuk di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, saat ini juga masih ada potensi terjadinya curah hujan tinggi. Bahkan potensinya bisa meluas ke Kabupaten Maros.

”Pangkep sama, ada peluang meluas ke Kabupaten Maros juga,” ujar Asriani.

Sebelumnya, pada September lalu Kabupaten Wajo dan Kabupaten Soppeng juga sudah diterjang banjir. Dengan begitu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada menghadapi kemungkinan terburuknya.

”Masyarakat setidaknya bisa mencegah dengan penanganan kecil. Misalnya selokan yang lancar, sampah yang tidak berserakan di saluran air, dan beberapa hal lainnya,” imbuhnya. (nug-jun)




×


Jenazah Anak Kades Tertimbun Longsor

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link