MAKASSAR, BKM — Asesmen psikologis pendaftar bakal calon rektor Universitas Hasanuddin periode 2022-2026 telah berakhir Rabu (13/10), setelah berlangsung selama tiga hari di Hotel Claro, Makassar. Penutupan dihadiri oleh seluruh tim asesmen dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), serta seluruh pendaftar bakal calon rektor.
Hadir pula Wakil Ketua Majelis Wali Amanat Unhas Prof Dr Ir Ambo Ala, Ketua P2R Unhas Prof Dr Syamsul Bachri, Sekretaris P2R Unhas Prof Dr Abdul Latief Tolleng, serta beberapa anggota MWA dan P2R Unhas, seperti Prof Dr Muhammad Altin Massinai, Prof Dr drg Baharuddin Thalib, serta Prof Dr Andi Niartiningsih.
Dalam pengantarnya, Ketua P2R Unhas Prof Dr Syamsul Bachri, menyambut hangat kegiatan yang telah berjalan lancar. Selama tiga hari pelaksanaan asesmen psikologis tidak menemui kendala berarti.
“Asesmen psikologis merupakan tahap akhir dari proses penjaringan. Kami berharap dapat menerima hasilnya pada sekitar tanggal 22 Oktober, agar dapat kami proses lebih lanjut ke Majelis Wali Amanat,” kata Prof Syamsul.
Ketua Tim Asesor dari Fakultas Psikologi UGM Prof Dr Faturochman, menjelaskan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kepercayaan serta dukungan yang diterima selama proses asesmen.
“Kami akan menyerahkan hasil asesmen secepatnya dan selengkapnya. Setelah itu, jika ada pertanyaan dari P2R tentu kami siap menjawabnya. Kami telah bekerja sungguh-sungguh dan akan mempertanggungjawabkan hasilnya,” kata Prof. Faturochman.
Asesmen psikologis bakal calon rektor Unhas 2026 menggunakan empat model, yaitu tes tertulis, Focus Group Discussion (FGD), wawancara perorangan, dan diskusi panel.
Wakil Ketua MWA Prof Dr Ambo Ala menjelaskan tahapan yang akan dilalui, serta pentingnya asesmen psikologi dalam pemilihan rektor Unhas.
“Pada tahap penjaringan bakal calon rektor Unhas ini, terdapat tiga elemen yang menjadi pertimbangan, yaitu kelengkapan syarat administrasi, hasil pemeriksaan kesehatan, dan hasil asesmen psikologi,” ujarnya.
Prof Ambo Ala menjelaskan bahwa tahap selanjutnya adalah proses penjaringan. Setelah P2R menerima hasil asesmen psikologis, MWA akan menggelar rapat pleno yang direncanakan pada tanggal 25 Oktober 2021, untuk menetapkan bakal calon rektor yang memenuhi syarat. Selanjutnya nama-nama mereka akan diserahkan kepada senat akademik untuk melakukan tahapan penyaringan.
“Hasil asesmen psikologis ini akan sangat bermanfaat bagi MWA, baik dalam penetapan bakal calon rektor, bahkan mungkin juga akan dijadikan rujukan pada tahap pemilihan rektor nantinya. Kami menyadari pentingnya hasil asesmen psikologis ini untuk memperoleh gambaran tentang profil para kandidat. Kita bukan saja memilih manajer, tetapi memilih pemimpin yang mempunyai pengaruh dan kompetensi,” tandas Prof Ambo.
(*/rus)

