pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Solusi di Tengah Mahalnya Harga Pupuk Kimia

Mengenal Pupuk Hayati Flora One Produksi PT Centra Biotech Indonesia

MAKASSAR, BKM — Sulawesi Selatan merupakan provinsi yang memiliki potensi cukup besar di sektor pertanian. Bahkan salah satu kabupatennya, yakni Sidrap menjadi lumbung padi nasional.

Untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian tersebut, PT Centra Biotech Indonesia hadir melalui pupuk hayati bernama Flora One. Berbagai keunggulan dimiliki pupuk jenis ini. Seperti dijelaskan Leo, penyuluh lapangan PT Centra Biotech Indonesia dan Kurni, Manajer PT Centra Biotech Indonesia Area Indonesia Timur. Keduanya menjadi narasumber dalam podcast bisnis untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Rabu (13/10).
Dijelaskan oleh Leo, pupuk hayati Flora One terdiri dari padat dan cair. Bisa dipakai pada semua jenis tanaman, baik perkebunan, padi maupun holtikultura.

”Kami bisa memastikan pupuk ini organik karena perusahaan menggunakan bio tekonologi. Kandungannya diambil dari alam. Seperti humus dari lapukan-lapukan kayu, ranting, dan daun. Di dalamnya tergabung unsur hara tanah lalu kemudian dijadikan pupuk,” ungkap Leo.
Diakui Kurni, pupuk yang dipasarkannya telah banyak digunakan oleh petani di Sulsel. Hal itu karena petani di daerah ini membutuhkan solusi.
”Menurut Mentan (Menteri Pertanian), tanah pertanian di Sulsel sudah jenuh. Di sini kami hadir untuk membuktikan bahwasanya pupuk organik dan hayati merupakan solusi yang tepat saat ini,” jelasnya.
Pupuk hayati cair, lanjutnya, untuk memberikan nutrisi pada tanaman. Memicu peningkatan pada hasil panen. Yang terpenting, harganya cukup ramah di kantong.

”Secara prinsip ada pada kandungan pupuk. Terkadang petani kurang memahami tentang pupuk organik atau hayati. Untuk itu kami memberi penjelasan melalui sosialisasi dan presntasi di lapangan. Kepada petani disampaikan bahwa berdasarkan hasil lab, kandungan pupuk ini benar-benar dari alam,” jelasnya.
Diakui Leo, biasanya petani mempertanyakan tentang pupuk hayati yang hasilnya tidak akan sama dengan pupuk kimia. Pihaknya pun memberi penjelasan dengan data. Misalnya melalui demplot pada lokasi binaan.
”Di demplot lokasi binaan ini ini kami membuktikan bahwasanya pupuk hayati kita ini selain memberikan harga yang ramah, juga solusi. Produktivitasnya tidak kalah dengan kimia. Seperti dari demplot yang kami pilih, 1 hektare yang sebelumnya menghasilkan padi 6 ton, meningkat menjadi 8-9 ton. Petani intinya mau bukti dan terutama soal harga. Kami beri itu semua. Termasuk soal produktivitas dan untuk solusi jangan panjang ke depannya,” terang Leo lagi.

Solusi yang dimaksud adalah, pupuk hayati Flora One akan menjadi pilihan bagi petani ketika pupuk kimia berkurang atau hilang dari pasaran. Biasanya di tengah kondisi seperti itu, harga menjadi mahal. Dengan begitu, pupuk hayati menjadi solusi. Apalagi sudah punya bukti nyata. Bukan hanya di Sulsel, tapi secara nasional.
Dengan berbagai keunggulan yang ada, tidak mengherankan jika angka penjualan pupuk ini terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan, menurut Kurni, penjualannya meningkat hingga mencapai 50 persen. ”Sekarang bukan lagi kita yang mencari, tapi kita yang dicari. Kami ada pada semua kabupaten di Sulsel. Karena untuk pengadaan pupuk hayati Flora One ini dianggarkan di APBN dan APBD dengan sistem e-katalog,” ungkap Kurni.
Selain itu, perusahaan juga tetap melayani pembelian langsung oleh petani. Langkah tersebut ditempuh karena cakup APBD terbatas. Satu provinsi hanya mencakup beberapa kabupaten dan kecamatan.

Guna melayani permintaan, telah dibuka ritel tempat penjualan pupuk hayati Flora One. Seperti di Kabupaten Bulukumba, Sidrap, serta Gowa. Selain itu, perusahaan juga menjalin komunikasi dengan kelompok tani guna memudahkan mereka mendapatkan pupuk yang dibutuhkan.
Keberhasilan mendapat kepercayaan dari petani tak lepas dari upaya pihak perusahaan yang melakukan pembinaan, dari penanaman sampai panen. Sehingga ada kedekatan dengan petani. (*/rus)




×


Solusi di Tengah Mahalnya Harga Pupuk Kimia

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link