MAKASSAR, BKM — Pembangunan underpass simpang lima terus digenjot. Pihak Balai Besar Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BBPJN) VI terus memantau pengerjaan megaproyek yang dikerjakan kontraktor nasional, yakni Adhy Karya dan Waskita Karya itu agar sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan.
Saat ini, jalan samping yang dibuat kiri kanan jalan utama di area simpang lima mulai dioperasikan. Sementara jalan utama mulai ditutup karena pengerjaan inti segera dilakukan.
Kepala Satuan Kerja (Satker) BBPJN VI Metropolitan, Rahman Jamil mengatakan, pertengahan bulan ini proyek pengeboran (borepile) jalan utama akan dilakukan. Namun, dia tidak berani memastikan waktunya, dengan alasan takut ada perubahan.
“Yang jelas dalam waktu dekat ini. Mungkin satu sampai tiga hari ke depan,” ujarnya, Senin (14/3).
Proses pengeboran tersebut merupakan tahap awal yang dilakukan untuk pembangunan jalan underpass. Aktifitas itu dilakukan untuk pemancangan tiang-tiang pondasi yang nantinya akan menjadi penyangga flyover yang akan dibangun di atasnya. Setelah itu akan dilanjutkan penggalian tanah hingga tembus ke perbatasan Kabupaten Maros.
Pengeboran diperkirakan akan berlangsung sekitar enam bulan.
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk pengerjaan fisik, dari total anggaran Rp169,6 miliar sesuai nilai kontrak. Proyek multiyears ini dijadwalkan rampung di bulan Juli 2017 mendatang. Sehingga kemacetan yang sering terjadi di simpang lima bandara bisa terurai.
Untuk tahap pertama, area jalan utama yang akan dikerjakan sepanjang 100 meter dan lebar 20 meter, dari arah Makassar hingga sebagian badan jalan simpang lima.
Selama penutupan akses jalan utama, sudah disiapkan rekayasa lalulintas bagi kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Untuk kendaraan yang melaju dari arah tol menuju bandara, pergerakannya mengikuti traffic light. Sementara dari tol ke Makassar, harus berputar di akses jalan bandara. Sedang kendaraan dari tol ke Maros harus mengikuti traffic light. Begitu juga dari frontage tol ke Maros, dan dari arah bandara menuju tol harus mengikuti traffic light.
Untuk kendaraan dari arah bandara menuju tol, harus berputar dulu ke arah Makassar dan mengikuti oprit yang telah disediakan. Sementara kendaraan dari arah Makassar menuju bandara dan dari Makassar menuju Maros harus mengikuti traffic light yang sudah ada.
Untuk kendaraan dari arah bandara menuju ke Makassar, harus mengikuti traffic light yang telah ada. Sementara kendaraan dari arah frontage kiri tol ke Makassar, harus berputar pada putaran yang telah disediakan di ujung jalan tol.
Menurut rencana, jika tak ada aral melintang, proyek simpang lima ini akan groundbreaking besok, Rabu (16/3).
Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Latif menjelaskan, groundbreaking underpass simpang lima akan dilakukan bersamaan dengan groundbreaking tiga proyek lainnya, yakni rusunawa PNS Pemprov, jalan layang poros Maros-Bone dan waduk Nipa-nipa. (rhm/rus)
Jalan Utama akan Dibor, Rekayasa Lalin Disiapkan
Besok, Groundbreaking Tiga Megaproyek
×

