MAKASSAR, BKM — Adnan Purichta Ichsan tak bisa berkata-kata saat diberi kesempatan menyampaikan suka dukanya kuliah strata tiga (S3) hingga berada di podium dan dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor oleh tim penguji.
Ia menangis. Nada suaranya berat.
Bupati Gowa dua periode itu baru saja menyandang gelar doktor ilmu hukum. Adnan menjalani ujian promosi doktor dengan memaparkan disertasinya di hadapan Dekan Fakultas Hukum Unhas Prof Dr Farida Patittingi selaku ketua sidang promosi doktor didampingi promotor, kopromotor dan tim penguji, Kamis (28/10) di Baruga Prof Dr Baharuddin Lopa Fakultas Hukum Unhas.
Semua undangan yang menghadiri sidang luring terbatas terlihat terharu. Bahkan semua keluarga Adnan yang berada dalam ruangan tampak bermata sembab.
“Alhamdulillah, hari ini (kemarin) saya sidang promosi doktor dan dinyatakan lulus dengan IPK 4,0. Sayangnya saya tidak meraih cumlaude, sebab masa kuliah saya lebih dua bulan dari batas tiga tahun yang menjadi syarat cumlaude tersebut. Tapi bagi saya, mau cumlaude atau tidak, perjuangan saya menuju podium ini cukup berharga,” ujar Adnan kepada wartawan di pengujung acara.
Usai memaparkan disertasi berjudul Pengaturan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Kepala Daerah, Adnan disodori pertanyaan oleh para penguji. Mulai dari Prof Dr Farida Patittingi selalu ketua sidang, Prof Dr Syamsul Bahri sebagai promotor, Prof Dr Hamzah Halim, dan Prof Dr Marwati Riza selaku kopromotor, serta penguji internal, seperti Prof Dr Amiruddin Ilmar, Prof Dr Rahmat Ruslan dan Dr Muh Hasrul. Sementara penguji eksternal adalah Menteri Dalam Negeri Prof Dr Tito Karnavian.

Satu per satu pertanyaan yang diajukan penguji, dijawab dengan baik oleh Adnan. Atas penjelasannya,
para penguji memberikan apersiasi. Bukan hanya pada prestasi yang diraih Adnan selama menjabat sebagai bupati Gowa setelah terpilih menggunakan jalur perseorangan pada pilkada tahun 2015 dan pilkada 2019 dengan menggunakan jalur parpol pengusung dengan 127 prestasi, baik regional maupun nasional. Tapi juga pada kemampuan dan kecerdasan Adnan.
Tidak heran jika hasil yudisium akhir, penguji memberikan nilai A untuk disertasi Adnan dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,0 untuk prestasi akademik yang dicapainya.
“Luar biasa raihan prestasi yang diraih Adnan selama ini. Dia memiliki kapasitas dan kompetensi yang cukup bagus. Ini figur pemuda yang patut dicontoh, ” puji Prof Dr Farida.
Menteri Dalam Negeri Prof Dr Tito Karnavian yang dipilih Adnan sebagai penguji eksternal yang menguji secara daring, juga salut dengan jawaban yang diberikan terhadap pernyataan pemahaman yang dilayangkan kepada putra almarhum Dr Ichsan Yasin Limpo ini.
Ayah dua anak ini memaparkan secara gamblang soal pemilihan kepala daerah calon perseorangan berdasarkan dassollen dan dassein yang menjadi disertasinya. Ia
Adnan berharap, hasil penelitiannya ini bisa menjadi rujukan ke depan ketika pilkada hendak dilaksanakan.
Bahkan, menurut Adnan, jalur perseorangan pun bukan tidak mungkin bisa dilakukan pada pemilihan presiden kelak.
“Saya sudah dua kali ikut pilkada dan sudah menggunakan jalur perseorangan dan jalur parpol. Bagi saya, ternyata menggunakan jalur perseorangan anggarannya jauh lebih kecil dibanding jalur parpol. Hanya saja kelemahannya, jika jalur perseorangan persyaratannya sangat berat sementara jalur parpol ringan. Jika parpol pengusung sudah mencukupi, maka calon sudah bisa maju. Tapi kalau jalur perseorangan prosesnya ribet. Satu saja kelengkapan administrasi tidak ada, maka langsung digugurkan. Nah, disinilah letak ketidakadilan yang harus dihilangkan. Menurut saya, persyaratan calon jalur perseorangan dengan yang jalur parpol harus sama. Semoga hasil penelitian saya kelak bisa menjadi rujukan negara dalam pelaksanaan pilkada. Saya berharap pengaturan calon perseorangan ini tidak lagi dilakukan melalui level PKPU, tapi dilakukan melalui undang-undang,” terang Adnan.
Usai dinyatakan lulus, Adnan pun langsung mencium tangan ibundanya dan memeluknya. Kemudian ke istrinya Priska Paramita Adnan.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam yang hadir dalam sidang promosi ini, mengatakan apa yang diraih Adnan menjadi satu cerminan bagi seluruh pemuda untuk mampu meningkatkan kompetensi dan kapasitas sebagai pemuda masa kini.
Hal sama dikatakan Amir Uskara, anggota DPR RI yang turut hadir. Tokoh PPP ini menyatakan salut dan bangga sebagai orang Gowa.
Terpisah melalui layar monitor virtual, Dr Syahrul Yasin Limpo, paman Adnan menyampaikan terima kasih dan support atas segala bentuk dukungan dan doa kepada Adnan. Ia berharap semoga keponakannya mampu menyandang doktor bidang ilmu hukum ini.
“Saya atas nama keluarga besar Yasin Limpo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mendoakan Adnan untuk menyelesaikan studinya di S3 hukum Unhas. Terlepas Adnan adalah keponakan saya, saya salut pada dia dan pada kegigihannya sehingga menjadi ‘orang’ di saat ini. Semoga ilmu yang diperolehnya ini dapat berguna untuk masyarakat, baik di daerah sendiri, Sulsel hingga Indonesia,” ujar SYL yang tak sempat melanjutkan kalimatnya karena menangis.
Menteri Pertanian ini menitikkan air mata mengenang ayahnya HM Yasin Limpo, serta adiknya almarhum Ichsan YL. Menurut mantan gubernur Sulsel dua periode ini, lelaki suku Bugis-Makassar memiliki jiwa berani dan cerdas.
“Di Hari Sumpah Pemuda ini saya serukan kepada pemuda agar tidak lagi memperingatinya dengan teriak. Tapi mari lakukan karya, berbuat untuk bangsa dan negara. Kita memang harus kritis kepada negeri, namun kita harus berkapasitas. Lakukan dengan hal yang cerdas, yang lahir dari pemikiran yang terkolaborasi dengan baik,” tandas Syahrul. (sar)

