PADA perayaan HUT ke-414 Kota Makassar, Wali Makassar Moh Ramdhan Pomanto akan meluncurkan program lorong wisata yang akan menjadi salah satu andalannya. Sebanyak 5.000 lorong akan ditata dan dibenahi sehingga menarik untuk dikunjungi para wisatawan.
Lorong Bambapuang yang berlokasi di Kelurahan Lariang Bangi, Kecamatan Makassar akan menjadi salah satu pilot project lorong wisata yang akan diluncurkan hari ini. Di sepanjang lorong wisata Bambapuang ditempatkan ayunan serta cermin dengan desain jendela yang instagramable.
Wali Kota Danny memaparkan Lorong Wisata merupakan salah satu program unggulan yang akan menyokong visi misi Pemerintah Kota Makassar, khususnya dalam merestorasi ruang kota yang inklusif menuju kota nyaman kelas dunia yang sombere dan smart city.
Selain akan dijadikan daya tarik wisata, kehadiran program tersebut juga memiliki misi khusus untuk menggerakkan roda perekonomian rakyat. Masyarakat, khususnya pelaku UMKM di lorong wisata bisa menawarkan berbagai macam produk lokal mulai makanan, minuman, dan lainnya.
“Setiap lorong kan punya keunggulan masing-masing. Jadi, nanti yang mereka tawarkan ke pengunjung, apa yang menjadi nilai jual di lorong wisata bersangkutan,” kata Danny.
Misalnya, ada lorong yang terkenal dengan produksi kue tradisionalnya, atau makanan khas lokal. Itu yang akan ditonjolkan sehingga orang tertarik datang ke sana. Rencananya, tahun ini 153 lorong wisata akan dibuat. Satu kelurahan satu lorong wisata.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Makassar, M Roem menjelaskan, lorong wisata akan ditata secara estetik dan diberikan peluang UMKM berjualan. Tujuannya, agar terjadi perputaran rupiah di sana. Program ini dihadirkan sebagai bentuk upaya mendorong pemulihan ekonomi.
“Sesuai dengan keinginan Pak Wali Kota, lorong wisata ini kan upgrading dari Lorong Garden dan Badan Usaha Lorong,” ujarnya.
Dia menambahkan Lorong Wisata rencananya mulai berjalan pada awal November mendatang. Tersebar di puluhan titik, masing-masing 14 kecamatan.
“Nama lorong wisata akan diberi nama seperti Lorong Taripang, atau Lorong Barongko. Jadi ini sebagai local influencer. Dari sini para wisatawan akhirnya penasaran dan tidak susah mencari di mana kue atau makanan khas terenak. Tinggal sebut nama lorongnya saja,” ujarnya
Untuk pembangunannya dibebankan dalam APBD tahun ini senilai Rp1,4 miliar. Setiap satu lorong wisata, mendapatkan kucuran dana senilai Rp20 juta. (rhm)

