PERAYAAN Hari Pahlawan, 10 November tahun ini tampak khas. Momen peringatan ini dibuat berkesan dengan kehadiran seratusan kendaraan tua tempo dulu, serta kendaraan tempur milik TNI muncul dengan parade singkat di Jalan Pallantikang, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Rabu (10/11) pukul 10.00 Wita.
Iring-iringan alat tempur milik TNI dan kendaraan tua milik beberapa masyarakat ikut berkonvoi. Praktis, suasana ziarah makam Raja Gowa Sultan Hasanuddin dan pahlawan nasional ini jadi tontonan menarik masyarakat sekitar. Mereka langsung keluar dari rumah dan berjejer menyaksikan konvoi melintas di depannya.
Para pelajar mulai SD, SMP, dan SMA turut memadati bahu jalan sempit di kawasan makam Raja-raja Gowa tersebut.
Hadir dalam ziarah bersama itu Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno didampingi para perwira tinggi Kodam, serta perwira tinggi TNI dari Angkatan Darat, Angkata Udara, dan Angkatan Laut. Rerata peserta konvoi mengenakan seragam para pejuang tempo dulu.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan juga terlibat di dalamnya. Ia mengenakan setelan jas dan celana panjang warna putih ala Soekarno, presiden pertama RI. Sementara Pangdam Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno memakai seragam prajurit pejuang warna krem dengan peci gaya pejuang dulu.
Dalam kesempatan menjamu rombongan Pangdam XIV di Aula Kompleks Makam Raja Gowa, Adnan mengatakan Hari Pahlawan ini harus dijadikan momentum kekompakan dan kebersamaan untuk bisa segera keluar dari pandemi covid-19.
“Semua kebaikan, semangat yang telah dilakukan oleh pahlawan kita. Mari kita lanjutkan hari ini, yaitu dengan semangat untuk membawa daerah ini menjadi lebih baik, lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera di masa datang. Dan yang terpenting agar kita bisa segera keluar dari pandemi covid-19 tentunya dengan berjuang melawan virus dengan prokes ketat dan vaksinasi,” ujarnya.
Adnan menegaskan, jika dulu pahlawan berperang melawan penjajah, maka saat ini bangsa Indonesia berperang melawan virus demi keluar dari pandemi covid-19.
“Kita harus berperang bersama melawan virus. Ketika kita keluar dari pandemi maka ekonomi kembali bergerak normal, masyarakat juga bisa makin sejahtera di masa yang akan datang,” tutur Adnan.
Sementara Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno berharap momen Hari Pahlawan saat ini menjadi satu bagian penyadaran bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Gowa untuk terus berbenah dan bangkit dari himpitan pandemi covid-19 yang sudah hampir memasuki tahun kedua ini.
“Mari kita luangkan waktu sejenak untuk mengenang perjuangan para pejuang di masa lalu dalam memerdekakan bangsa dan negara ini dari tangan penjajah. Dan sekarang mari kita berjuang untuk memerdekakan rakyat dan bangsa dari pandemi covid-19,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Pangdam melakukan tabur bunga di pusara makam Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin yang berjuluk Ayam Jantan dari Timur. Prosesi ziarah di tempat ini tidak lama. Semua menabur bunga. Termasuk Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartikasari, Kasdam XIV serta seluruh perwira tinggi dari berbagai kesatuan TNI.
Usai berziarah di makam Sultan Hasanuddin, iring-iringan konvoi mengarah ke makam Pangeran Diponegoro di Jalan Diponegoro, Makassar.
Selanjutnya finish di Benteng Rotterdam, Makassar.
Seorang peserta konvoi bernama Iwan, berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu bentuk pengingat bagi warga tentang jasa para pahlawan. ”Kalau kita tidak saling mengingatkan, ya nanti bisa lupa ucap,” ujarnya.
Melihat konvoi dan iring-iringan mobil dan motor tua berbagai merk, seorang siswi kelas XI SMA Alfityan bernama Atika Wulandari mengaku terharu.
Meski dia lahir di zaman serba canggih dengan fasilitas IT saat ini, namun Atika berharap dapat menjadi anak yang bisa berbuat terbaik dan berkarya untuk Indonesia.
“Kalau dulu leluhur kita berperang dengan menggunakan senjata, maka kami tertantang untuk berperang melawan berbagai hal, yakni berperang melawan penindasan ideologi, berperan melawan kemiskinan, berperang melawan kebodohan. Tentu tekad kami sebagai penerus bangsa adalah bagaimana kita kaum milenial ini bisa tampil berkarya dan berinovasi untuk negeri ini. Makin menjunjung adat serta adab dan menjadi anak berbakti kepada orangtua,” papar gadis manis berhijab ini. (sar)

