PERUSAHAAN penyedia jasa pengiriman barang cukup banyak jumlahnya di Kota Makassar. Namun, yang khusus melayani jasa pindahan dengan penawaran berbeda, Raja Pindah menjadi satu-satunya dengan konsep moving.
DIREKTUR Utama (Dirut) Raja Pindah, H Arief R Pabettingi menjelaskan hal itu ketika tampil menjadi narasumber dalam podcast untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Senin (22/11). Ia menjelaskan awal mula berdirinya perusahaan hingga mampu eksis sampai saat ini.
”Raja Pindah ini merupakan perusahaan moving (pindahan). Sejak ada hingga sekarang sudah identik dengan logistik,” ujar Arief.
Tentang nama Raja Pindah, Arif punya alasan kenapa tidak menggunakan Raja Kirim. ”Kalau Raja Kirim itu tidak ketemu sinonimnya. Yang nyambung Raja Pindah. Karenanya itulah yang dipakai,” terangnya.
Disebutkan Arif, Raja Pindah merupakan sebuah perusahaan franchise. Sudah ada di Indonesia sejak tahun 2011. Perjalanannya sama dengan ketika Arif mendirikan perusahaan lain. Ada banyak tantangan yang dihadapi. Namun, berbekal tekad dan skill dan pengalaman, Arief terus mengembangkan Raja Pindah. Hingga akhirnya diterima warga Makassar. Karena salah satu konsennya adalah di pindahan.
”Ada banyak perusahaan pengiriman ekspedisi yang beroperasi di Makassar. Tapi khusus seperti konsep Raja Pindah, baru satu-satunya yang ada dengan konsep moving. Pertama dan menjadi suatu kebanggaan. Karena itu kami yakin akan tetap eksis berkat dukungan pelanggan dan warga Makassar,” jelasnya.
Tentang pelanggan, Arif mengaku tak lagi bisa menghitungnya. Rerata yang menjadi konsumennya adalah kalangan korporat, di antaranya bank BUMN. Biasanya jika ada pejabat bank yang mau pindah dari Makassar ke luar kota, Raja Pindah yang dipercaya untuk mengurusnya. Mulai dari perangkat elektronik, peralatan dapur, hingga kendaraan.
”Servis dan layanan yang kami berikan merupakan tanggung jawab terhadap pelanggan. Karena kami ada karena kami dipercaya,” tandas Arief.
Ditanya tentang jumlah karyawan tetap yang bekerja setiap hari, Arief menyebut angka kurang lebih delapan orang. Namun, bila ada pekerjaan dengan volume besar, semua sektor yang bisa mendukung langsung dikumpulkan. Sehingga pekerjaan bisa segera dituntaskan.
Dalam melaksanakan tugasnya, para pekerja tersebut dituntut untuk teliti dan safety. Sebab barang yang dipindahkan harus benar-benar utuh dan kondisinya harus tetap baik. Sehingga dibutuhkan waktu untuk packingnya. Proses inilah yang membedakan Raja Pindah dengan jasa pengiriman yang ada di Makassar.
Selain mengelola perusahaan jasa pindahan, Arief juga bergelut di bisnis ekspor. Usaha ini bahkan dilakoninya sejak 25 tahun silam. Ketika itu usianya masih berusia 23 tahun.
”Setelah lulus SMA saya tidak langsung kuliah. Saya melibatkan diri sebagai pegawai employ. Ikut di beberapa perusahaan. Terakhir di usaha forwarding internasional. Bertugas di bagian dokumentasi ekspor. Dari situlah sedikit banyak sudah tahu soal ekspor, karena mengurusi dokumentasi barang yang mau dikirim. Jadi tahu benar dari sisi barang, dokumentasi maupun logistiknya,” beber ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Dewan Pengurus Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ini.
Delapan tahun bekerja, Arief kemudian merasa sudah mapan dari segi ilmu. Terbertiklah di pikiran untuk resign dan menjalani usaha sendiri.
Memulai sebuah usah tentu tidak semudah yang dibayangkan. Arief menemui banyak tantangan serta rintangan, bukan sebatas bukti, namun setinggi gunung. Sebab harus berhubungan dengan orang dan lintas negara. Tapi semua itu coba dilaluinya, dan ternyata mampu memberi inspirasi dan mengajarkan bahwa betapa sebuah kejujuran harus digunakan ketika berhubungan dengan orang lain. (*/rus)

