pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pasien RS Dievakuasi, Pegawai Berhamburan

GETARAN gempa yang dirasakan di Kabupaten Gowa, membuat panik warga setempat. Tak terkecuali pasien di RSUD Sykeh Yusuf. Seluruh pasien yang mengisi ruang perawatan di lantai 4-5-6 diungsikan dan dievakuasi ke luar gedung berlantai tujuh ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa Zainuddun Jufri bersama Humas RSUD Syekh Yusuf Muh Taslim, mengatakan saat getaran mulai terasa, pihak rumah sakit langsung melakukan evakuasi terhadap para pasien dengan membawanya ke luar gedung.

“Iya, saat ada getaran gempa kami semua jadi panik dan langsung berinisiatif mengevakuasi para pasien ke luar gedung. Jadi para pasien yang dirawat di lantai empat, lima, dan enam langsung diturunkan ke lantai bawah dan keluar ke pekarangan. Alhamdulillah, sekarang tidak ada lagi,” ujar Zainuddin Jusuf.
Ia kemudian menguhubungi BKMG gunamenanyakan kondisi terkini. ”Alhamdulillah, pihak BMKG mengabarkan bahwa kondisi gempa sudah berhenti. BMKG memberikan kepastian aman untuk wilayah Gowa dan Sulsel. Makanya, seluruh pasien kami bawa kembali ke ruang perawatan masing-masing,” jelas Zainuddin yang juga wadir umum RSUD Syekh Yusuf Gowa.

Humas RSUD Syekh Yusuf, Muh Taslim menambahkan, setelah dilakukan pengembalian pasien ke ruang perawatan masing-masing, pihak RS kembali melakukan pemantauan di sepanjang sisi gedung, baik dari luar maupun dalam dari lantai dasar (basement) hingga ke atap (rooftop).

“Kami juga mengimbau kepada seluruh perawat, pegawai, para dokter, serta pasien dan keluarga pasien untuk tetap tenang dan berdoa agar kita semua terhindar dari segala bencana, ” jelas Muh Taslim.

Sementara itu, pemantauan di kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Gowa, saat terjadi getaran semua pegawai berhamburan keluar ruang kerjanya. Termasuk yang sedang mengikuti rapat di Baruga Karaeng Pattingaloang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa Ikhsan Parawansa, mengatakan gempa yang terjadi di laut Flores itu terjadi dua kali.

“Jadi titik gempa di laut Flores. Getarannya dirasakan sampai ke Gowa. Namun tidak semua wilayah di Gowa merasakannya. Meski begitu, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dengan kondisi cuaca yang ekstrem saat ini, yang sangat berpotensi membawa bencana baik bencana banjir, angin kencang, longsor, bahkan gempa seperti di NTT,” terangnya.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar jangan percaya dengan berita-berita yang tidak jelas sumbernya dan tidak berkompoten. ”Hati-hati dengan berita hoaks. Kita harus tetap waspada dalam melakukan aktivitas sehari dan berdoa semoga kita semua dalam lindungan-Nya,” kata Ikhsan Parawansa.

Dijelaskan kepala BPBD Gowa ini, pihaknya mengetahui ada gempa dengan melihat layar monitor alat deteksi gempa yang dimiliki Pemkab Gowa.

“Ya, kami lihat ada gempa di laut Flores di NTT melalui monitor pendeteksi kami di kantor. Gempa berskala magnitudo 7,5, dengan titik gempa berada di laut 112 km barat laut Larantuka dengan kedalaman 12 Km. Gempa ini dirasakan (MMI):IV Ruteng, IV Labuan Bajo, IV Larantuka, IV Maumere, IV Adonara, IV Lembata, III Tambolaka, III Waikabubak, III Waingapu, II-III Makassar, II-III Takalar, II-III Pangkep, ” terang Ikhsan Parawansa.

Terpisah, Penjabat Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa Kamsina yang dikonfirmasi, membenarkan bahwa saat berkegiatan di kantornya, para pegawai merasakan getaran sehingga membuat panik dan berlarian ke luar kantor.

“Getarannya tidak terlalu hebat dan hanya sebentar, tapi sempat bikin panik juga. Makanya, semua pegawai keluar ruangan,” tandasnya. (sar)




×


Pasien RS Dievakuasi, Pegawai Berhamburan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link