MAKASSAR, BKM — Keluarga Besar Alumni (KBA) SMP Negeri 5 Makassar menggelar seminar nasional dengan tema Makassar Recovery Toward The Worl City di Phinisi Ballroom Hotel Claro, Kamis (16/12). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara, seperti ajati Sulsel Raden Febrytrianto, yang mewakili kapolda Sulsel, Rektor Unhas diwakili Prof Dr Pawennari Hijjang, serta Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Keynote speaker Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mattalitti tampil secara virtual.
Wali Kota Danny Pomanto menyampaikan materi Konsep Pemerintah Kota dalam Membangun Makassar Kota Dunia. Dikatakan, saat ini Makassar menuju kota dunia. “Kenapa menuju? Karena kita sementara menjalankan konsep-konsep yang tertuang dalam Makassar Recover dengan tiga konsep secara garis besar,” ujarnya.
Danny menekankan Makassar menuju kota dunia sudah diinginkan dari periode pertamanya, sehingga saat ini sudah dimasukkan dalam RPMJD Kota Makassar tahun 2021-2026. Ia menegaskan, butuh konsistensi dan dukungan SDM unggul agar dapat bersama mewujudkan mimpi tersebut.
“Kami sadar tidak mudah. Tapi tak mengapa. Makanya, saya sangat mengapresiasi seminar yang diadakan KBA SMPN 5 ini, karena ini salah satu bentuk kontribusinya kepada Kota Makassar tercinta,” terangnya.
Pemkot Makassar, sambung Danny, menggagas kota dunia ingin memberikan kenyamanan kepada warganya. ”Saya ini adalah perencana kota. Saya yang rancang pesisir pantai Makassar. Semuanya dalam rangka menciptakan kenyamanan masyarakat,” sebutnya.
Menjadi kota dunia, diakuinya tidak seperti membalik telapak tangan. Tetapi semua ada proses dan sistemnya. “Proses dan sistemnya adalah Sombere and Smart City. Kalau smart city itu menyangkut hardware dan software. Tapi saya tambah sombere. Sombere itu adalah heartware. Hati. Teknologi itu butuh hati,” kata Danny yang langsung mendapat aplaus peserta.
Pemateri lain yang juga antropolog Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Pawennari Hijjang, MA mengatakan untuk menjadi kota dunia, Pemerintah Kota Makassar sebaiknya memaksimalkan potensi sosial budaya yang ada di kota ini. Menurutnya, karakter masyarakat Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja adalah karakter yang sangat positif. Beberapa karakter tersebut di antaranya adaptif, etos kerja tinggi, dan tinggi kepedulian sosial.
“Kota dunia itu tidak mesti infrastruktur. Tetapi kota dunia juga erat kaitannya dengan kehidupan sosial budaya. Untuk Makassar, tabe Pak Wali, yang kita harus maksimalkan adalah potensi sosial budaya,” kata Prof Pawennari.
Sementara menurut La Nyalla Mattalitti,untuk menjadi kota dunia, Makassar harus menentukan konsep kota dunia itu seperti apa. Apakah seperti kota-kota dunia lain yang ada di Eropa
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Imran Jauzi yang mewakili Plt Gubernur Sulsel saat membuka acara, berharap agar kegiatan ini memberikan manfaat kepada warga Makassar.
Ketua KBA SMP 5 Makassar Dr Chaerul Amir, menjelaskan seminar nasional ini merupakan rangkaian dari Temu Nasioanal (Tenas) alumni SMP 5 Makassar. Sebelumnya juga telah dilaksanakan penanaman 3.000 pohon secara serentak di seluruh wilayah Kota Makassar.
“Kali ini kita menggelar seminar nasional yang memilih tema tentang Makassar Recovery Toward The World City,” kata Chaerul.
Pihaknya sengaja memilih tema ini, karena Makassar memiliki potensi yang besar untuk menjadi kota dunia. Apalagi Makassar menjadi salah satu kota yang berada di pesisir pantai.
Ia juga menjelaskan bahwa KBA tidak seperti organisasi alumni yang lain. KBA SMP 5 Makassar selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat baik bagi masyarakat maupun kepada alumni.
Seminar ini berangkat dari misi komunitas yang mengusung tiga kepedulian, almamater, alumni, dan masyarakat. “Diwujudkan dalam bentuk seminar. Ini salah satu wujud kepedulian masyarakat bangsa kenapa mengusung kota dunia karena pernah menjadi ide ketika Danny mengusung programnya, tapi konsep ini terlupakan. Karena ini ide bagus diangkat dalam seminar, menunjukkan bahwa anak bangsa punya mimpi yang besar dan kita wajib sama-sama mewujudkan,” pungkasnya. (rhm)

