MAKASSAR, BKM — Seleksi Laskar Pelangi masih terus berjalan di seluruh OPD lingkup Pemkot Makassar. Pada hari kedua pelaksanaannya, Selasa (21/12), sebanyak 7.500 dari 12.000-an peserta sudah mengikutinya.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, sehari sebelum pelaksanaan seleksi Laskar Pelangi, dia menerima laporan jika soal yang akan diujikan bocor. Danny pun langsung menginstruksi ke BKPSDM dan Bappeda kerjasama dengan Kominfo untuk mengubah semua soal.
“Jadi satu hari sebelumnya, ada yang melaporkan kepada saya, ada kebocoran soal. Setelah saya konfirmasi benar soalnya itu. Saya instruksikan soalnya diubah semua. Jadi mereka kerja sampai subuh itu,” ungkap Danny saat ditemui di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Selasa (21/12).
Dia pun menginstruksikan mencari dan menyelidiki oknum yang membocorkan soal-soal seleksi Laskar Pelangi. “Saya melihat bahwa memang di pemerintah kota ini tidak steril. Masih ada orang-orang yang seperti ini. Saya suruh selidiki siapa yang membocorkan itu,” tandasnya.
Danny berjanji tidak akan memberi toleransi terhadap oknum-oknum yang membocorkan soal itu. Jika ditemukan ada ASN yang terlibat, maka akan diusulkan untuk dipecat.
Sejauh ini, proses seleksi berjalan lancar. Namun, kata Danny, dirinya mendapat banyak chat agar diperhatikan. “Sudah banyak orang sudah kirimkanka nilai-nilainya,” kata Danny.
Namun, dia menekankan, soal kelulusan diserahkan sepenuhnya kepada orang yang sudah diberi kewenangan untuk memberi penilaian. Apalagi, proses seleksi hampir sama dengan tes CPNS, yaitu CAT. Langsung ada nilainya sehingga tidak bisa ada intervensi dari pihak lain.
Selain itu, masih ada tahapan wawancara yang harus dilewati oleh peserta seleksi. “Tinggal ditunggu nilai wawancara baru masuk rankingnya. Jadi saya tidak mau intervensi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar Andi Siswanta Attas menjelaskan informasi terkait soal yang bocor sehari sebelum pelaksanaan seleksi adalah spekulasi yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
“Tapi namanya juga spekulasi, itu diedarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tapi soal yang beredar itu tidak ada yang keluar saat seleksi,” ungkap lelaki yang akrab disapa Wanta ini.
Dia melanjutkan, khusus untuk seleksi tenaga honorer dengan SK Wali Kota Makassar, akan dirampungkan hari ini, Rabu (22/12). Sementara honorer di luar SK wali kota, seperti penggali kuburan hingga petugas kebersihan yang diangkat di kecamatan dan OPD, akan dilaksanakan di instansi masing-masing. Selain itu, tenaga K2 juga akan menjadi bahan pertimbangan BKPSDM untuk memberikan nilai tambah.
Setelah rampung seleksi Laskar Pelangi untuk tenaga honorer, akan langsung dilanjutkan seleksi serupa untuk peserta yang baru mendaftar. Tercatat sebanyak 3.000-an calon yang bukan tenaga honorer, mengajukan berkas untuk ikut seleksi. Mereka rencananya akan dites serentak di tribun Lapangan Karebosi.
Alasan Pemkot Makassar membuka seleksi Laskar Pelangi tenaga non kontrak adalah untuk mencari tenaga andal dan memiliki kemampuan bekerja sesuai yang diharapkan. (rhm)

